Legalitas Polri di Program Pangan dan MBG Dibela Pakar

Legalitas Polri di Program Pangan dan MBG Dibela Pakar

- Author

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Keterlibatan Polri dalam berbagai program strategis pemerintah, mulai dari ketahanan pangan hingga Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi perhatian dalam rapat dengar pendapat terkait revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri di Komisi III DPR, Rabu (03/06/2026).

Praktisi hukum sekaligus Dosen Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, Rullyandi, menilai keterlibatan Polri dalam sejumlah program nasional memiliki landasan konstitusional yang kuat.

Dia menyebut Polri sebagai alat negara berada di bawah Presiden yang memegang kekuasaan pemerintahan sesuai Undang-Undang Dasar 1945.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rullyandi, tugas Polri tidak hanya terbatas pada penegakan hukum serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam praktiknya, Polri juga kerap dilibatkan untuk mendukung kebijakan strategis pemerintah, termasuk melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan serta pelaksanaan program MBG yang menjadi prioritas nasional.

Baca Juga :  Kolaborasi Polri dan Universitas Borobudur: Akselerasi Transformasi Pendidikan melalui Pusat Studi Kepolisian

Ia menjelaskan, dasar hukum keterlibatan tersebut merujuk pada Pasal 4 ayat (1) UUD 1945 yang menegaskan Presiden memegang kekuasaan pemerintahan tertinggi.

Karena itu, Polri dinilai memiliki kewajiban membantu pelaksanaan program pemerintah demi mendukung agenda pembangunan dan kepentingan negara.

Rullyandi juga menanggapi sejumlah kritik terkait peran Polri dalam kegiatan seperti pengelolaan dapur MBG hingga program penanaman jagung.

Menurutnya, keterlibatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas negara dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, ia mengusulkan agar kewenangan Polri dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah diatur lebih tegas dalam revisi UU Polri.

Hal ini dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum, mengakhiri perdebatan mengenai batas tugas kepolisian, sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi anggota Polri dalam menjalankan tugas yang berisiko. ***

Berita Terkait

Mahfud MD Desak KPU dan Dit Dikdasmen Diperiksa Pasca MA Batalkan Suket Penyetaraan SMA Gibran
Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Ikuti Sanggabiz
Waskita Beton Precast Dorong Perempuan Berkarya di Konstruksi melalui Girls on Site
KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026
Pemerintah Soroti Keadilan Pajak di Tengah Pertumbuhan Industri Kripto
ASEAN Eng dan Masa Depan Ketenagakerjaan: Menguatkan Kompetensi, Produktivitas, dan Kesejahteraan
Kemnaker Gelar InaSkills 2026, Siapkan Talenta Indonesia ke Level Dunia
Gaji PNS Bakal Disalurkan Melalui Koperasi Desa Merah Putih, Aman Nggak Sih?
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Mahfud MD Desak KPU dan Dit Dikdasmen Diperiksa Pasca MA Batalkan Suket Penyetaraan SMA Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Ikuti Sanggabiz

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Waskita Beton Precast Dorong Perempuan Berkarya di Konstruksi melalui Girls on Site

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:37 WIB

KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:33 WIB

Pemerintah Soroti Keadilan Pajak di Tengah Pertumbuhan Industri Kripto

Berita Terbaru

TNI - Polri

Prajurit Marinir Pasmar 3 Raih Juara 1 Trail Run 10K di Bogor

Senin, 2 Nov 2026 - 09:47 WIB

TNI - Polri

Sersan Ayu Lesta Juara 1 Lomba Tembak PANGKORPASGAT OPEN 2026

Senin, 2 Nov 2026 - 09:44 WIB