Status Gibran Sebagai Wapres Rentan Dibatalkan, Prabowo Disebut Bisa Jadi Pemimpin Tunggal yang Dilantik

Status Gibran Sebagai Wapres Rentan Dibatalkan, Prabowo Disebut Bisa Jadi Pemimpin Tunggal yang Dilantik

- Author

Selasa, 15 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG. Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2024-2029 yang terhitung tinggal lima hari lagi. Keabsahan status Gibran sebagai Wakil Presiden rentan untuk dibatalkan.

Efek dari dugaan kepemilikian Gibran atas akun Kaskus ‘Fufu Fafa’ dan dampak yang timbul terhadap hubungan bersama Prabowo Subianto.

Spekulasi yang berkembang, putra sulung Presiden Jokowi berpotensi dimakjulkan. Lalu, jika benar seperti itu, apakah Prabowo bisa dilantik jadi pemimpin tunggal tanpa di dampingi Wapres terpilih ?.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Valeriaus Beatae, seorang pakar hukum dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menjelaskan, hal itu bisa saja terjadi. Karena tidak ada ketentuan hukum yang melarang kepemimpinan tunggal Presiden terpilih Republik Indonesia.

“Apakah bisa Prabowo di lantik dan Gibran tidak? Jawabannya, ya bisa”. Ucap Valeriaus, (14/10/2024).

“Menurut ketentuan Pasal 3 ayat (2) UUD NRI 1945, MPR memiliki kewenangan untuk melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden. Jadi, karena ada frasa dan/atau maka ada kemungkinan yang dilantik hanya salah satu saja. Sebenarnya, frasa dan/atau tersebut digunakan untuk memberikan landasan hukum jika terjadi pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden di tengah masa jabatan,” ucapnya, menjelaskan perkara pelantikan tunggal.

Baca Juga :  Tim Hukum Rido Ajukan Gugatan Pilkada Jakarta Ke MK Tak Lama Setelah Prabowo & Jokowi Bertemu

Terkait wakil presiden pengganti Gibran usai skenario pelantikan presiden sendirian itu, Valerianus menjelaskan pula bahwa ada sejumlah proses yang perlu dijalankan.

“Jika Prabowo dilantik dan Gibran tidak, maka wakilnya akan dipilih melalui sidang MPR. Hal ini diatur dalam Pasal 8 ayat (2) UUD NRI 1945. Teknisnya, Presiden akan mengusulkan dua orang calon Wapres pengganti, lalu sidang MPR akan memilih salah satu dari usulan Presiden tersebut,” ucapnya.

Berita Terkait

Antusiasme Meluap, ‘War Tiket’ Upacara HUT RI ke-81 Diserbu 128 Ribu Orang dalam Hitungan Menit
“Gempa Hari Ini” Jadi Topik Viral, Warganet Ramai Pantau Informasi BMKG
Polda Metro Jaya Pulangkan Tiga WNI Korban TPPO dari Libya
Viral! Link Video ‘Yank Uwes Yank’ Dua Pelajar Di Banyuwangi
Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Tembakau Sintetis 995 Gram, 4 Tersangka Ditangkap di Jakarta Selatan dan Timur
Prabowo Usul Atap Rumah Diganti dari Seng Jadi Ijuk dan Rumbai, Singgung Masalah Kanker Paru-Paru
Polisi Ringkus Komplotan Pengganjal Mesin ATM di RS Buah Hati Pamulang, 3 Pelaku Diamankan
Reskrim PMJ Amankan Pelaku Pembunuhan Wanita di Indekos Grogol Petamburan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Antusiasme Meluap, ‘War Tiket’ Upacara HUT RI ke-81 Diserbu 128 Ribu Orang dalam Hitungan Menit

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:16 WIB

“Gempa Hari Ini” Jadi Topik Viral, Warganet Ramai Pantau Informasi BMKG

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Polda Metro Jaya Pulangkan Tiga WNI Korban TPPO dari Libya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Viral! Link Video ‘Yank Uwes Yank’ Dua Pelajar Di Banyuwangi

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Tembakau Sintetis 995 Gram, 4 Tersangka Ditangkap di Jakarta Selatan dan Timur

Berita Terbaru