Daftar 17 Orang Terjaring OTT KPK Terkait Suap HGB, Presdir Summarecon hingga Pejabat ATR/BPN Jadi Tersangka

Daftar 17 Orang Terjaring OTT KPK Terkait Suap HGB, Presdir Summarecon hingga Pejabat ATR/BPN Jadi Tersangka

- Author

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, JEJAKNARASI.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin (14/9/2026).

Dalam operasi senyap tersebut, tim penyidik berhasil meringkus 17 orang yang diduga kuat terlibat dalam skandal korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Berdasarkan hasil gelar perkara, KPK dikabarkan telah menetapkan lima orang sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kelima tersangka ini berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari pejabat tinggi negara, politisi, hingga petinggi korporasi.

Mereka adalah Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN, Lampri; Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor, I Sontang Coin Manurung; Ketua DPP Partai Golkar, Fahd El Fouz Arafiq; mantan Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto; dan Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa operasi ini difokuskan pada pusaran suap pengurusan HGB di kawasan Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  ATR/BPN Serahkan Ribuan Sertifikat Milik Pemprov DKI Jakarta

“Selain pengurusan HGB, penyidik juga mendalami indikasi adanya penerimaan-penerimaan dana tidak sah lainnya,” jelas Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Selain kelima tersangka utama, Kepala Kantah Tangerang, Tardi, juga diketahui turut diamankan dalam operasi tersebut.

Dalam penindakan ini, KPK berhasil menyita barang bukti fantastis berupa uang tunai rupiah dan valuta asing. Uang tersebut ditemukan tersimpan di dalam kardus, boks, hingga 20 buah koper, dengan estimasi nilai mencapai ratusan miliar rupiah.

Lebih lanjut, dalam konstruksi perkara ini, dua tokoh politik yakni Fahd Arafiq dan Arif Sugiyanto diduga berperan sebagai “pengepul” dana suap.

Rencananya, KPK akan membeberkan secara rinci kronologi kejadian, aliran dana, serta peran spesifik dari masing-masing pihak dalam konferensi pers yang dijadwalkan sore ini.

Berita Terkait

Polisi Ungkap Dugaan Peredaran Uang Palsu Rp20 Juta di Cengkareng, Satu Pria Jadi DPO
Berkedok Pangkalan Ojek, Pria di Mangga Besar Diduga Edarkan Puluhan Paket Sabu
Polri Ungkap Pabrik Sabu di Aceh, Barang Bukti 1 ton Lebih
Kejari Kota Tangerang Tetapkan Eks Dirut PT Angkasa Pura Kargo Tersangka Korupsi
Polda Metro Jaya Bongkar Lima Sindikat Kejahatan Lingkungan dan Migas, 11 Orang Ditangkap
Kasus Dugaan Penipuan Investasi Tambang Naik Tahap Penyidikan, Ini Kata Mabes Polri
Polisi Amankan 24 Orang dalam Operasi Narkotika di Kampung Ambon dan Boncos
SP2HP A1 Terbit Mei, Empat Bulan Tanpa Kabar: Pelapor Pertanyakan Penanganan Kasus Penggelapan di Polsek Bongas
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:44 WIB

Polisi Ungkap Dugaan Peredaran Uang Palsu Rp20 Juta di Cengkareng, Satu Pria Jadi DPO

Minggu, 1 November 2026 - 12:33 WIB

Berkedok Pangkalan Ojek, Pria di Mangga Besar Diduga Edarkan Puluhan Paket Sabu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Polri Ungkap Pabrik Sabu di Aceh, Barang Bukti 1 ton Lebih

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Kejari Kota Tangerang Tetapkan Eks Dirut PT Angkasa Pura Kargo Tersangka Korupsi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Lima Sindikat Kejahatan Lingkungan dan Migas, 11 Orang Ditangkap

Berita Terbaru