Mahfud MD: Sudaryono Gagal Atasi Keracunan MBG, Korban Capai 51 Ribu Orang

Mahfud MD: Sudaryono Gagal Atasi Keracunan MBG, Korban Capai 51 Ribu Orang

- Author

Senin, 14 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, JEJAKNARASI.ID – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono belum berhasil mengatasi persoalan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mahfud menyoroti jumlah penerima manfaat yang terdampak dugaan keracunan. Menurut data yang disampaikan dalam siniar, jumlah korban mencapai sekitar 51.000 orang pada awal September 2026. Angka itu disebut meningkat dibandingkan tahun pertama pelaksanaan MBG yang mencapai 12.658 orang.

“Sudaryono menurut saya bagus. Kepala MBG-nya bagus. Tetapi, dia gagal sampai saat ini. Kenapa? Itu keracunan jauh lebih banyak dari yang dulu,” kata Mahfud dalam siniar yang dikutip, Minggu (13/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keracunan MBG Dinilai Masalah Berkelanjutan

Mahfud menilai peningkatan jumlah kasus menunjukkan persoalan keamanan makanan dalam program MBG belum terselesaikan.

Menurut dia, Sudaryono memiliki tugas memperbaiki pelaksanaan program. Namun, kasus keracunan yang terus muncul menunjukkan masih ada persoalan dalam tata kelola MBG.

Meski mengkritik kinerja Kepala BGN, Mahfud tidak menilai persoalan tersebut sebagai kesalahan Sudaryono seorang.

“Bukan dia sebenarnya masalahnya. Masalahnya di kebijakan pemerintahannya bagaimana sebenarnya,” ujar Mahfud dalam pembahasan yang dikutip sejumlah media.

Karena itu, ia mendorong pemerintah mengevaluasi sistem pelaksanaan MBG secara menyeluruh.

Evaluasi tidak hanya menyangkut pimpinan BGN. Pemerintah juga perlu melihat proses pengadaan bahan pangan, pengolahan makanan, distribusi, hingga pengawasan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga :  KOSPI dan MBG Watch Somasi Prabowo, Buntut 43 Ribu Orang Keracunan MBG

BGN Perketat Keamanan Pangan

Persoalan keamanan pangan menjadi salah satu perhatian BGN. Pada 7 September 2026, BGN mengumumkan penutupan sementara 1.999 dapur SPPG yang belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala BGN Sudaryono menegaskan kepatuhan terhadap standar sanitasi menjadi syarat penting dalam operasional dapur MBG.

Sebelumnya, Sudaryono juga menyampaikan permohonan maaf terkait kasus keracunan makanan di Sidoarjo. Ia menyebut terdapat dugaan kelalaian dalam kasus tersebut.

Langkah tersebut menunjukkan pemerintah mulai memperketat standar keamanan pangan. Namun, Mahfud menilai evaluasi perlu dilakukan secara lebih menyeluruh agar kasus serupa tidak terus berulang.

Keamanan Makanan Jadi Ukuran Keberhasilan MBG

Menurut Mahfud, keberhasilan MBG tidak cukup hanya dilihat dari jumlah makanan yang tersalurkan kepada masyarakat.

Program tersebut juga harus memastikan makanan aman dikonsumsi penerima manfaat. Hal itu penting karena MBG menyasar anak-anak dan kelompok masyarakat lainnya.

Jika kasus keracunan terus muncul, pemerintah perlu mengevaluasi seluruh rantai pelaksanaan program. Dengan demikian, MBG tidak hanya mampu memperluas cakupan penerima manfaat, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan.

Kritik Mahfud menjadi sorotan terhadap pelaksanaan MBG di bawah BGN. Pemerintah dan BGN kini menghadapi tantangan untuk memastikan program pemenuhan gizi tersebut berjalan aman, terukur, dan tidak menimbulkan persoalan kesehatan bagi penerima manfaat.

Berita Terkait

Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri
Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya
Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?
Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga
Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan
Mahfud MD Desak KPU dan Dit Dikdasmen Diperiksa Pasca MA Batalkan Suket Penyetaraan SMA Gibran
Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Ikuti Sanggabiz
Waskita Beton Precast Dorong Perempuan Berkarya di Konstruksi melalui Girls on Site
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:03 WIB

Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya

Selasa, 3 November 2026 - 18:22 WIB

Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?

Senin, 2 November 2026 - 22:54 WIB

Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga

Senin, 2 November 2026 - 15:02 WIB

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Mahfud MD Desak KPU dan Dit Dikdasmen Diperiksa Pasca MA Batalkan Suket Penyetaraan SMA Gibran

Berita Terbaru