Anies Baswedan Kritik Keracunan MBG, Desak Pemerintah Evaluasi Total

Anies Baswedan Kritik Keracunan MBG, Desak Pemerintah Evaluasi Total

- Author

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, JEJAKNARASI.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melontarkan kritik keras terhadap rentetan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Anies mendesak pemerintah untuk segera menekan rem darurat dan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan program prioritas nasional tersebut.

Dia menilai kasus keracunan yang terus berulang tidak bisa lagi dianggap sebagai kejadian biasa atau sekadar kesalahan teknis di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, skala korban yang sudah mencapai ratusan orang menunjukkan adanya masalah sistemik yang serius, mulai dari standar keamanan pangan, rantai distribusi, hingga pengawasan dapur penyedia.

“Korbannya ratusan siswa bahkan ada guru juga. Pertanyaan saya, berapa batas minimal jumlah korban anak-anak keracunan sampai kita mau anggap ini sebagai skandal, sebagai krisis besar, sebagai kasus luar biasa. Sehingga, kita mau tekan rem darurat untuk mau mengevaluasi secara total semuanya,” kata Anies, Selasa (08/09/2026).

Baca Juga :  Kemenag Ingatkan Masyarakat Hindari Tawaran Ibadah Haji Tanpa Antre

Anies menekankan, program MBG memiliki tujuan baik untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Namun, niat baik tersebut tidak boleh mengorbankan keselamatan penerimanya. Dia mempertanyakan sampai kapan pemerintah akan terus melanjutkan program tanpa pembenahan menyeluruh, sementara korban terus berjatuhan di berbagai daerah.

Lebih lanjut, Anies mendesak pemerintah untuk membuka data secara transparan terkait jumlah kasus, penyebab keracunan, serta hasil audit terhadap dapur-dapur MBG.

Evaluasi total, menurutnya, harus mencakup standar higienitas, sertifikasi penjamah makanan, proses pengadaan bahan baku, waktu distribusi, hingga mekanisme pengawasan independen.

Terakhir, Anies mengingatkan bahwa kepercayaan publik menjadi modal utama keberhasilan program negara.

Jika kasus keracunan dibiarkan berlarut tanpa penanganan luar biasa, maka program yang seharusnya membantu justru akan menimbulkan ketakutan di kalangan siswa, guru, dan orang tua.

Berita Terkait

MKKE BPK Perkuat Integritas dan Penegakan Kode Etik Demi Jaga Kepercayaan Publik
Karier Cemerlang Pak Bray: Dari Pemburu Bandar Narkoba ke Divpropam Polri
GMNI DKI Jakarta Apresiasi Ketegasan Dasco, Dorong RUU Perampasan Aset Segera Disahkan
Video Budi Arie Disinyalir Jadi Pengalihan Isu Sayembara Ijazah SMA Gibran
Praktis Tanpa Ribet, Begini 7 Langkah Urus Akta Kelahiran Lewat HP
Bukan di Blokir, Ini Klarifikasi Polisi Soal Rekening Penghimpun Dana AMPB
Pemuda Berdampak Audiensi Ke Kemen Transmigrasi, Dorong Kawasan Sentra Pangan dan Wirausaha Pemuda
Polda Metro Jaya Resmikan 35 Rumah Layak Huni: Wujud Nyata Program Pemerintah
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:20 WIB

Anies Baswedan Kritik Keracunan MBG, Desak Pemerintah Evaluasi Total

Kamis, 3 September 2026 - 19:37 WIB

MKKE BPK Perkuat Integritas dan Penegakan Kode Etik Demi Jaga Kepercayaan Publik

Selasa, 1 September 2026 - 00:12 WIB

Karier Cemerlang Pak Bray: Dari Pemburu Bandar Narkoba ke Divpropam Polri

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:18 WIB

GMNI DKI Jakarta Apresiasi Ketegasan Dasco, Dorong RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Video Budi Arie Disinyalir Jadi Pengalihan Isu Sayembara Ijazah SMA Gibran

Berita Terbaru