Nursyahwa Syakila, Peserta Netra MTQ Nasional XXXI yang Hafal 30 Juz Lewat Metode Audio

Nursyahwa Syakila, Peserta Netra MTQ Nasional XXXI yang Hafal 30 Juz Lewat Metode Audio

- Author

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nursyahwa Syakila, Peserta Netra MTQ Nasional XXXI yang Hafal 30 Juz Lewat Metode Audio. (Foto: Humas Kemenag)

Nursyahwa Syakila, Peserta Netra MTQ Nasional XXXI yang Hafal 30 Juz Lewat Metode Audio. (Foto: Humas Kemenag)

JAKARTA, JEJAKNARASI.ID – Bagi Nursyahwa Syakila, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan. Sejak usia 7 tahun, ayat-ayat Al-Qur’an telah menjadi bagian dari kesehariannya. Dengan mengandalkan metode audio, perempuan asal DKI Jakarta itu belajar membaca, menghafal, sekaligus membangun kedekatan dengan Al-Qur’an.

Kini, Nursyahwa tampil sebagai peserta cabang Seni Baca Al-Qur’an (Tilawah) Golongan Disabilitas Netra Putra dan Putri pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah.

Saat ditemui di venue MTQ Nasional XXXI Semarang, Rabu (16/9/2026), Nursyahwa mengenang peran orang tuanya dalam mendampingi perjalanan bersama Al-Qur’an sejak usia belia. Pendengaran yang baik dan daya ingat yang kuat menjadi dua kemampuan yang dimanfaatkan orang tuanya untuk mendukung proses belajar melalui metode audio.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, saya memiliki dua kelebihan, yaitu pendengaran yang baik dan daya ingat yang kuat. Kedua kelebihan itu dimanfaatkan oleh orang tua saya dengan memperdengarkan Al-Qur’an melalui metode audio,” ujar Nursyahwa.

Perjalanan menghafal Al-Qur’an ia jalani sedikit demi sedikit. Setiap hari, ia berusaha menyelesaikan hafalan. Konsistensi itu akhirnya mengantarkan Nursyahwa menyelesaikan hafalan 30 juz dalam waktu 3 tahun 8 bulan.

“Perjuangan saya ketika awal mulai menghafal Al-Qur’an, setiap hari saya menghafal satu juz pada juz yang sedang saya pelajari. Alhamdulillah, dalam jangka waktu 3 tahun 8 bulan, saya menyelesaikan hafalan 30 juz,” tuturnya.

Hafalan tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Nursyahwa bersama Al-Qur’an. Ia pun bersyukur ketika mendapat kesempatan menjadi bagian dari MTQ Nasional XXXI. “Alhamdulillah, saya juga tidak menyangka saya bisa mengikuti MTQ Nasional yang ke-31 ini. Semua ini karena Allah,” katanya.

Baca Juga :  Soal OTT Pegawai Pajak, Anggota Komisi XI Amin AK Sebut Keberanian Penegak Hukum Tidak Pernah Surut

Bagi Nursyahwa, perjalanan bersama Al-Qur’an bukan tentang seberapa cepat seseorang menyelesaikan hafalan. Yang terpenting adalah terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an dan tidak berhenti belajar.

“Jangan pernah lelah dalam membersamai Al-Qur’an. Jika kita ingin mencapai kesuksesan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, dekatkan Al-Qur’an dalam hati kita. Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat sejati,” pesannya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya bagian dari kehidupan. “Cintai Al-Qur’an dan jangan pernah meninggalkan Al-Qur’an, karena Al-Qur’an yang akan menyelamatkan dan menolong kita di hari kiamat,” ucapnya.

Nursyahwa kemudian mengutip sabda Rasulullah saw. “Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang istiqamah membersamai Al-Qur’an,” pungkas Nursyahwa.

Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an, Rijal Ahmad Rangkuty, mengatakan, keikutsertaan peserta disabilitas netra dalam MTQ Nasional menjadi bagian penting dalam memberikan ruang yang setara bagi seluruh peserta untuk mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“MTQ Nasional tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat tumbuh dan berkembang pada siapa saja. Kehadiran peserta disabilitas netra menunjukkan semangat dan kesempatan yang terbuka bagi seluruh masyarakat untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Rijal.

Menurutnya, kisah para peserta seperti Nursyahwa juga menjadi pengingat bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk terus belajar, berprestasi, dan membangun kedekatan dengan Al-Qur’an.

“Semangat para peserta perlu menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Berita Terkait

Ini Alasan BPK Tidak Jadikan Kepala BPN Kota Tangerang Tersangka Kasus Suap HGB Ratusan Miliar
KPK Buka Peluang Jadikan PT Sumarrecon Tbk Tersangka Korporasi Perkara Dugaan Suap HGB Ratusan Miliar
Mahfud MD: Sudaryono Gagal Atasi Keracunan MBG, Korban Capai 51 Ribu Orang
KOSPI dan MBG Watch Somasi Prabowo, Buntut 43 Ribu Orang Keracunan MBG
PKH Tahap 3 Tahun 2026: Jadwal Penyaluran dan Cara Cek Penerima melalui HP
Komisi IX DPR Minta BGN Beri Kompensasi Korban MBG dan Tuntut Pemulihan Total
Prabowo Perintahkan 11 Kapal Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang di Selat Sunda
BNN Dorong Pengawasan Ketat Produk Vape untuk Cegah Penyalahgunaan Zat Berbahaya
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:56 WIB

Nursyahwa Syakila, Peserta Netra MTQ Nasional XXXI yang Hafal 30 Juz Lewat Metode Audio

Rabu, 16 September 2026 - 14:50 WIB

Ini Alasan BPK Tidak Jadikan Kepala BPN Kota Tangerang Tersangka Kasus Suap HGB Ratusan Miliar

Rabu, 16 September 2026 - 13:41 WIB

KPK Buka Peluang Jadikan PT Sumarrecon Tbk Tersangka Korporasi Perkara Dugaan Suap HGB Ratusan Miliar

Senin, 14 September 2026 - 14:24 WIB

Mahfud MD: Sudaryono Gagal Atasi Keracunan MBG, Korban Capai 51 Ribu Orang

Jumat, 11 September 2026 - 12:27 WIB

KOSPI dan MBG Watch Somasi Prabowo, Buntut 43 Ribu Orang Keracunan MBG

Berita Terbaru