NTB, JEJAKNARASI.ID – Sebuah video yang menarasikan pembakaran dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), beredar di media sosial.
Video tersebut dikaitkan dengan kasus dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah anak sekolah dasar.
Dalam narasi yang beredar, warga disebut membakar bangunan dapur penyedia makanan karena merasa tidak mendapatkan kejelasan mengenai penanganan kasus maupun pihak yang bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi itu kemudian menimbulkan kekhawatiran dan keresahan di tengah masyarakat. Namun, Polda NTB memastikan tidak menemukan peristiwa pembakaran dapur SPPG sebagaimana yang dinarasikan dalam video tersebut.
Kepastian itu disampaikan setelah aparat melakukan pemeriksaan dan verifikasi di sejumlah wilayah.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan verifikasi di sejumlah wilayah, tidak ditemukan adanya peristiwa sebagaimana yang dinarasikan dalam video tersebut,” ujar Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Muhammad Kholid, dikutip dari laman Polri.go.id, Rabu (16/09/2026).
Kholid mengatakan, informasi yang oleh sebagian masyarakat dipersepsikan terjadi di wilayah Lombok Tengah juga telah ditelusuri oleh jajaran kepolisian setempat.
“Untuk informasi yang kemudian dipersepsikan terjadi di Lombok Tengah, jajaran Polsek dan Polres sudah melakukan verifikasi di lapangan. Hasilnya, tidak ditemukan peristiwa seperti yang disebutkan dalam video tersebut,” katanya.
Dengan demikian, klaim mengenai pembakaran dapur SPPG oleh massa belum dapat dibuktikan dan tidak sesuai dengan hasil verifikasi kepolisian.
Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan kembali video tersebut sebelum memastikan sumber serta kebenaran informasinya.
Kombes Pol. Muhammad Kholid juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama ketika menerima konten yang berpotensi menimbulkan keresahan.
“Mari bersama-sama menjaga ruang informasi tetap sehat. Pastikan informasi yang diterima benar sebelum dibagikan kembali,” ujarnya.
Polda NTB menegaskan, pengecekan terhadap informasi yang beredar penting dilakukan untuk mencegah penyebaran kabar keliru dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif.




























