Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Soroti Kemenkes Soal Lambatnya Revitalisasi RSUD Raja Ampat

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Soroti Kemenkes Soal Lambatnya Revitalisasi RSUD Raja Ampat

- Author

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Lambatnya Penyelesaian Revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ampat yang rencananya akan ditingkatkan menjadi Rumah Sakit kelas C melalui program Kementerian, Kesehatan mendapat sorotan dari anggota komisi IX DPR RI Irma Suryani.

Ia menilai lambannya revitalisasi tersebut, akan berdampak langsung pada pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.

Politisi dari Fraksi Partai Nasdem itu menambahkan, Komisi IX DPR RI telah meninjau langsung kondisi rumah sakit tersebut pada masa reses sebelumnya. Dari hasil kunjungan itu,masih banyak persoalan serius dalam proses pembangunan yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 “Pada masa reses kemarin kita sudah bicara soal rumah sakit yang di Raja Ampat. Walaupun sampai hari ini progresnya sudah 80,2 persen, tapi menurut saya masih perlu adanya pendampingan terkait pembangunan dan penyelesaian rumah sakit ini,” ujar Irma dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi IX DPR RI dengan Kementerian Kesehatan, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta dikutip  Senin, (19/01/2026).

 Menurutnya, pendampingan dari Kementerian Kesehatan menjadi krusial agar proyek strategis di daerah tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Ia mengingatkan agar kasus serupa yang pernah terjadi di daerah lain tidak kembali terulang.

Baca Juga :  Kasatgas PRR Tito Karnavian Dampingi Presiden Kunker dan Rayakan Idulfitri di Tamiang Aceh

 “Karena jangan sampai nanti side efek atau efek negatifnya sama dengan yang kejadian di Kolaka (Sulawesi Tenggara). Ini perlu menjadi perhatian dari Kementerian Kesehatan. Sekali lagi, jangan lalai untuk melakukan pendampingan ke daerah terkait dengan pembangunan rumah sakit,” tegasnya.

 Irma juga mengungkapkan keterkejutannya saat melihat langsung kondisi di lapangan. Ia menilai ketidakteraturan dalam pembangunan tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dan pendampingan, baik dari pemerintah daerah maupun Kementerian Kesehatan.

 “Kita kemarin ke sana dan kaget melihat kondisi yang berantakan seperti itu, kaget saja gitu, kok bisa gitu ya. Pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatannya menurut kami lalai,” katanya.

 Ia menegaskan bahwa keterlambatan dan ketidaksiapan pembangunan rumah sakit tidak boleh kembali terjadi, mengingat kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di daerah terpencil seperti Raja Ampat sangat mendesak.

 “Ini nggak boleh terjadi lagi nih Pak. Perlu pendampingan secara komprehensif dari Kementerian Kesehatan terkait dengan pembangunan-pembangunan rumah sakit di daerah,” pungkasnya.**

Berita Terkait

Ini Alasan BPK Tidak Jadikan Kepala BPN Kota Tangerang Tersangka Kasus Suap HGB Ratusan Miliar
KPK Buka Peluang Jadikan PT Sumarrecon Tbk Tersangka Korporasi Perkara Dugaan Suap HGB Ratusan Miliar
Mahfud MD: Sudaryono Gagal Atasi Keracunan MBG, Korban Capai 51 Ribu Orang
KOSPI dan MBG Watch Somasi Prabowo, Buntut 43 Ribu Orang Keracunan MBG
PKH Tahap 3 Tahun 2026: Jadwal Penyaluran dan Cara Cek Penerima melalui HP
Komisi IX DPR Minta BGN Beri Kompensasi Korban MBG dan Tuntut Pemulihan Total
Prabowo Perintahkan 11 Kapal Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang di Selat Sunda
BNN Dorong Pengawasan Ketat Produk Vape untuk Cegah Penyalahgunaan Zat Berbahaya
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:50 WIB

Ini Alasan BPK Tidak Jadikan Kepala BPN Kota Tangerang Tersangka Kasus Suap HGB Ratusan Miliar

Rabu, 16 September 2026 - 13:41 WIB

KPK Buka Peluang Jadikan PT Sumarrecon Tbk Tersangka Korporasi Perkara Dugaan Suap HGB Ratusan Miliar

Senin, 14 September 2026 - 14:24 WIB

Mahfud MD: Sudaryono Gagal Atasi Keracunan MBG, Korban Capai 51 Ribu Orang

Jumat, 11 September 2026 - 12:27 WIB

KOSPI dan MBG Watch Somasi Prabowo, Buntut 43 Ribu Orang Keracunan MBG

Jumat, 11 September 2026 - 11:45 WIB

PKH Tahap 3 Tahun 2026: Jadwal Penyaluran dan Cara Cek Penerima melalui HP

Berita Terbaru