Kena Tarif Pajak Impor 32 Persen dari Pemerintah AS, Menko Airlangga Langsung Terbang ke Washington DC

Kena Tarif Pajak Impor 32 Persen dari Pemerintah AS, Menko Airlangga Langsung Terbang ke Washington DC

- Author

Rabu, 9 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Usai pemerintah Amerika Serikat mengumumkan tarif baru impor produk Indonesia sebesar 32 persen.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto berangkat menuju Washington D.C., Amerika Serikat.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah sebelumnya mendampingi Presiden Prabowo Subianto di Brazil.Guna menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Brics.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijadwal Airlangga tiba pada hari ini, dan langsung mengadakan pertemuan dengan perwakilan Pemerintah AS. Guna mendiskusikan segera keputusan tarif Presiden AS Donald yang baru saja dikeluarkan.

Hal tersebut diungkapkan juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Lemanseto melalui keterangan tertulisnya Selasa (8/7/2025).

Dalam keterangannya ia menjelaskan Pemerintah Indonesia masih memiliki ruang untuk merespon terkait kebijakan tersebut.

Oleh karena itu pemerintah Indonesia akan terus berupaya menjalin komunikasi dengan pemerintah AS untuk mencari solusi yang tepat .

“Indonesia akan mengoptimalkan kesempatan yang tersedia demi menjaga kepentingan nasional ke depan,” ucap Haryo.

Baca Juga :  Pemerintah AS Resmi Terapkan Pajak Impor 32 Persen Produk Indonesia

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi memberlakukan pajak impor 32 persen untuk produk Indonesia.

Kebijakan serupa ditetapkan terhadap 13 negara yang dianggap neraca perdagangan tidak menguntungkan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari laporan Reuters,Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapatkan surat resmi dari pemerintah AS terkait tarif impor.

Sementara negara-negara yang juga mendapatkan kebijakan tersebut adalah Malaysia, Thailand, Myanmar, Kamboja, Bangladesh, Serbia, dan Afrika Selatan.

Tarif sebesar 32 persen tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025 atau mundur dari jadwal awal yang ditetapkan pada 9 Juli.

Donald Trump sendiri dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform media sosialnya menegaskan kebijakan ini merupakan bagian dari strategi perdagangan timbal balik.

“Jika karena alasan apapun Anda memutuskan untuk menaikkan tarif, maka berapapun jumlah yang Anda pilih, akan ditambahkan ke 25 persen yang kami kenakan,” tulis Trump dikutip Selasa (8/6/2025).**

Berita Terkait

Alfamart dan Cussons Baby Perluas Akses Layanan Kesehatan Ibu dan Anak, Sasar 2.800 Penerima Manfaat di Juli 2026
Sambut Tahun Ajaran Baru, PLN Kasih Diskon Tambah Daya 50% Cuma di Aplikasi Ini!
Kejutan untuk UMKM di Jakarta Fair, Pertamina Bagikan Bright Gas Gratis
Terbukti Tawarkan Skema Gali Lubang Tutup Lubang Pinjol, Satgas PASTI Bekukan Kegiatan Malahayati Consultant
Harga Terbaru LPG Non Subsidi April 2026, Usai Pemerintah Umumkan Kenaikan
Ide Bisnis UMKM Modal Sedikit Tapi Bisa Untung Besar
OJK Batalkan Izin MP3E Neo Bank, Ini Konsekuensinya
Luncurkan Bundling Flagship Bersama Xiaomi, XL SMART Hadirkan Jaringan Digital Premium
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:15 WIB

Alfamart dan Cussons Baby Perluas Akses Layanan Kesehatan Ibu dan Anak, Sasar 2.800 Penerima Manfaat di Juli 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:34 WIB

Sambut Tahun Ajaran Baru, PLN Kasih Diskon Tambah Daya 50% Cuma di Aplikasi Ini!

Senin, 22 Juni 2026 - 06:12 WIB

Kejutan untuk UMKM di Jakarta Fair, Pertamina Bagikan Bright Gas Gratis

Selasa, 28 April 2026 - 21:42 WIB

Terbukti Tawarkan Skema Gali Lubang Tutup Lubang Pinjol, Satgas PASTI Bekukan Kegiatan Malahayati Consultant

Kamis, 23 April 2026 - 19:24 WIB

Harga Terbaru LPG Non Subsidi April 2026, Usai Pemerintah Umumkan Kenaikan

Berita Terbaru