Indonesia Amerika Serikat Sepakat Percepat Transformasi Teknologi Tinggi

Indonesia Amerika Serikat Sepakat Percepat Transformasi Teknologi Tinggi

- Author

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjadi saksi penandatanganan MoU Indonesia- Amerika Serika di Washington DC. (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjadi saksi penandatanganan MoU Indonesia- Amerika Serika di Washington DC. (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

JEJAKNARASI.ID.JAKARTA – Rangkaian kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut menyaksikan penandatanganan Joint Development Agreement Pengembangan Ekosistem Semikonduktor tahap pertama senilai USD 4,89 miliar, dengan potensi tambahan investasi selanjutnya hingga USD 26,7 miliar, di Washington DC.

“Joint Development Agreement ini bukan sekadar investasi finansial. Ini adalah bagian dari reposisi strategis Indonesia dalam arsitektur industri global. Kita ingin memastikan Indonesia menjadi bagian dari rantai nilai semikonduktor dunia, memperkuat kemandirian industri, dan meningkatkan daya tawar dalam rantai pasok global,” ujar Menko Airlangga dalam keterangannya Rabu (25/2/2026).

Airlangga menyebut, kesepakatan tersebut menjadi langkah konkret Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok teknologi global dan mempercepat transformasi menuju industri bernilai tambah tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerja sama tersebut melibatkan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digarap oleh PT Galang Bumi Industri (GBI) sebagai pihak pelaku usaha Indonesia, serta perusahaan Amerika Serikat Essence Global Group, LLC. dan Tynergy Technology Corp sebagai mitra strategis pengembang teknologi.

“Pengembangan ekosistem semikonduktor merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperdalam struktur industri dan meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai nilai global. Indonesia tidak lagi diposisikan hanya sebagai pasar teknologi, tetapi sebagai basis produksi dan pengembangan teknologi strategis,” jelas mantan Ketua umum partai Golkar itu.

Lebih lanjut, investasi tersebut diperkirakan akan menciptakan sekitar 5.000 lapangan pekerjaan terampil, sekaligus mempercepat transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional. 

Baca Juga :  Jadi Keynote Speech di TEI ke-40, Menko Airlangga Sampaikan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Hingga 5,03% (yoy)

Pekerjaan yang tercipta akan berfokus pada bidang rekayasa, manufaktur wafer, teknologi material maju, serta sistem energi generasi baru yang memiliki nilai tambah tinggi dan dampak jangka panjang bagi daya saing industri nasional.

Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup investasi dan pengembangan infrastruktur manufaktur, perluasan inisiatif energi terbarukan dan proyek industri hijau.

Selain itu, untuk program pengembangan tenaga kerja dan strategi penciptaan lapangan kerja, serta penelitian dan pengembangan bersama dalam teknologi mutakhir.

Airlangga menambahkan, perusahaan mitra dari Amerika Serikat memiliki spesialisasi dalam proses plasmonik inovatif untuk memproduksi wafer ingot dan sel surya, serta mengintegrasikan teknologi amplifikasi energi canggih, termasuk pengembangan teknologi penyalaan fusi dan berbagai sumber energi berkelanjutan generasi baru lainnya. 

Ia menilai, kolaborasi dapat membuka akses Indonesia terhadap teknologi frontier sekaligus mempercepat penguatan ekosistem inovasi nasional.

“Joint Development Agreement ini bukan sekadar investasi finansial. Ini adalah bagian dari reposisi strategis Indonesia dalam arsitektur industri global. Kita ingin memastikan Indonesia menjadi bagian dari rantai nilai semikonduktor dunia, memperkuat kemandirian industri, dan meningkatkan daya tawar dalam rantai pasok global,” ujar Airlangga.

Langkah ini menegaskan komitmen Pemerintah untuk memastikan setiap kemitraan internasional memberikan manfaat nyata berupa penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguasaan teknologi, dan percepatan transformasi ekonomi nasional menuju industri berteknologi tinggi dan berkelanjutan.**

Berita Terkait

OJK Sebut Malahayati Consultant Bukan LJK, Tegaskan Tak Pernah Terbitkan Izin Penggunaan Logo Resmi
Kepala BGN Klaim Pengadaan Motor Operasional MBG Bukan Pemborosan, Lebih Murah Dari Harga Pasaran
Akibat Cuaca Buruk di Bandara Soekarno Hatta, Sejumlah Penerbangan Terdampak
Pemerintah Luncurkan 8 Pilar Transformasi Budaya Kerja Nasional di Tengah Tantangan Geopolitik Global
Pemkot Jakpus Raih Tiga Besar Kota Pangan Aman Nasional 2025
6 Alasan Pegawai PPPK Bisa Diberhentikan Menurut Kepala BKN
Seleksi CPNS 2026 Lebih Ketat, Berikut 9 Kategori yang Tidak Boleh Mendaftar
Dirut Jasa Marga: Pengendalian Lalu Lintas Berjalan Efektif, Masyarakat Diminta Atur Waktu Balik
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 17:12 WIB

OJK Sebut Malahayati Consultant Bukan LJK, Tegaskan Tak Pernah Terbitkan Izin Penggunaan Logo Resmi

Rabu, 8 April 2026 - 17:50 WIB

Kepala BGN Klaim Pengadaan Motor Operasional MBG Bukan Pemborosan, Lebih Murah Dari Harga Pasaran

Senin, 6 April 2026 - 19:47 WIB

Akibat Cuaca Buruk di Bandara Soekarno Hatta, Sejumlah Penerbangan Terdampak

Rabu, 1 April 2026 - 18:23 WIB

Pemerintah Luncurkan 8 Pilar Transformasi Budaya Kerja Nasional di Tengah Tantangan Geopolitik Global

Rabu, 1 April 2026 - 14:24 WIB

Pemkot Jakpus Raih Tiga Besar Kota Pangan Aman Nasional 2025

Berita Terbaru

Opini

Teologi Politik Islam Iran Dalam Pemikiran Bung Karno

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:30 WIB