JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra dan juga Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, ikut menanggapi kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal soal intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Habiburokhman mengatakan, kritik yang disampaikan Dino tidak konstruktif dan tidak didasarkan pada informasi yang akurat. Dia menyebut Dino Patti Djalal kurang etis dengan kritiknya yang disampaikan melalui media sosial pada Sabtu (30/5/2026).
Habiburokhman menegaskan, seharusnya mantan pejabat memberi kesempatan bekerja bagi pejabat yang baru tanpa harus memberikan kritik yang kurang pas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seharusnya mantan pejabat menghormati orang yang menjabat saat ini, memberi kesempatan bekerja tanpa memberikan komen atau kritik yang kurang pas,” tegas Habiburokhman, Selasa (02/06/2026).
Habiburokhman turut mengkritik Dino terkait kinerjanya saat menjabat sebagai Wamenlu RI. “Zaman Pak Dino sehebat apa sih? Kok sekarang seperti orang paling Kemenlu gitu loh!,” katanya.
Sebelumnya, Dino Patti Djalal dalam video yang diunggah di instagram pribadinya @dinopattidjalal mempertanyakan intensitas dan spontanitas Prabowo berkunjung ke luar negeri. Dino menilai Prabowo terlalu sering berkunjung ke luar negeri rawan menjadi pemborosan anggaran.
“Saya mewakili komunitas hubungan Internasional mengimbau kepada Presiden Prabowo untuk mengurangi intensitas perjalanan ke luar negeri, dan juga tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini,” kata Dino dalam unggahan instagramnya.
Dino kemudan menyarankan agar Prabowo mengurangi intensitas ke luar negeri dan memaksimalkan teknologi komunikasi virtual untuk menekan pemborosan.
























