JEJAKNARASI.ID, TANGERANG – Pusat kuliner laksa yang berlokasi di bilangan Cikokol, Kota Tangerang, kondisinya sangat memprihatinkan.
Pusat kuliner yang sangat terkenal di Kota Tangerang ini banyak dikunjungi penikmat laksa lokal maupun luar daerah. Wisata kuliner yang sempat viral tersebut, kini terlihat seperti sudah tak laik lagi. Bangunan berkonsep saung tradisionalnya, sudah lapuk dimakan usia.
Beberapa atapnya bocor, bahkan sudah nampak bolong besar. Sehingga kenyamanan pengunjung saat menikmati kuliner yang sudah mendunia ini pun, menjadi terganggu, terutama setiap kali turun hujan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, kayu serta bilik-bilik pembatas diarea bangunannya pun sudah reyot dan lapuk. Lantai juga terasa jauh dari kata laik. Satu-satunya yang tersisa hanyalah rasa khas serta kenangan tempo dulu yang masih tersaji bersama harganya yang masih cukup bersahabat.
Mang UU, salah seorang pedagang sekaligus pengurus paguyuban laksa dikawasan tersebut, mengungkapkan bahwa ia bersama rekan-rekan pedagang lainnya sudah sering mengeluhkan hal ini. Namun hingga kini belum ada solusi apapun terkait nasib keberlangsungan mereka.
“Sudah disampaikan. Pemda gak bisa bangun atau perbaiki karena lahannya Kemenkumham,” ujar mang UU, Selasa (26/05/2026).
Mang UU beserta pedagang lainnya menyewa lahan tersebut kurang lebih sebesar Rp 4 jutaan perlapak setiap tahunnya. Dilokasi itu sebelum ada sebanyak 11 lapak dagang, tetapi saat ini hanya tersisa 9 lapak yang masih tetap berjalan termasuk lapak Kelapa Muda dibelakang saung.
“Waktu itu ada 11 sekarang sisa 9 sama yang belakang. Sewanya 4 jutaan (pertahun). Bayarnya resmi via transfer. Dengan kondisi kaya gini, ya (omset) turun jauh pak. Jauh banget turunnya dulu mah kan rame, sekarang sepi,” kata Mang UU.
Dilokasi yang sama, Deni seorang pedagang laksa lainnya juga mengeluhkan hal serupa. Ia mengakui adanya penurunan omset yang cukup signifikan.
“Kita sudah ketemu langsung malahan sama Walikota. Tapi ya itu jawabannya gak bisa karena ini lahan Kemenkumham,” ujarnya.
Sampai saat ini pedagang terpaksa beraktivitas ditengah kondisi kurang layaknya bangunan. Meski begitu, pedagang tetap mengupayakan solusi sementara agar kawasan tersebut dapat diperbaiki sedikit demi sedikit.
Hingga akhirnya pedagang bersyukur karena dalam waktu dekat ini, ada pihak swasta dari air mineral kemasan yang ingin membantu mereka untuk memperbaiki kerusakan.
“Awal bulan depan sih ada masuk dari Aqua mau bantu kita. Alhamdulillah bang walaupun gak bisa semuanya, tapi bisa buat benerin sedikit-sedikit. Ya terutama ini atap yang bocor. Kalau hujan kasian kan yang makan,” pungkasnya.
Mengenal Laksa Tangerang, Kuliner Terkenal Hingga Mancanegara
Diketahui, Laksa adalah makanan berjenis mie berkuah bumbu rempah khas kebudayaan peranakan yang memadukan elemen Tionghoa, Melayu dan berbagai etnis lainnya. Hidangan ini populer dikalangan warga Tionghoa dan beragam etnis di Asia Tenggara, terutama di Singapura, Malaysia, Thailand dan Indonesia.
Laksa mempunyai beberapa jenis, yang paling dikenal adalah yang berjenis laksa Penang, bentuk mi-nya bulat putih dan sedikit tebal. Di Indonesia juga terdapat beberapa jenis laksa seperti laksa Benteng, laksa Bogor dan laksa Betawi. Nama Laksa diambil dari bahasa Sanskerta yakni ‘laksha’ yang mempunyai arti banyak, menunjukkan bahwa mi Laksa dibuat dengan berbagai bumbu.
Laksa Kota Tangerang telah berkembang sejak ratusan tahun lalu dan rasanya sampai saat ini belum ada yang membukukan sejarah lahirnya laksa di kota terdepan Propinsi Banten ini.
Laksa di tahun 1970-an dijajakan banyak pedagang keliling di Kota Tangerang. Namun seiring perkembangan zaman, laksa mulai tergeser jenis makanan lain yang cepat dimasak, cepat dijual, dan mungkin lebih murah. Sehingga 20 tahun lalu makanan laksa agak menghilang.
Memasuki Tahun 2000an, makanan ini kembali muncul di banyak tempat, apalagi keberadaan mereka pun ternyata mendapat tempat di hati banyak masyarakat dan mendapat dukungan dari Pemkot Tangerang. Hingga akhirnya lahirlah kawasan Taman Jajan Laksa secara permanen di Jalan Muhammad Yamin, Babakan Cikokol, dekat LP Wanita Kota Tangerang.
Eksistensi Laksa Benteng sebagai kuliner khas Tangerang sampai kini masih diakui masyarakat luas. Ditengah derasnya perkembangan dan kemajuan destinasi kuliner, para pedagang Laksa Tangerang terus berjuang mempertahankan diri agar tetap hadir sebagai warisan turun temurun. (Wil/Js)
























