Hukum Tidak Dapat Menggantikan Akhlak

Hukum Tidak Dapat Menggantikan Akhlak

- Author

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI, JEJAKNARASI.ID – Setiap kali terjadi pelanggaran aturan, tuntutan yang sering muncul adalah penegakan hukum yang lebih tegas. Regulasi diperbanyak, pengawasan diperketat, dan sanksi diperberat. Harapannya sederhana: semakin kuat hukum, semakin tertib masyarakat. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa hukum saja tidak selalu mampu menyelesaikan persoalan sosial yang ada.

Berbagai pelanggaran masih terjadi meskipun aturan terus bertambah. Korupsi, penyebaran informasi palsu, pengingkaran janji, hingga berbagai bentuk ketidakjujuran tetap ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini menunjukkan bahwa hukum memiliki keterbatasan. Hukum dapat mengatur perilaku manusia melalui aturan dan sanksi, tetapi tidak selalu mampu membentuk kesadaran untuk berbuat baik.

Di sinilah akhlak memainkan peran penting. Akhlak bekerja bukan karena adanya ancaman hukuman, melainkan karena kesadaran moral dalam diri seseorang. Orang yang berakhlak akan berusaha jujur meskipun tidak diawasi, menepati janji meskipun tidak ada sanksi, dan menghormati hak orang lain meskipun tidak ada aturan yang memaksanya. Akhlak mendorong manusia untuk melakukan apa yang benar, bukan sekadar menghindari apa yang dilarang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kita dapat melihat pentingnya akhlak dalam berbagai aspek kehidupan. Di media sosial, misalnya, tidak semua perilaku yang tidak etis dapat dijangkau oleh hukum. Komentar yang merendahkan, kebiasaan menghakimi orang lain, atau penyebaran informasi yang belum terverifikasi sering kali terjadi karena rendahnya kesadaran etis. Dalam situasi seperti ini, yang dibutuhkan bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga tanggung jawab moral dari setiap pengguna.

Baca Juga :  Perempuan dan Politik: Dari Pinggiran Menuju Pusat Kekuasaan

Dalam perspektif Islam, hukum dan akhlak bukanlah dua hal yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi. Hukum menjaga ketertiban melalui aturan yang jelas, sedangkan akhlak membentuk karakter manusia dari dalam. Karena itu, masyarakat yang baik tidak cukup hanya memiliki sistem hukum yang kuat, tetapi juga budaya akhlak yang hidup dan berkembang.

Sebagai langkah nyata, penguatan akhlak harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, kemudian diperkuat melalui lembaga pendidikan, tempat ibadah, dan ruang-ruang publik, termasuk media sosial. Pendidikan tidak cukup hanya menanamkan pengetahuan tentang aturan hukum, tetapi juga membiasakan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, empati, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari. 

Para pemimpin, pendidik, tokoh agama, dan figur publik juga perlu menjadi teladan karena akhlak lebih mudah dipelajari melalui contoh daripada sekadar nasihat. Dengan sinergi antara penegakan hukum yang adil dan pembinaan akhlak yang berkelanjutan, akan lahir masyarakat yang tidak hanya patuh karena takut akan sanksi, tetapi juga karena memiliki kesadaran moral untuk senantiasa berbuat baik dan menjaga kemaslahatan bersama.

 

Penulis : Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel

Berita Terkait

Mengawal Semangat Kemerdekaan: Kiprah Polri dalam HUT ke-81 Republik Indonesia
Rumah Tangga Harmonis Bukan Hanya Soal Cinta
Keadilan Tidak Boleh Menjadi Barang Mewah
Spanyol : Sejarah, Kultur, Tata Kota, dan Sepak Bola sebagai Identitas Bangsa
Kepercayaan adalah Mata Uang Termahal dalam Bisnis
Ketika Warisan Menguji Persaudaraan
TPA Jatiwaringin Terbakar: Alarm Keras atas Gagalnya Tata Kelola Sampah
LC Bukan untuk Dicintai Tapi Dinikmati
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Mengawal Semangat Kemerdekaan: Kiprah Polri dalam HUT ke-81 Republik Indonesia

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:41 WIB

Rumah Tangga Harmonis Bukan Hanya Soal Cinta

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:23 WIB

Keadilan Tidak Boleh Menjadi Barang Mewah

Senin, 20 Juli 2026 - 13:49 WIB

Spanyol : Sejarah, Kultur, Tata Kota, dan Sepak Bola sebagai Identitas Bangsa

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:34 WIB

Kepercayaan adalah Mata Uang Termahal dalam Bisnis

Berita Terbaru