OPINI, JEJAKNARASI.ID – Setiap kali bulan Agustus menyapa, ruang publik dipenuhi pernak-pernik merah putih, panggung hiburan, dan sorak-sorai perlombaan. Namun, di balik riuhnya perayaan seremonial tersebut, muncul satu pertanyaan mendasar yang menuntut jawaban jujur kita bersama: Apakah kita telah benar-benar memaknai arti kemerdekaan yang sesungguhnya?
Abba Taher, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota Tangerang Selatan dari Partai Gerakan Rakyat, menegaskan bahwa kemerdekaan tidak boleh berhenti sebatas ritual tahunan.
Kemerdekaan yang diraih dengan tumpahan darah dan air mata para pahlawan adalah amanat besar yang menuntut keberanian untuk terus mengawal cita-cita kebangsaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Refleksi Kritis di Tengah Euforia
Menatap kondisi sosial hari ini, kita diajak untuk melihat realitas dengan lebih jernih. Kemerdekaan sejati bukanlah kondisi tanpa tantangan, melainkan keberanian untuk menghadapi dan menyelesaikannya.
- Ketimpangan Sosial: Di balik megahnya pembangunan kota, masih ada celah kesejahteraan yang perlu terus dibenahi.
- Sikap Apatis: Bahaya terbesar bagi suatu bangsa bukanlah terbatasnya sumber daya, melainkan melemahnya kepedulian warga terhadap masa depan daerah dan negaranya.
- Narasi Kebencian: Kebersamaan yang telah dirawat puluhan tahun tidak boleh goyah oleh kepentingan jangka pendek yang memecah belah.
Menurut Abba Taher, sikap kritis bukanlah bentuk kebencian terhadap bangsa, melainkan wujud tertinggi dari rasa cinta dan kepedulian. Mengkritik berarti menolak untuk membiarkan hal-hal yang salah terus berlanjut.
Menyalakan Kembali Api Semangat Juang
Jika pahlawan masa lalu bertempur melawan penjajah dengan fisik dan senjata, maka medan pertempuran generasi hari ini terletak pada gagasan, integritas, dan karya nyata. Semangat juang masa kini diwujudkan melalui:
- Kejujuran dan Berpikir Kritis: Memiliki keberanian untuk menyuarakan kebenaran dan menolak segala bentuk ketidakadilan.
- Kemandirian dan Karya: Menghasilkan karya nyata yang memberikan dampak langsung bagi kemajuan masyarakat sekitar.
- Keteguhan Merawat Persatuan: Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan demi terciptanya tatanan sosial yang adil.
Tangerang Selatan, sebagai bagian penting dari episentrum pembangunan nasional, membutuhkan jiwa-jiwa muda dan masyarakat yang tidak mudah mengeluh.
Kemerdekaan adalah hak yang harus terus diperjuangkan dan diisi setiap hari melalui kerja keras dan konsistensi.
Mari jadikan peringatan kemerdekaan ini bukan sekadar pengingat sejarah, melainkan momentum untuk membakar kembali api perjuangan di dada kita masing-masing: berani berdiri di barisan depan perubahan demi masa depan yang lebih adil dan sejahtera.
































