Ketika Warisan Menguji Persaudaraan

Ketika Warisan Menguji Persaudaraan

- Author

Selasa, 7 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI, JEJAKNARASI.ID – Tidak sedikit keluarga yang hidup rukun selama bertahun-tahun justru mengalami keretakan setelah orang tua meninggal dunia. Saudara yang sebelumnya akrab menjadi saling curiga, komunikasi yang dulu hangat berubah menjadi dingin, bahkan hubungan kekeluargaan terputus hanya karena persoalan warisan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa warisan bukan semata-mata persoalan harta, tetapi juga persoalan keadilan dan hubungan antarmanusia. Ironisnya, konflik waris tidak selalu terjadi karena nilai harta yang besar. Banyak sengketa muncul akibat kurangnya keterbukaan, tidak adanya musyawarah, atau munculnya anggapan bahwa seseorang lebih berhak dibandingkan ahli waris lainnya.

Di tengah masyarakat masih sering dijumpai praktik menunda pembagian warisan. Alasannya beragam, mulai dari menghormati orang tua yang baru meninggal hingga keinginan menjaga kerukunan keluarga. Namun, penundaan yang terlalu lama justru sering menimbulkan masalah baru. Ketika harta warisan tidak segera diselesaikan, kepentingan masing-masing ahli waris berkembang, sementara kejelasan hak semakin kabur. Akibatnya, konflik yang semula tidak ada perlahan mulai muncul.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persoalan juga kerap terjadi ketika salah satu ahli waris menguasai rumah, tanah, atau aset peninggalan keluarga dalam waktu yang lama. Penguasaan tersebut sering menimbulkan kesan bahwa harta itu menjadi miliknya sendiri. Padahal, dalam perspektif hukum maupun hukum Islam, harta warisan pada prinsipnya merupakan hak bersama para ahli waris sampai dilakukan pembagian sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Dari Air Mata Trisakti ke Kursi Empuk: Aktivisme yang Dijual Murah

Islam menempatkan warisan sebagai bagian dari keadilan. Islam mengatur pembagian warisan secara rinci untuk melindungi hak setiap ahli waris dan mencegah terjadinya perselisihan. Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa warisan bukan ruang untuk memperturutkan kepentingan pribadi, melainkan amanah yang harus diselesaikan secara adil.

Sayangnya, masih banyak keluarga yang menganggap pembicaraan mengenai warisan sebagai hal yang tabu. Padahal, keterbukaan dan musyawarah justru menjadi kunci untuk mencegah konflik. Membahas warisan bukan berarti mengharapkan kematian, tetapi merupakan upaya memastikan bahwa hak dan kewajiban setiap anggota keluarga dapat diselesaikan secara baik.

Perlu disadari, bahwa nilai terbesar dari sebuah warisan bukanlah rumah, tanah, atau tabungan yang ditinggalkan, melainkan keharmonisan keluarga yang tetap terjaga setelah pewaris tiada. Tidak ada harta yang cukup berharga untuk ditukar dengan putusnya tali persaudaraan. Karena itu, pembagian warisan hendaknya dilakukan secara adil, terbuka, dan mengedepankan musyawarah sesuai dengan ketentuan hukum dan nilai-nilai agama.

 Edukasi mengenai hukum kewarisan juga perlu terus ditingkatkan agar setiap anggota keluarga memahami hak dan kewajibannya, sehingga potensi perselisihan dapat dicegah sejak awal. Warisan sejatinya adalah amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab, menjadi sarana mempererat silaturahmi, bukan sumber sengketa yang memecah belah keluarga.

Penulis : Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel

Berita Terkait

TPA Jatiwaringin Terbakar: Alarm Keras atas Gagalnya Tata Kelola Sampah
LC Bukan untuk Dicintai Tapi Dinikmati
Damai di Luar Pengadilan: Jalan Keluar atau Jalan Pintas dari Keadilan?
Penghasilan Istri Lebih Tinggi: Benarkah Mengancam Keharmonisan Rumah Tangga?
Orang Tua dan Rumah Tangga Anak: Nasihat atau Campur Tangan?
Mahasiswa Di Era AI: Belajar atau Bergantung?
Cerai Muda dan Krisis Kesiapan Menikah di Era Digital
Konflik PKB dan PDI Perjuangan dalam Perspektif Demokrasi dan Etika Politik
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:58 WIB

Ketika Warisan Menguji Persaudaraan

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:55 WIB

TPA Jatiwaringin Terbakar: Alarm Keras atas Gagalnya Tata Kelola Sampah

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:19 WIB

LC Bukan untuk Dicintai Tapi Dinikmati

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:36 WIB

Damai di Luar Pengadilan: Jalan Keluar atau Jalan Pintas dari Keadilan?

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:37 WIB

Penghasilan Istri Lebih Tinggi: Benarkah Mengancam Keharmonisan Rumah Tangga?

Berita Terbaru

Opini

Ketika Warisan Menguji Persaudaraan

Selasa, 7 Jul 2026 - 14:58 WIB