TANGSEL, JEJAKNARASI.ID – SMP Negeri 20 Tangerang Selatan (Tangsel) di Kecamatan Setu kini menempati gedung baru. Proyek tersebut merupakan pembangunan total dari nol, bukan revitalisasi, yang menggantikan struktur bangunan lama yang dinilai tidak layak.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangsel, Ade Suprizal, menegaskan bahwa tidak ada bangunan lama yang dipertahankan dalam proyek ini. Seluruh struktur dibongkar dan dibangun ulang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan jangka panjang.
“Itu pembangunan bukan revitalisasi, tetapi bangun total. Jadi hampir tidak ada bangunan lama yang direvitalisasi lalu ditambah-tambahkan. Dibongkar total dan dibangun dari nol,” ujar Ade. Ia menambahkan, selama proses konstruksi berjalan, para siswa sempat dipindahkan sementara ke sekolah lain.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, kondisi SMPN 20 Tangsel memang jauh dari memadai. Kepala SMPN 20 Tangsel, Frida Tesalonika, mengungkapkan bahwa sekolah hanya memiliki sekitar 10 ruang kelas.
Bahkan, satu ruang terpaksa dialihfungsikan menjadi laboratorium komputer untuk menunjang pembelajaran.
“Kami tidak memiliki lapangan untuk anak-anak berolahraga. Halaman sekolah penuh tanaman dan lumut, untuk upacara bendera saja sering kesulitan karena ruangnya terbatas,” kata Frida.
Kini, kondisi tersebut berubah. Sekolah telah memiliki lapangan olahraga berukuran setengah lapangan basket yang dirancang multifungsi, dapat digunakan untuk basket, voli, hingga futsal.
Selain itu, sekolah kini menampung 24 rombongan belajar (rombel) dengan jumlah ruang penunjang yang lebih banyak.
Frida menuturkan, kehadiran fasilitas baru berdampak pada peningkatan kehadiran siswa. Ia mencontohkan, tingkat kehadiran tetap tinggi bahkan saat hujan turun, serta banyak orang tua yang menyampaikan anak-anak mereka senang dengan perubahan lingkungan sekolah.
“Mereka (orang tua) banyak menyampaikan anak-anak senang dengan perubahan sekolah,” ungkapnya.
Pembangunan gedung baru tersebut didukung oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Dinas Pendidikan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), serta peran serta masyarakat dan komite orang tua siswa. (Adv)
































