LC Bukan untuk Dicintai Tapi Dinikmati

LC Bukan untuk Dicintai Tapi Dinikmati

- Author

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

OPINI, JEJAKNARASI.ID – Gemerlap lampu malam, alunan musik, dan kehadiran perempuan-perempuan berpenampilan menarik di setiap sudut ruangan telah menjadi gambaran yang identik dengan dunia hiburan malam: pub, kafe, hingga ruang karaoke (music room).

Di kota-kota besar Indonesia, keberadaan LC nyaris tak terpisahkan dari kehidupan malam. LC umumnya dikenal sebagai perempuan muda, cantik, dan enerjik yang menjadi bagian dari industri hiburan tersebut.

LC merupakan singkatan dari Lady Companion, atau yang kerap disebut Pemandu Lagu (PL). Profesi ini sering dipandang negatif oleh sebagian orang. Namun, di sisi lain, ada pula yang melihat bahwa LC memiliki peran tersendiri dalam dunia hiburan malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi pemilik kafe atau pub, kehadiran LC menjadi daya tarik tambahan. Karena itu, para LC biasanya berpenampilan menarik agar mudah dilirik oleh para tamu.

Dalam praktiknya, LC bertugas mendampingi tamu, membantu memilih lagu, dan menemani mereka bernyanyi selama berada di tempat hiburan. Dari situlah mereka menjalankan pekerjaannya sebagai bagian dari layanan malam itu.

Lalu, bolehkah seorang tamu jatuh cinta kepada LC? Layakkah seorang LC dicintai sepenuh hati? Pertanyaan semacam ini kerap muncul ketika seseorang terpikat oleh pesona dan kepribadian seorang LC.

Sebagai penulis, saya mencoba melihat persoalan ini dari dua sudut pandang, dengan tetap berpegang pada kaidah jurnalistik: independen dan tidak mencampuradukkan penilaian pribadi secara serampangan.

Baca Juga :  Hukum Tidak Dapat Menggantikan Akhlak

Pada dasarnya, LC tetaplah manusia yang memiliki kehidupan pribadi sebagaimana orang lain. Ada yang masih lajang, ada pula yang telah berkeluarga, memiliki anak, atau suami.

Karena itu, jika berbicara tentang rasa cinta, maka yang harus dikedepankan adalah etika, kejelasan status, serta penghormatan terhadap kehidupan pribadi mereka.

Dalam bahasa candaan, ada anggapan bahwa sebagian laki-laki datang ke tempat hiburan malam karena tertarik pada penampilan LC. Pandangan ini mungkin dianggap lumrah oleh sebagian orang, meski tetap harus ditempatkan dalam batas kesopanan dan penghargaan terhadap profesi mereka sebagai manusia, bukan sekadar objek pandang.

Pada akhirnya, kita tidak bisa menilai karakter seseorang hanya dari profesinya. Tidak ada profesi yang secara otomatis menentukan baik atau buruknya seseorang. Karena itu, kita perlu lebih bijak dalam memandang pekerjaan orang lain dan tidak mudah memberikan stigma hanya karena profesi tersebut berada di lingkungan hiburan malam.

Judul “LC Bukan untuk Dicintai Tapi Dinikmati” sengaja dipilih sebagai penegasan bahwa LC adalah sebuah profesi. Jika seorang LC telah memiliki keluarga, maka yang patut kita “nikmati” bukan kehidupan pribadinya, melainkan cara ia bekerja: memandu lagu dengan ramah, santun, dan profesional.

Sekali lagi, LC bukan profesi yang patut dihina. Seperti pekerjaan lain, profesi ini tetap memiliki martabat dan nilai di mata orang-orang terdekat serta mereka yang menyayanginya.

Penulis : Iwan Suryana

Berita Terkait

Gengsi “Makan Cantik” yang Bikin Tabungan Sekarat!
Jemput Uang Tak Layak Edar, Tesalonika Edukasi Masyarakat tentang Rupiah
Menggeluti Dunia Wirausaha, Daffa Pimpin HIPMI PT Sumut
Salib Turun ke Bundaran HI, Sorban PBNU Masih di Istana
Jebakan Ulasan Palsu dan Bintang Lima dalam Belanja Online
Green Muamalah: Mengapa Investasi pada Perusak Lingkungan Adalah Transaksi yang Batil
Menakar Konstitusionalitas Kebijakan Pemerintah: Perpres 66/2025 dan PP 48/2025
Etika Adalah Wajah Bisnis Halal
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Gengsi “Makan Cantik” yang Bikin Tabungan Sekarat!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Jemput Uang Tak Layak Edar, Tesalonika Edukasi Masyarakat tentang Rupiah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Menggeluti Dunia Wirausaha, Daffa Pimpin HIPMI PT Sumut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:20 WIB

Salib Turun ke Bundaran HI, Sorban PBNU Masih di Istana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Jebakan Ulasan Palsu dan Bintang Lima dalam Belanja Online

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Echoes from the Land of the Dragon Raih Penghargaan di ART & TUR 2026

Senin, 2 Nov 2026 - 11:40 WIB

Ekonomi & Bisnis

Amryan Fajri, Mantri BRI yang Melayani Masyarakat Kepulauan Seribu

Senin, 2 Nov 2026 - 11:31 WIB

TNI - Polri

Prajurit Marinir Pasmar 3 Raih Juara 1 Trail Run 10K di Bogor

Senin, 2 Nov 2026 - 09:47 WIB