Cerai Muda dan Krisis Kesiapan Menikah di Era Digital

Cerai Muda dan Krisis Kesiapan Menikah di Era Digital

- Author

Sabtu, 20 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI, JEJAKNARASI.ID – Pernikahan yang seharusnya menjadi awal perjalanan panjang, kini bagi sebagian pasangan muda justru berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan. Fenomena ini memunculkan pertanyaan penting: mengapa pernikahan generasi muda semakin rentan berakhir dengan perceraian?

Masalah utama bukan pada berkurangnya keberanian untuk menikah, melainkan pada lemahnya kesiapan untuk menjalani realitas pernikahan. Banyak anak muda telah siap mencari pasangan hidup, tetapi belum cukup siap belajar menjadi pasangan hidup.

Di era digital, pernikahan sering dipandang sebagai pencapaian hidup yang harus dirayakan. Media sosial dipenuhi potret lamaran, akad, dan kehidupan rumah tangga yang tampak sempurna.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, tidak sedikit pasangan yang lebih fokus mempersiapkan pesta pernikahan daripada mempersiapkan kehidupan setelahnya. Padahal, tantangan sesungguhnya justru dimulai ketika pesta berakhir dan kehidupan rumah tangga berjalan sebagaimana adanya.

Kondisi tersebut sering melahirkan ekspektasi yang tidak realistis. Banyak pasangan membayangkan pernikahan sebagai kehidupan yang selalu harmonis dan membahagiakan.

Ketika berhadapan dengan persoalan ekonomi, perbedaan karakter, pembagian peran, atau tanggung jawab mengasuh anak, mereka mulai menyadari bahwa pernikahan membutuhkan lebih dari sekadar rasa cinta.

Selain itu, media sosial juga menghadirkan tantangan tersendiri. Kebiasaan membandingkan pasangan atau rumah tangga dengan kehidupan orang lain dapat menimbulkan ketidakpuasan.

Pada saat yang sama, kemampuan komunikasi dan pengelolaan emosi yang belum matang sering membuat konflik kecil berkembang menjadi masalah besar. Dalam banyak kasus, pasangan lebih sibuk mempertahankan ego daripada mencari solusi bersama.

Baca Juga :  Kepercayaan adalah Mata Uang Termahal dalam Bisnis

Tekanan ekonomi turut memperumit keadaan. Kenaikan biaya hidup dan tuntutan gaya hidup modern menjadi tantangan yang harus dihadapi banyak keluarga muda.

Ketika komunikasi dan kerja sama tidak terbangun dengan baik, persoalan ekonomi dapat menjadi pemicu keretakan rumah tangga.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan pranikah masih perlu diperkuat. Persiapan menikah seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek administratif dan seremonial, tetapi juga pada kesiapan mental, emosional, spiritual, dan finansial.

Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua individu, melainkan komitmen untuk bertumbuh bersama dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

Dalam perspektif Islam, pernikahan merupakan mitsaqan ghalizhan atau perjanjian yang kokoh. Karena itu, keberhasilan rumah tangga tidak hanya ditentukan oleh besarnya cinta pada awal hubungan, tetapi juga oleh kemampuan menjaga komitmen ketika menghadapi ujian.

Pada intinya, tingginya angka cerai muda tidak selalu menunjukkan ketidakberhasilan hubungan perkawinan, melainkan sering kali mencerminkan krisis kesiapan.

Di tengah budaya yang serba cepat, pernikahan tetap menuntut proses yang tidak instan. Karena itu, yang perlu dipersiapkan bukan hanya hari pernikahan, melainkan kemampuan menjalani hari-hari setelah pernikahan.

Sebab, rumah tangga yang kokoh lahir bukan dari kemeriahan resepsi saja, melainkan dari kedewasaan dua orang yang berkomitmen untuk bertahan dan bertumbuh bersama.

Penulis : Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel

Berita Terkait

Mengawal Semangat Kemerdekaan: Kiprah Polri dalam HUT ke-81 Republik Indonesia
Rumah Tangga Harmonis Bukan Hanya Soal Cinta
Keadilan Tidak Boleh Menjadi Barang Mewah
Spanyol : Sejarah, Kultur, Tata Kota, dan Sepak Bola sebagai Identitas Bangsa
Kepercayaan adalah Mata Uang Termahal dalam Bisnis
Hukum Tidak Dapat Menggantikan Akhlak
Ketika Warisan Menguji Persaudaraan
TPA Jatiwaringin Terbakar: Alarm Keras atas Gagalnya Tata Kelola Sampah
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Mengawal Semangat Kemerdekaan: Kiprah Polri dalam HUT ke-81 Republik Indonesia

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:41 WIB

Rumah Tangga Harmonis Bukan Hanya Soal Cinta

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:23 WIB

Keadilan Tidak Boleh Menjadi Barang Mewah

Senin, 20 Juli 2026 - 13:49 WIB

Spanyol : Sejarah, Kultur, Tata Kota, dan Sepak Bola sebagai Identitas Bangsa

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:34 WIB

Kepercayaan adalah Mata Uang Termahal dalam Bisnis

Berita Terbaru