Banjir di Sumatera, Legislator Maruli Siahaan Desak Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Penanganan Bencana.

Banjir di Sumatera, Legislator Maruli Siahaan Desak Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Penanganan Bencana.

- Author

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan (Foto: Hira/vel)

Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan (Foto: Hira/vel)

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan mendesak pemerintah pusat dan daerah memperkuat langkah penanganan bencana menyusul banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

Ia menegaskan bahwa gangguan aktivitas masyarakat sudah meluas dan membutuhkan intervensi yang lebih terkoordinasi.

 Maruli menjelaskan bahwa laporan yang diterimanya dari rumah aspirasi dan relawan menunjukkan kondisi lapangan masih sangat berat. 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 “Menurut laporan para relawan, hampir 75 persen warga di titik banjir terendam air hingga lutut bahkan mencapai satu meter,” katanya dalam keterangan tertulis dikutip dari lama Parlementaria, di Jakarta, Selasa (2/12/2025).

 Ia menambahkan bahwa banjir tidak hanya terjadi di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, tetapi juga merendam Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi yang merupakan wilayah dapilnya. Kondisi tersebut disebutnya sangat mengganggu aktivitas harian masyarakat.

 Mengenai prosedur penanganan, Maruli memastikan bahwa koordinasi pemerintah daerah telah berjalan. 

Ia menyampaikan, pemerintah provinsi, wali kota, BPBD, TNI–Polri, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama sudah turun membantu evakuasi warga dan menyediakan tempat aman sementara.” 

Meski demikian, Maruli menilai masih ada kekurangan peralatan dan personel akibat sebagian besar sumber daya awal terfokus pada bencana di Tapanuli Tengah.

 Politisi Fraksi Partai Golkar ini juga mengungkapkan bahwa sebagian warga yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah untuk membersihkan sisa banjir seiring menurunnya curah hujan. Namun ia menilai perlunya evaluasi lanjutan.

 “Jika diperlukan, Pemprov Sumut bisa meminta tambahan SAR dari pusat dan saya yakin pemerintah pusat akan segera merespons,” ujarnya.

 Selain itu, Maruli  menyoroti pentingnya pelayanan kesehatan darurat. Ia menjelaskan dinas kesehatan dan rumah sakit sudah digerakkan membuka pos kesehatan di kecamatan, terutama untuk lansia dan warga yang kelelahan 

Baca Juga :  PKB Usul Yogyakarta Jadi Laboratorium Bencana Nasional

Kendati demikian, Maruli mengingatkan agar hambatan distribusi bantuan kesehatan dan vitamin akibat akses yang terputus segera diatasi.

 Dalam kesempatan itu, Maruli menyebut bahwa relawan dari Rumah Aspirasi Maruli telah diperintahkan untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan warga. 

Ia menegaskan bahwa relawan kabupaten hingga kecamatan diminta membangun komunikasi aktif agar bantuan tepat sasaran.

 Maruli juga menyampaikan duka cita atas korban jiwa akibat banjir dan longsor. Ia merujuk pada laporan awal yang menyebut puluhan korban meninggal dunia di Medan dan Tapanuli Tengah. 

 “Saya pribadi merasa prihatin dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Semoga kita tabah dan tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan,” ujar Maruli dengan penuh empati.

 Ia memastikan seluruh jajaran Pemerintah dan Legislatif juga telah bergerak membantu masyarakat. Menurutnya, kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan elemen masyarakat adalah kunci mempercepat pemulihan.

Kondisi Terkini di Lapangan

 Hingga awal pekan ini, banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera Utara masih menyisakan kerusakan signifikan. 

Ribuan rumah dilaporkan terdampak, akses transportasi di beberapa daerah sempat terputus, dan ribuan warga membutuhkan bantuan dasar. 

 Pemerintah daerah telah memulai tahap pembersihan, pemulihan akses, serta penyaluran logistik yang mencakup makanan, perlengkapan darurat, hingga bantuan kesehatan. 

Meski cuaca berangsur membaik, otoritas kebencanaan tetap mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan akibat kondisi tanah yang masih labil.**

Berita Terkait

Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri
Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya
Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?
Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga
Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan
Mahfud MD Desak KPU dan Dit Dikdasmen Diperiksa Pasca MA Batalkan Suket Penyetaraan SMA Gibran
Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Ikuti Sanggabiz
Waskita Beton Precast Dorong Perempuan Berkarya di Konstruksi melalui Girls on Site
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:35 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri

Selasa, 3 November 2026 - 20:03 WIB

Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya

Selasa, 3 November 2026 - 18:22 WIB

Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?

Senin, 2 November 2026 - 22:54 WIB

Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga

Senin, 2 November 2026 - 15:02 WIB

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan

Berita Terbaru

Nasional

Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:03 WIB