Geruduk Gedung KPK , GMNI Jakarta Raya Minta Jokowi dan Kroninya Diperiksa .

Geruduk Gedung KPK , GMNI Jakarta Raya Minta Jokowi dan Kroninya Diperiksa .

- Author

Kamis, 16 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID, TANGSEL – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta geruduk gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menuntut agar KPK segera memeriksa mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya.

Tuntutan tersebut disampaikan Ketua GMNI Jakarta Raya Deodatus Sunda kepada awak media. Usai melaporkan Jokowi dan keluarganya atas dugaan telah melakukan korupsi.

“Kami mendesak KPK untuk segera memeriksa harta kekayaan Joko Widodo dan keluarganya, istri, anak-anaknya, menantinya,dan saudra-saudaranya,beserta para kroninya selama 10 tahun,” kata Deodatus di Halaman gedung Merah Putih Kuningan Jakarta, Kamis (16/7/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut, sesuai dengan pasal 27 ayat (1) UUD 1945, jika setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama.di mata hukum.termasuk mantan presiden dan keluarganya.

“KPK harusnya menjalankan tugas dengan tegas tanpa pandang bulu. Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas,”ucapnya.

GMNI juga mengkritik sikap yang dilakukan oleh KPK, menurut mereka KPK seolah pasif terhadap laporan tindak pidana,Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) oleh keluarga Jokowi yang sudah beberapa kali dilayangkan masyarakat.Salah salah satunya laporan dari GMNI Jakarta Raya pada 9 Agustus 2024 silam terkait dugaan KKN Jokowi dan keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, GMI Jakarta Raya juga menyoroti laporan dari Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), yang menempatkan Jokowi sebagai salah presiden terkorup di dunia.

Baca Juga :  Jokowi vs PDIP : Jebol Di Jateng, Mendominasi Di Jakarta dan Bali

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Jokowi melemahkan KPK secara signifikan, merusak institusi pemilihan umum. Serta mengarahkan peradilan untuk mendukung ambisi politik keluarganya, termasuk putranya, Gibran Rakabuming Raka.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan KPK yang menyebutkan tidak akan memproses kasus ini tanpa adanya laporan baru dari masyarakat. Padahal, sejumlah laporan sudah dilayangkan sejak beberapa tahun terakhir,” tegas Deodatus.

Menurutnya, laporan-laporan yang pernah diajukan mencakup dugaan gratifikasi berupa penggunaan jet pribadi oleh putra Jokowi, Kaesang Pangarep, serta laporan terkait sumber kekayaan fantastis keluarga mantan presiden tersebut.

“KPK seharusnya bergerak aktif. Ini bukan hanya soal menjaga citra lembaga, tetapi juga soal menyelamatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi,” tambahnya.

Deodatus Sunda menekankan pentingnya KPK segera memeriksa harta kekayaan Joko Widodo dan keluarganya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. la juga meminta agar KPK memanggil seluruh pihak terkait, termasuk istri, anak-anak, menantu, serta saudara- saudara mantan presiden, untuk dimintai keterangan.

“Kami meminta KPK segera meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan. Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci utama dalam pemberantasan korupsi. Jangan sampai lembaga ini dicap hanya menjadi alat politik kekuasaan,” pungkas Deodatus.**

 

Berita Terkait

Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional
276 Young Leaders PFmuda 2026 Ditantang Ubah Masalah Menjadi Solusi Berdampak melalui Case Challenge
KPK Dalami Dugaan Aliran Suap ATR/BPN Ratusan Miliar ke Kegiatan Muktamar Agustus Lalu
KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Ratusan Miliar di ATR/BPN
KPK Buka Peluang Bidik Proyek Pagar Laut Pasca Bongkar Skandal Dugaan Suap di ATR/BPN
Nursyahwa Syakila, Peserta Netra MTQ Nasional XXXI yang Hafal 30 Juz Lewat Metode Audio
Ini Alasan BPK Tidak Jadikan Kepala BPN Kota Tangerang Tersangka Kasus Suap HGB Ratusan Miliar
KPK Buka Peluang Jadikan PT Sumarrecon Tbk Tersangka Korporasi Perkara Dugaan Suap HGB Ratusan Miliar
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:16 WIB

Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 11:15 WIB

276 Young Leaders PFmuda 2026 Ditantang Ubah Masalah Menjadi Solusi Berdampak melalui Case Challenge

Kamis, 17 September 2026 - 15:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Aliran Suap ATR/BPN Ratusan Miliar ke Kegiatan Muktamar Agustus Lalu

Kamis, 17 September 2026 - 13:23 WIB

KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Ratusan Miliar di ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 - 12:19 WIB

KPK Buka Peluang Bidik Proyek Pagar Laut Pasca Bongkar Skandal Dugaan Suap di ATR/BPN

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Bittime Perluas Akses Futures Melalui Program Position Boost

Jumat, 18 Sep 2026 - 18:18 WIB

Ekonomi & Bisnis

Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

Jumat, 18 Sep 2026 - 18:15 WIB