JAKARTA, JEJAKNARASI.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melontarkan kritik keras terhadap rentetan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anies mendesak pemerintah untuk segera menekan rem darurat dan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan program prioritas nasional tersebut.
Dia menilai kasus keracunan yang terus berulang tidak bisa lagi dianggap sebagai kejadian biasa atau sekadar kesalahan teknis di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, skala korban yang sudah mencapai ratusan orang menunjukkan adanya masalah sistemik yang serius, mulai dari standar keamanan pangan, rantai distribusi, hingga pengawasan dapur penyedia.
“Korbannya ratusan siswa bahkan ada guru juga. Pertanyaan saya, berapa batas minimal jumlah korban anak-anak keracunan sampai kita mau anggap ini sebagai skandal, sebagai krisis besar, sebagai kasus luar biasa. Sehingga, kita mau tekan rem darurat untuk mau mengevaluasi secara total semuanya,” kata Anies, Selasa (08/09/2026).
Anies menekankan, program MBG memiliki tujuan baik untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Namun, niat baik tersebut tidak boleh mengorbankan keselamatan penerimanya. Dia mempertanyakan sampai kapan pemerintah akan terus melanjutkan program tanpa pembenahan menyeluruh, sementara korban terus berjatuhan di berbagai daerah.
Lebih lanjut, Anies mendesak pemerintah untuk membuka data secara transparan terkait jumlah kasus, penyebab keracunan, serta hasil audit terhadap dapur-dapur MBG.
Evaluasi total, menurutnya, harus mencakup standar higienitas, sertifikasi penjamah makanan, proses pengadaan bahan baku, waktu distribusi, hingga mekanisme pengawasan independen.
Terakhir, Anies mengingatkan bahwa kepercayaan publik menjadi modal utama keberhasilan program negara.
Jika kasus keracunan dibiarkan berlarut tanpa penanganan luar biasa, maka program yang seharusnya membantu justru akan menimbulkan ketakutan di kalangan siswa, guru, dan orang tua.




























