PEMALANG, JEJAKNARASI.ID – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa malam, 28 Juli 2026.
Penangkapan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, pada Rabu (29/7/2026).
OTT terhadap orang nomor satu di Pemalang ini menjadi OTT ke-18 yang dilakukan lembaga antirasuah sepanjang tahun 2026, sekaligus OTT kepala daerah yang ke-12 pada tahun yang sama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Benar, ujar Fitroh singkat saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (29/7/2026).
Selain menangkap sang bupati, KPK juga diketahui mengamankan sejumlah ruangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk ruang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pemalang, Joko Tri Asmoro, serta sebuah rumah di Perumahan Mutiara Residence, Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang.
Lalu, siapakah sosok Anom Widiyantoro sebenarnya? Simak profil lengkapnya berikut ini.
Anom Widiyantoro Baru Menjabat 17 Bulan
Anom Widiyantoro merupakan Bupati Pemalang untuk masa jabatan 2025–2030. Ia tergolong baru memimpin Kabupaten Pemalang baru sekitar 17 bulan setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025 lalu.
Kemenangannya di Pilbup Pemalang 2024 diraih saat berpasangan dengan Nurkholes, seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN). Pasangan yang diusung beranggotakan Partai Golkar, Perindo, PSI, Gelora, dan Partai Buruh ini berhasil mengantongi 278.043 suara atau sekitar 44,51 persen dari total suara sah.
Latar Belakang Profesional BUMN
Sebelum terjun ke dunia politik, pria kelahiran Cimahi, 20 Maret 1970, ini dikenal sebagai profesional yang malang melintasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Anom tercatat memiliki karir panjang di PT Wijaya Karya (Wika) selama kurang lebih 25 tahun (1996–2021). Di sana, ia pernah menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Staf Ahli, Auditor Internal, Kepala Seksi, Manajer Keuangan dan Personalia, Manajer Keuangan dan Operasi Departemen Luar Negeri, hingga General Manajer. Ia juga sempat menjabat sebagai Direktur di PT Wijaya Karya Realty.
Riwayat Pendidikan Anom Widiyantoro
Meski kini memimpin Pemalang, masa kecil hingga remaja Anom banyak dihabiskan di Jawa Barat. Ia merupakan alumni SD St. Yusuf Cimahi (1977–1983), SMP Negeri 1 Cimahi (1983–1986), dan SMA Negeri 4 Bandung (1986–1989).
Pendidikan tinggi ditempuh di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dengan mengambil jurusan Manajemen Keuangan dan meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE) pada tahun 1996. Tak puas dengan gelar sarjana, ia melanjutkan program Magister Manajemen di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung dan meraih gelar MM pada tahun 2005.
Hingga saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Anom Widiyantoro dan pihak-pihak lain yang turut diamankan. Meski telah mengonfirmasi penangkapan, KPK belum mengungkap kasus dugaan korupsi yang menjerat Anom maupun identitas pihak lain yang ikut diamankan.
Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak yang menangkap tangan tersebut.
Publik kini menantikan keterangan resmi lebih lanjut dari KPK mengenai detail kasus korupsi yang menyeret eks eksekutif BUMN tersebut.
































