Kemajuan Digital dan Pentingnya Etika Konsumsi

Kemajuan Digital dan Pentingnya Etika Konsumsi

- Author

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel. (Foto: Istimewa)

Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel. (Foto: Istimewa)

JEJAKNARASI.ID – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam cara manusia melakukan aktivitas ekonomi. Berbelanja, memesan layanan, melakukan pembayaran, hingga mengakses berbagai kebutuhan kini dapat dilakukan hanya melalui telepon genggam.

Kemudahan ini tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap berbagai pilihan barang dan jasa. Di banyak sisi, kemajuan digital menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang yang sebelumnya sulit dijangkau.

Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul perubahan yang tidak selalu disadari, yaitu berubahnya cara masyarakat mengambil keputusan konsumsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika dahulu seseorang memiliki lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan kebutuhan, membandingkan pilihan, dan menunda pembelian, kini keputusan sering diambil dalam waktu yang sangat singkat.

Berbagai fitur digital seperti rekomendasi produk, promo terbatas, siaran penjualan langsung, notifikasi, hingga sistem pembayaran yang semakin praktis membuat proses konsumsi menjadi semakin cepat dan sering kali lebih emosional.

Kemajuan digital pada dasarnya bukan sesuatu yang perlu dipertentangkan dengan nilai-nilai ekonomi syariah. Teknologi adalah alat yang dapat membawa manfaat besar apabila digunakan secara tepat. Platform digital membantu pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas, memberi kesempatan bagi usaha kecil untuk berkembang, serta mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhannya.

Karena itu, persoalan utama bukan terletak pada hadirnya teknologi, melainkan pada bagaimana teknologi memengaruhi pola konsumsi dan bagaimana manusia merespons kemudahan tersebut.

Baca Juga :  Tito Karnavian Apresiasi Layanan PBG 10 Jam Pemkot Tangerang

Dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah, aktivitas konsumsi bukan hanya persoalan membeli dan menggunakan barang. Konsumsi juga berkaitan dengan tanggung jawab moral dalam memanfaatkan harta. Harta tidak dipandang semata-mata sebagai alat untuk memenuhi keinginan, tetapi juga sebagai amanah yang penggunaannya perlu mempertimbangkan manfaat, keseimbangan, dan dampaknya.

Oleh karena itu, keputusan ekonomi idealnya tidak hanya didasarkan pada kemampuan membeli, tetapi juga pada pertimbangan apakah sesuatu memang diperlukan dan memberikan kemaslahatan.

Etika konsumsi menjadi semakin penting di era digital karena kemudahan transaksi sering kali mengurangi ruang untuk berpikir. Kemajuan teknologi seharusnya membantu manusia mengambil keputusan yang lebih baik, bukan justru mempercepat keputusan tanpa pertimbangan.

Karena itu, yang perlu dibangun di tengah kemajuan digital bukanlah sikap menolak teknologi atau kembali pada cara-cara lama, melainkan memperkuat kemampuan mengendalikan konsumsi. Memberi jeda sebelum membeli, memeriksa kembali kebutuhan, membaca informasi secara utuh, dan mempertimbangkan manfaat jangka panjang merupakan langkah sederhana yang semakin relevan dilakukan.

Kemajuan digital adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari dan tidak perlu ditakuti. Tantangan sesungguhnya bukan pada seberapa cepat teknologi berkembang, tetapi pada seberapa baik manusia menjaga nilai dalam menggunakannya.

Sebab teknologi yang maju akan memberi manfaat yang lebih besar ketika diiringi dengan etika konsumsi yang tetap terjaga.

Penulis : Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel

Berita Terkait

Pancasila 1 Juni: Warisi Apinya, Bukan Abunya
Ketika Viral Menjadi Standar Keadilan
Tabayyun yang Hilang dalam Transaksi Online
Nikah Muda di Era Digital: Siap Mental atau Sekadar Tren?
Diskon Besar Tetapi Kesadaran Kecil
Fenomena Flexing: Harga Diri Diukur dari Barang Mewah
Jual Beli Tanpa Kejujuran: Untung atau Menipu?
Jempol Cepat, Rapuh Adab
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 17:11 WIB

Kemajuan Digital dan Pentingnya Etika Konsumsi

Senin, 1 Juni 2026 - 16:59 WIB

Pancasila 1 Juni: Warisi Apinya, Bukan Abunya

Senin, 25 Mei 2026 - 14:46 WIB

Ketika Viral Menjadi Standar Keadilan

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:23 WIB

Tabayyun yang Hilang dalam Transaksi Online

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:44 WIB

Nikah Muda di Era Digital: Siap Mental atau Sekadar Tren?

Berita Terbaru

Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel. (Foto: Istimewa)

Opini

Kemajuan Digital dan Pentingnya Etika Konsumsi

Senin, 1 Jun 2026 - 17:11 WIB

Lorens Lanalo (Wakabid Organisasi dan Disiplin Ideologi DPC GMNI Jakarta Timur). (Foto: Istimewa)

Opini

Pancasila 1 Juni: Warisi Apinya, Bukan Abunya

Senin, 1 Jun 2026 - 16:59 WIB