JEJAKNARASI.ID – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam cara manusia melakukan aktivitas ekonomi. Berbelanja, memesan layanan, melakukan pembayaran, hingga mengakses berbagai kebutuhan kini dapat dilakukan hanya melalui telepon genggam.
Kemudahan ini tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap berbagai pilihan barang dan jasa. Di banyak sisi, kemajuan digital menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang yang sebelumnya sulit dijangkau.
Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul perubahan yang tidak selalu disadari, yaitu berubahnya cara masyarakat mengambil keputusan konsumsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika dahulu seseorang memiliki lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan kebutuhan, membandingkan pilihan, dan menunda pembelian, kini keputusan sering diambil dalam waktu yang sangat singkat.
Berbagai fitur digital seperti rekomendasi produk, promo terbatas, siaran penjualan langsung, notifikasi, hingga sistem pembayaran yang semakin praktis membuat proses konsumsi menjadi semakin cepat dan sering kali lebih emosional.
Kemajuan digital pada dasarnya bukan sesuatu yang perlu dipertentangkan dengan nilai-nilai ekonomi syariah. Teknologi adalah alat yang dapat membawa manfaat besar apabila digunakan secara tepat. Platform digital membantu pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas, memberi kesempatan bagi usaha kecil untuk berkembang, serta mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhannya.
Karena itu, persoalan utama bukan terletak pada hadirnya teknologi, melainkan pada bagaimana teknologi memengaruhi pola konsumsi dan bagaimana manusia merespons kemudahan tersebut.
Dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah, aktivitas konsumsi bukan hanya persoalan membeli dan menggunakan barang. Konsumsi juga berkaitan dengan tanggung jawab moral dalam memanfaatkan harta. Harta tidak dipandang semata-mata sebagai alat untuk memenuhi keinginan, tetapi juga sebagai amanah yang penggunaannya perlu mempertimbangkan manfaat, keseimbangan, dan dampaknya.
Oleh karena itu, keputusan ekonomi idealnya tidak hanya didasarkan pada kemampuan membeli, tetapi juga pada pertimbangan apakah sesuatu memang diperlukan dan memberikan kemaslahatan.
Etika konsumsi menjadi semakin penting di era digital karena kemudahan transaksi sering kali mengurangi ruang untuk berpikir. Kemajuan teknologi seharusnya membantu manusia mengambil keputusan yang lebih baik, bukan justru mempercepat keputusan tanpa pertimbangan.
Karena itu, yang perlu dibangun di tengah kemajuan digital bukanlah sikap menolak teknologi atau kembali pada cara-cara lama, melainkan memperkuat kemampuan mengendalikan konsumsi. Memberi jeda sebelum membeli, memeriksa kembali kebutuhan, membaca informasi secara utuh, dan mempertimbangkan manfaat jangka panjang merupakan langkah sederhana yang semakin relevan dilakukan.
Kemajuan digital adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari dan tidak perlu ditakuti. Tantangan sesungguhnya bukan pada seberapa cepat teknologi berkembang, tetapi pada seberapa baik manusia menjaga nilai dalam menggunakannya.
Sebab teknologi yang maju akan memberi manfaat yang lebih besar ketika diiringi dengan etika konsumsi yang tetap terjaga.
Penulis : Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel
























