Ini Komitmen Wamen Sudaryono Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional dari Tanah Jawara Untuk Indonesia Raya

Ini Komitmen Wamen Sudaryono Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional dari Tanah Jawara Untuk Indonesia Raya

- Author

Minggu, 19 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG, JEJAKNARASI.ID – Organisasi Pemuda Berdampak (PB) secara resmi menyusun dan menyerahkan Policy Brief bertajuk “Dari Tanah Jawara untuk Indonesia Raya: Penguatan Ketahanan Pangan Provinsi Banten melalui Transformasi Sektor Pertanian dan Peternakan” sebagai bahan paparan dalam agenda Kopdar Tani Bareng MasDar yang menghadirkan Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA. Dokumen tersebut memuat analisis strategis, data empiris, serta rekomendasi kebijakan untuk memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Banten.

Policy Brief ini disusun sebagai bentuk kontribusi intelektual dan partisipasi aktif Pemuda Berdampak dalam mendukung agenda nasional swasembada pangan. Dokumen tersebut menyoroti posisi strategis Provinsi Banten sebagai salah satu lumbung pangan nasional di wilayah barat Indonesia yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan distribusi pangan, namun masih menghadapi berbagai tantangan seperti alih fungsi lahan, rendahnya regenerasi petani, dampak perubahan iklim, hingga belum meratanya modernisasi pertanian.

Berdasarkan data yang dihimpun dalam Policy Brief, produksi padi Provinsi Banten mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2025 hingga mencapai sekitar 1,8 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau meningkat sekitar 16,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Capaian tersebut menempatkan Banten sebagai salah satu dari delapan besar provinsi penghasil beras nasional dan menjadi modal penting dalam mendukung target swasembada pangan Indonesia.

Melalui Policy Brief ini, Pemuda Berdampak mengajukan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), percepatan modernisasi pertanian berbasis teknologi, regenerasi petani muda, penguatan integrasi pertanian dan peternakan berbasis ekonomi sirkular, hilirisasi produk pangan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi profesi, dan komunitas kepemudaan.

Founder Pemuda Berdampak, Bagas Yulianto, menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dipandang hanya sebagai agenda pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda.

Baca Juga :  Wali Kota Serang Buka Suara Soal Dugaan Pencatutan Namanya Oleh Pihak Konsultan Pinjol, Siapkan Langkah Hukum

“Kami meyakini bahwa masa depan ketahanan pangan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh luasnya lahan atau tingginya produksi, tetapi juga oleh hadirnya generasi muda yang bersedia turun langsung membangun sektor pertanian dan peternakan. Melalui Policy Brief ini, Pemuda Berdampak ingin memberikan kontribusi nyata berupa gagasan yang berbasis data sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Banten sebagai pusat ketahanan pangan nasional di wilayah barat Indonesia,” Ujar Bagas, Minggu (19/07/2026).

Bagas juga menambahkan bahwa semangat ‘Dari Tanah Jawara untuk Indonesia’ merupakan ajakan kepada seluruh pemuda untuk menjadikan pertanian sebagai sektor yang modern, inovatif, dan membanggakan.

“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam agenda besar swasembada pangan. Kita harus menjadi pelaku perubahan, menghadirkan inovasi, memanfaatkan teknologi, mendampingi petani, serta membangun ekosistem pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Dari Tanah Jawara, kami ingin menunjukkan bahwa Banten mampu memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan pangan Indonesia,” ucapnya.

Sebagai organisasi kepemudaan, Pemuda Berdampak berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang kolaborasi melalui pendidikan, diskusi publik, pendampingan masyarakat, serta aksi nyata di bidang ketahanan pangan, sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

 

Melalui momentum Kopdar Tani Bareng MasDar, Pemuda Berdampak berharap rekomendasi yang tertuang dalam Policy Brief ini dapat menjadi masukan strategis bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada petani, peternak, serta generasi muda sebagai penerus pembangunan sektor pangan Indonesia.

“Dari Tanah Jawara, kita menanam harapan. Dari Tanah Jawara, kita menguatkan ketahanan pangan. Dari Tanah Jawara, kita menjaga kedaulatan bangsa.”

Berita Terkait

Pemuda Berdampak Audiensi dengan DPRD Banten, Bahas Pendidikan, Ketahanan Pangan, dan Literasi Menuju Indonesia Emas 2045
Pemuda Berdampak Gelar Diskusi Interaktif Serial II Bahas Pendidikan, Inovasi, dan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Rangers For Clean Bersama Noesantara Waste Solusion Inisiasi Program Perempuan Masa Kini di Peringatan HLHS 2026
Mahasiswa dan Pemuda di Banten Gelar Diskusi Publik Dorong Transparansi Serta Akuntabilitas Program MBG
Penutupan Kongres ke-V BEM Banten Bersatu: Pendidikan Berdampak untuk Indonesia Maju
Wali Kota Serang Buka Suara Soal Dugaan Pencatutan Namanya Oleh Pihak Konsultan Pinjol, Siapkan Langkah Hukum
Polres Serang Resmi Tetapkan 5 Tersangka Kasus Pengeroyokan Wartawan dan Humas KLH
Aktifis Perempuan Tangerang Kecam Dugaan Intimidasi Terhadap Jurnalis Saat Peliputan di PT GRS
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:41 WIB

Ini Komitmen Wamen Sudaryono Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional dari Tanah Jawara Untuk Indonesia Raya

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:08 WIB

Pemuda Berdampak Audiensi dengan DPRD Banten, Bahas Pendidikan, Ketahanan Pangan, dan Literasi Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:46 WIB

Pemuda Berdampak Gelar Diskusi Interaktif Serial II Bahas Pendidikan, Inovasi, dan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 8 Juni 2026 - 20:41 WIB

Rangers For Clean Bersama Noesantara Waste Solusion Inisiasi Program Perempuan Masa Kini di Peringatan HLHS 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 20:39 WIB

Mahasiswa dan Pemuda di Banten Gelar Diskusi Publik Dorong Transparansi Serta Akuntabilitas Program MBG

Berita Terbaru