Etika Adalah Wajah Bisnis Halal

Etika Adalah Wajah Bisnis Halal

- Author

Minggu, 18 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI, JEJAKNARASI.ID – Perkembangan industri halal di Indonesia saat ini telah mengalami lompatan besar. Label halal tidak lagi sekadar menempel pada sektor makanan, melainkan telah menggurita ke perbankan, kosmetik, hingga lini busana.

Namun, di balik gemerlap sertifikasi massal tersebut, tersimpan sebuah pertanyaan besar: Apakah maraknya bisnis berlabel halal ini sudah dibarengi dengan penegakan etika bisnis yang sepadan?

Realitas di lapangan sering kali memperlihatkan adanya jurang pemisah yang lebar antara formalitas hukum dan substansi moral. Kita masih menemui lembaga keuangan syariah yang secara administratif bebas riba, namun sistem penagihannya (debt collection) cenderung menindas nasabah kecil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sektor riil, tidak jarang produsen berlabel halal mengeksploitasi pekerjanya dengan upah di bawah standar, atau melakukan praktik monopoli yang mematikan pelaku usaha mikro (dhuafa).

Fenomena ini menunjukkan terjadinya reduksi makna halal yang sangat dangkal. Halal sering kali dijebak dalam definisi fikih sentris yang kaku, hanya sebatas bebas dari unsur zat yang haram.

Bisnis halal hari ini rawan terjebak menjadi sekadar komoditas komersial dan strategi pemasaran (marketing gimmick) untuk meraup ceruk pasar Muslim yang masif. Industri kita kerap lupa bahwa dalam fondasi ekonomi Islam, aspek halal tidak pernah bisa dipisahkan dari aspek thayyib (kebaikan, kualitas, dan kepantasan). Dan jembatan utama untuk menghubungkan keduanya adalah etika.

Baca Juga :  Keadilan Tidak Boleh Menjadi Barang Mewah

Etika adalah wajah asli dari bisnis halal. Sebuah produk tidak bisa serta-merta diklaim sebagai produk ekonomi syariah yang ideal jika dalam proses hulu hingga hilirnya mencederai nilai-nilai keadilan sosial (‘adalah). Sertifikasi halal di atas kertas hanyalah pemenuhan formalitas administratif.

Namun, bagaimana sebuah korporasi memperlakukan karyawannya, menjaga kelestarian lingkungan, serta menetapkan harga yang jujur tanpa memanipulasi konsumen adalah wujud nyata dari etika bisnis yang menjadi ruh dari hukum ekonomi Syariah.

Jika bisnis halal mengabaikan etika, industri ini hanya akan melahirkan model kapitalisme baru yang memakai jubah agama; sebuah sistem yang tetap eksploitatif namun dilegitimasi dengan istilah syariah.

Oleh karena itu, reorientasi ekosistem industri halal sudah sangat mendesak. Lembaga pemeriksa halal dan pemangku kebijakan tidak boleh hanya menguji kandungan zat fisik produk di laboratorium, melainkan harus mulai mengintegrasikan audit etika bisnis.

Pada akhirnya, kejayaan ekonomi syariah tidak boleh hanya diukur dari kuantitas sertifikat halal yang diterbitkan oleh negara.

Indikator keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika bisnis halal mampu menjadi teladan moral di tengah liarnya pasar modern. Karena pada titik tertingginya, halal bukan sekadar tentang apa yang kita konsumsi, melainkan tentang bagaimana cara kita memperlakukan sesama dengan penuh keadilan.

Berita Terkait

Jurnalis Bukan Musuh Masyarakat dan Bukan Musuh Pemerintah, Kami Mitra Informasi Publik Untuk Keadilan 
Hari Tani Nasional, Ade Awaludin: UU Reforma Agraria Harus Jadi Instrumen Pemberdayaan Petani
Utang Demi Pernikahan, Bahagia atau Terbebani?
UMKM Bukan Sekadar Jualan, Tapi Perjuangan untuk Bertahan
Kasus Keracunan Akibat MBG Meningkat, Aktivis Mahasiswa UIN Jakarta Desak Pemerintah Hentikan MBG
Mencari Muka: Anatomi Parasit Sosial di Balik Perburuan Panggung Personal
Kuliah 4 Tahun, Tapi Dunia Kerja Lebih Tanya Kamu Bisa Apa
Arisan Online: Tradisi Sosial atau Justru Potensi Masalah?
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Etika Adalah Wajah Bisnis Halal

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Jurnalis Bukan Musuh Masyarakat dan Bukan Musuh Pemerintah, Kami Mitra Informasi Publik Untuk Keadilan 

Jumat, 25 September 2026 - 02:27 WIB

Hari Tani Nasional, Ade Awaludin: UU Reforma Agraria Harus Jadi Instrumen Pemberdayaan Petani

Rabu, 23 September 2026 - 08:59 WIB

Utang Demi Pernikahan, Bahagia atau Terbebani?

Jumat, 11 September 2026 - 16:26 WIB

UMKM Bukan Sekadar Jualan, Tapi Perjuangan untuk Bertahan

Berita Terbaru

Opini

Etika Adalah Wajah Bisnis Halal

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:17 WIB