Indonesia Gabung Board of Peace, Begini Tanggapan Pengamat Ujang Komarudin

Indonesia Gabung Board of Peace, Begini Tanggapan Pengamat Ujang Komarudin

- Author

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin. (Foto: Ist)

Pengamat Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin. (Foto: Ist)

JEJAKNARASI.ID.JAKARTA – Pengamat Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menyoroti langkah strategis Indonesia.

Sorotan tersebut, terkait bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) pada era pemerintahan Presiden Prabowo.

Menurut Ujang, keikutsertaan ini membuka ruang diplomasi baru bagi Indonesia untuk berperan lebih aktif dalam mendorong perdamaian Palestina dan stabilitas Gaza.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza, Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi penyambung aspirasi rakyat Palestina.” ungkap Ujang dalam keterangannya di Jakarta Kamis (29/1/2026).

Ujang juga mengatakan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dinilai sebagai sikap konsisten yang terus dijaga oleh para pemimpin nasional dari masa ke masa.

“Para pemimpin Indonesia dari waktu ke waktu selalu konsisten berada di barisan terdepan dalam membela kemerdekaan Palestina. Sikap ini sejalan dengan Pembukaan UUD 1945 yang secara tegas menolak penjajahan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Baca Juga :  RK-Atalia Sepakat Cerai, Tegaskan Tak Ada Pihak Ketiga

Lebih lanjut, Founder Literasi Politik Indonesia itu juga menuturkan kehadiran Indonesia dalam Board of Peace Gaza dapat memperkuat peran Indonesia sebagai aktor global dalam mengawal isu-isu kemanusiaan.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia dinilai mampu memainkan peran penyeimbang di tengah kompleksitas geopolitik Timur Tengah, sekaligus mendorong dialog yang lebih inklusif dan berkeadilan.” katanya.

Sementara itu, ia mengingatkan Dewan Perdamaian Gaza perlu di awasi dengan ketat, agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu yang justru berpotensi mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.

“Karena sudah bergabung, ke depan Indonesia harus jeli, harus mengawasi, harus cermat dalam memainkan peran di dalam. Jangan sampai digunakan untuk kepentingan tertentu di luar kemerdekaan rakyat Palestina.” tegasnya.

Berita Terkait

Politikus PDIP Sebut Negara Ikut Picu Konflik Agraria Lewat Kesalahan Penetapan Izin
Kasus Dugaan Gratifikasi Tambang Mengarah Ke Ketua Harian PSI, Pengamat: Ini Ujian
Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi
Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi
Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029
Wacana Prabowo Dua Periode, Arifki Chaniago Sebut Berpotensi Menggeser Fokus Kerja Kabinet
Jokowi Turun Gunung untuk PSI, Begini Komentar Pengamat Politik Arifki Chaniago
Partai Baru Langsung Tentukan Capres, Pengamat: Politik Indonesia Masuk Era “Early Booking” Pilpres 2029
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WIB

Politikus PDIP Sebut Negara Ikut Picu Konflik Agraria Lewat Kesalahan Penetapan Izin

Jumat, 11 September 2026 - 12:22 WIB

Kasus Dugaan Gratifikasi Tambang Mengarah Ke Ketua Harian PSI, Pengamat: Ini Ujian

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:01 WIB

Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:19 WIB

Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:38 WIB

Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029

Berita Terbaru