Partai Baru Langsung Tentukan Capres, Pengamat: Politik Indonesia Masuk Era “Early Booking” Pilpres 2029

Partai Baru Langsung Tentukan Capres, Pengamat: Politik Indonesia Masuk Era “Early Booking” Pilpres 2029

- Author

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua Partai baru yang telah dideklarasikan. (Foto : Ist)

Dua Partai baru yang telah dideklarasikan. (Foto : Ist)

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Deklarasi dua partai politik baru yang langsung mengunci dukungan calon presiden dinilai sebagai sinyal perubahan pola kontestasi politik nasional.

Partai Gema Bangsa secara terbuka menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto, sementara Partai Gerakan Rakyat memposisikan diri sebagai partai pendukung Anies Baswedan untuk Pemilihan Presiden 2029.

Pengamat politik, Arifki Chaniago menilai langkah ini menunjukkan bahwa politik Indonesia memasuki era baru yang bisa disebut sebagai “early booking” Pilpres, di mana partai bahkan belum melewati verifikasi dan pemilu legislatif, tetapi sudah menjual arah dukungan presidensial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar deklarasi dukungan, melainkan strategi branding. Partai baru hari ini tidak lagi menjual ideologi atau program, tetapi menjual kepastian: mereka berdiri di kubu siapa,” ujar Arifky yang juga merangkap Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia dalam keterangannya Selasa(20/1/2026)

Menurutnya, fenomena ini menandai pergeseran fungsi partai politik. Jika sebelumnya partai menjadi arena kaderisasi dan perumusan gagasan, kini sebagian partai baru lahir justru sebagai instrumen elektoral untuk figur tertentu. Capres bukan hasil proses partai, melainkan titik awal kelahiran partai itu sendiri.

Deklarasi dini tersebut juga dibaca sebagai respons atas semakin padatnya pasar politik. Dengan banyaknya partai dan figur yang bersaing, partai baru memilih jalan pintas untuk langsung mengikat emosi pemilih lewat tokoh yang sudah dikenal publik.

Baca Juga :  Wacana Prabowo Dua Periode, Arifki Chaniago Sebut Berpotensi Menggeser Fokus Kerja Kabinet

“Dalam konteks ini, Pilpres 2029 diperlakukan seperti konser besar yang tiketnya dijual jauh-jauh hari. Siapa cepat memesan panggung, dia yang lebih dulu terlihat,” katanya.

Namun, strategi ini dinilai memiliki konsekuensi jangka panjang. Ketika identitas partai terlalu melekat pada satu figur, daya tawar partai bisa melemah jika dinamika politik berubah. Selain itu, ruang dialog kebijakan berisiko tergeser oleh narasi personalisasi politik yang berkepanjangan.

Arifki menambahkan, deklarasi cepat juga memperpanjang suhu kompetisi politik nasional. Polarisasi tidak lagi muncul menjelang pemilu, tetapi berpotensi menjadi latar permanen dalam kehidupan politik sehari-hari.

“Pilpres 2029 belum resmi dimulai, tetapi cara berpikir elite politik sudah berada di tahun itu. Ini pertanda bahwa siklus politik kita makin pendek, sementara masa kampanye makin panjang,” ujarnya.

Ia menutup dengan catatan bahwa publik perlu memahami dinamika ini sebagai perubahan irama demokrasi.

“Pilpres 2029 belum dekat secara kalender, tetapi secara politik sudah mulai berjalan. Siapa cepat menyiapkan diri dan mengunci kendaraan, dialah yang lebih siap memasuki arena,” pungkasnya.**

Berita Terkait

MKD Diminta Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan
Perindo Kota Tangerang Berbenah, Kader Tak Aktif Terancam Diganti 
RDP Komisi XIII DPR RI Memanas: Rieke Diah Pitaloka Bongkar Sederet Kejanggalan Sistem Lapas
Politikus PDIP Sebut Negara Ikut Picu Konflik Agraria Lewat Kesalahan Penetapan Izin
Kasus Dugaan Gratifikasi Tambang Mengarah Ke Ketua Harian PSI, Pengamat: Ini Ujian
Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi
Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi
Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:51 WIB

MKD Diminta Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Perindo Kota Tangerang Berbenah, Kader Tak Aktif Terancam Diganti 

Senin, 28 September 2026 - 14:59 WIB

RDP Komisi XIII DPR RI Memanas: Rieke Diah Pitaloka Bongkar Sederet Kejanggalan Sistem Lapas

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WIB

Politikus PDIP Sebut Negara Ikut Picu Konflik Agraria Lewat Kesalahan Penetapan Izin

Jumat, 11 September 2026 - 12:22 WIB

Kasus Dugaan Gratifikasi Tambang Mengarah Ke Ketua Harian PSI, Pengamat: Ini Ujian

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Hari Ini 5 November 2026, Cek Antam, UBS dan Galeri24

Kamis, 5 Nov 2026 - 01:08 WIB