Sepuluh Kepala Daerah Siap Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

Sepuluh Kepala Daerah Siap Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

- Author

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu proposal yang  mengikuti  Anugerah Kebudayaan PWI 2026. (Foto; PWI Pusat)

Salah satu proposal yang mengikuti Anugerah Kebudayaan PWI 2026. (Foto; PWI Pusat)

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Sebanyak 10 kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Labuhanbatu, Sumatera Utara, hingga Manokwari, Papua Barat, siap mengikuti tahap presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pada 8–9 Januari 2026 di Jakarta.

Tahapan ini menjadi penentu sebelum penyerahan Trofi Abyakta pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten, 9 Februari 2026.

Presentasi dilakukan untuk menguji sejauh mana para bupati dan wali kota menguasai serta mengimplementasikan program pemajuan kebudayaan di daerah masing-masing, sesuai topik yang diajukan dalam proposal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menjelaskan bahwa kesepuluh kepala daerah tersebut dipilih secara ketat oleh Dewan Juri setelah menelaah proposal dan dokumen pendukung yang sangat komprehensif.

“Berkas yang dinilai meliputi proposal utama, video kegiatan, dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), peraturan daerah, tautan pemberitaan media, hingga dokumentasi foto. Totalnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan halaman,” ujar Yusuf, yang telah menangani Anugerah Kebudayaan PWI Pusat sejak HPN 2016 di Lombok.

Untuk memastikan keabsahan dan kedalaman program, para kandidat diwajibkan mempresentasikan langsung gagasan dan capaian kebudayaan di hadapan Dewan Juri di kantor PWI Pusat.
Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Dewan Juri AK PWI–HPN 2026 berjumlah lima orang, berasal dari kalangan seniman, budayawan, akademisi, dan pimpinan pers nasional, yaitu:

– Dr. Nungki Kusumastuti (Dosen IKJ, penari, artis film)
– Agus Dermawan T. (Pengamat dan penulis seni budaya, penerima Anugerah Kebudayaan RI)
– Sudjiwo Tejo (Seniman, budayawan, anggota Tim Pakar PWI Pusat)
– Akhmad Munir (Dirut LKBN Antara, Ketua Umum PWI Pusat 2025–2030)
– Yusuf Susilo Hartono (Wartawan senior, pelukis, penyair)

Daftar Kepala Daerah Peserta Presentasi
Kesepuluh peserta terdiri atas tiga wali kota dan tujuh bupati, yakni:

Baca Juga :  AJP 2025 Siapkan Hadiah Rp300 Juta, Dorong Liputan Kemanusiaan di Wilayah Bencana Sumatera

– Wali Kota Malang, Jawa Timur, Wahyu Hidayat
– Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Andi Harun
– Wali Kota Mataram, NTB, Mohan Roliskana
– Bupati Lampung Utara, Lampung, Hamartoni Ahadis
– Bupati Temanggung, Jawa Tengah, Agus Setiawan
– Bupati Manggarai, NTT, Heribertus Geradus Laju Nabit
– Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman
– Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Maya Hasmita
– Bupati Manokwari, Papua Barat, Hermus Indou
– Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy Azis.

Tema Inklusif dan Berkelanjutan

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 mengusung tema “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Media dan Pers.” Dari tiga subtema yang ditawarkan, mayoritas peserta memilih subtema penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya yang inklusif.

Penilaian difokuskan pada keterkaitan program dengan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, termasuk aspek inovasi, keberlanjutan, serta dampak program bagi masyarakat lokal, nasional, hingga global.

Kategori Baru: Wartawan dan Komunitas

Memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan, AK PWI Pusat menambahkan kategori baru bertajuk “Wartawan dan Komunitas”. Kategori ini ditujukan bagi insan pers dan komunitas budaya yang konsisten berkarya minimal 10 tahun dan berdampak luas.

Dewan Juri telah menetapkan tiga penerima penghargaan kategori ini, yaitu:

– Rahmi Hidayati (Tangerang Selatan), mantan wartawan Bisnis Indonesia dan Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia, penggerak pengakuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
– Seno Joko Suyono (Jakarta/Bekasi), mantan wartawan Tempo, penggagas Borobudur Writers and Cultural Festival.
– Henri Nurcahyo (Surabaya), penggerak komunitas Panji hingga tingkat Asia dan internasional, turut memperjuangkan pengakuan Panji sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Ketiganya juga akan menerima Trofi Abyakta pada puncak peringatan HPN 2026 di Banten.**

Berita Terkait

Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri
Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya
Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?
Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga
Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan
Mahfud MD Desak KPU dan Dit Dikdasmen Diperiksa Pasca MA Batalkan Suket Penyetaraan SMA Gibran
Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Ikuti Sanggabiz
Waskita Beton Precast Dorong Perempuan Berkarya di Konstruksi melalui Girls on Site
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:03 WIB

Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya

Selasa, 3 November 2026 - 18:22 WIB

Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?

Senin, 2 November 2026 - 22:54 WIB

Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga

Senin, 2 November 2026 - 15:02 WIB

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Mahfud MD Desak KPU dan Dit Dikdasmen Diperiksa Pasca MA Batalkan Suket Penyetaraan SMA Gibran

Berita Terbaru