Guru dan Wartawan Jadi Kambing Hitam Keracunan MBG, PWI Jakpus Desak Kepala BGN Mundur

Guru dan Wartawan Jadi Kambing Hitam Keracunan MBG, PWI Jakpus Desak Kepala BGN Mundur

- Author

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, JEJAKNARASI.ID – Alih-alih meredam kepanikan publik, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono justru menyiram bensin. Dia menuding guru, orang tua murid, dan wartawan sebagai pihak yang “meramaikan” kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menyebut keributan itu bermotif ideologis-politis.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Pusat, Helmi AR, menilai pernyataan itu sebagai bentuk lepas tangan. Ia mendesak Sudaryono meminta maaf secara terbuka dan mundur dari jabatannya.

“Kepala BGN harusnya introspeksi. Keracunan MBG terjadi karena ada persoalan serius dalam desain kebijakan BGN sendiri. Masalahnya ada di internal BGN dan SPPG. Jadi salah alamat kalau yang disalahkan guru, sekolah, dan wartawan,” kata Helmi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Helmi, sumber masalahnya sederhana dan kasatmata: makananya, bukan sekolah, bukan pemberitaan. Karena itu ia mempertanyakan langkah BGN yang justru mengumpulkan para kepala sekolah untuk program literasi gizi, di saat laporan keracunan masih terus berdatangan.

“Yang keracunan itu anak-anak yang makan, bukan anak-anak yang membaca berita,” Sindirnya.

Baca Juga :  Gandeng Yayasan Buddha Tzu Chi dan Pemprov DKI, Kementerian PKP Bakal Renovasi 232 Rumah di Kecamatan Johar Baru

Soal tudingan ideologi, Helmi menyebut pernyataan Dadan tidak hanya keliru, tapi juga nihil empati terhadap korban.

“Kepala BGN harus bisa menjelaskan: apakah puluhan ribu orang yang keracunan itu karena masalah ideologi? Mereka muntah dan dirawat gara-gara beda pandangan politik?” ujarnya.

Pernyataan yang dipersoalkan itu disampaikan Sudaryono baru-baru ini. Ia menyebut ada tiga akar keramaian isu MBG, dan menempatkan faktor politik di urutan pertama.

“Satu, adalah ideologis, ini masalah urusan politik. Nomor satu. Yang ramein gurunya, yang ramein orang tua siswanya, yang ramein adalah wartawannya, yang ramein adalah orang-orang oknum yang LSM dan lain sebagainya, itu ideologis politis.” Kata Sudaryono.

Di sisi lain, BGN sendiri mengakui adanya celah di lapangan. Lembaga itu menegaskan bahwa pihak dapur dan pengawas gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebenarnya wajib mencicipi makanan sebelum didistribusikan sebuah prosedur yang, bila benar dijalankan, seharusnya menyaring makanan bermasalah sejak dari dapur.

Berita Terkait

Jakarta Rocktober 2026 Sukses Digelar PWI Jaya, Kesit Apresiasi Kreativitas Wartawan
Samsung Sukses Meriahkan Jakarta Running Festival 2026: Galaxy Runners Station Dipadati Pengunjung
Ketamin 1,16 Ton Berlayar dari Johor, Sekjen GMNI Jakarta Sampaikan Kritik Untuk Malaysia
Sekda GMNI Jakarta Apresiasi Polri Tetapkan 11 Korporasi Tersangka Karhutla
GMNI Jakarta Desak Gibran Tunjukan Ijazah, Gus Fakhier Ingatkan Pentingnya Stabilitas Politik
BRI BO Pluit Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin Buka UKW ke-66 PWI Jaya, Tekankan Akurasi Berita
Pengelolaan Air Jakarta Jadi Sorotan di Forum PBB, Arief Nasrudin Bawa Pengalaman PAM Jaya
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Jakarta Rocktober 2026 Sukses Digelar PWI Jaya, Kesit Apresiasi Kreativitas Wartawan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:39 WIB

Samsung Sukses Meriahkan Jakarta Running Festival 2026: Galaxy Runners Station Dipadati Pengunjung

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Ketamin 1,16 Ton Berlayar dari Johor, Sekjen GMNI Jakarta Sampaikan Kritik Untuk Malaysia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Sekda GMNI Jakarta Apresiasi Polri Tetapkan 11 Korporasi Tersangka Karhutla

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:04 WIB

GMNI Jakarta Desak Gibran Tunjukan Ijazah, Gus Fakhier Ingatkan Pentingnya Stabilitas Politik

Berita Terbaru