Sekretaris GMNI Jakarta Sebut Buku Baru Bahlil Jangan Jadi Alat Merendahkan Tokoh Lain: Cak Imin Tak Perlu Diajari Soal Gagasan dan Karya

Sekretaris GMNI Jakarta Sebut Buku Baru Bahlil Jangan Jadi Alat Merendahkan Tokoh Lain: Cak Imin Tak Perlu Diajari Soal Gagasan dan Karya

- Author

Selasa, 11 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, JEJAKNARASI.ID –  Sekretaris DPD GMNI DKI Jakarta, Gus Fakhier menanggapi pernyataan Bahlil Lahadalia yang ramai diperbincangkan publik terkait peluncuran buku barunya dan pernyataan yang menyeret nama Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Menurut Sekretaris DPD GMNI DKI Jakarta, peluncuran buku seharusnya menjadi ruang untuk menawarkan gagasan dan pertanggungjawaban intelektual kepada publik, bukan momentum untuk merendahkan atau membandingkan diri dengan tokoh politik lainnya.

“Kalau seseorang meluncurkan buku, ukurannya seharusnya adalah kualitas gagasan yang ditawarkan, bukan seberapa jauh dia bisa menyindir atau merendahkan tokoh lain. Jangan menjadikan buku sebagai panggung untuk mencari legitimasi politik,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyayangkan apabila benar terdapat pernyataan yang membawa-bawa Cak Imin dalam konteks kepemilikan atau kualitas buku. Menurutnya, Cak Imin memiliki perjalanan panjang dalam dunia politik, organisasi, pemerintahan, dan pemikiran kebangsaan sehingga tidak tepat jika kapasitas seseorang diukur hanya dari siapa yang memiliki atau menerbitkan buku.

“Cak Imin tidak perlu membuktikan kapasitasnya kepada siapa pun hanya karena ada politisi lain yang baru meluncurkan buku. Rekam jejak, gagasan, dan kontribusi seseorang kepada bangsa tidak ditentukan oleh banyaknya buku yang dipajang di rak,” ujarnya.

Sekretaris DPD GMNI DKI Jakarta menegaskan bahwa perdebatan gagasan merupakan hal yang sehat dalam demokrasi. Namun, kritik harus disampaikan secara substantif dan tidak berubah menjadi serangan personal.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat saat ini membutuhkan pemimpin yang mampu menjawab persoalan konkret bangsa, mulai dari ketimpangan ekonomi, lapangan pekerjaan, pendidikan, kesejahteraan masyarakat, hingga pembangunan yang berkeadilan.

Baca Juga :  Booknesia Segera Sosialisasikan Program Penulisan Buku ke Seluruh Anggota JMSI

“Indonesia tidak sedang kekurangan orang yang pandai membuat narasi. Yang dibutuhkan rakyat adalah gagasan yang bisa dijalankan dan keberanian untuk mempertanggungjawabkannya. Jadi jangan sibuk mengukur siapa punya buku dan siapa tidak, sementara persoalan rakyat masih begitu banyak,” katanya.

Menurutnya, Cak Imin sendiri dalam berbagai kesempatan telah aktif menyampaikan gagasan mengenai arah pembangunan dan ekonomi nasional. Dalam peringatan Harlah ke-28 PKB, misalnya, Cak Imin menyebut tema “Prabowonomics” sebagai bentuk kesungguhan PKB untuk bersama-sama membawa arah baru ekonomi nasional.

Karena itu, Sekretaris DPD GMNI DKI Jakarta meminta agar perdebatan politik dikembalikan pada adu gagasan, rekam jejak, dan keberpihakan kepada rakyat, bukan kompetisi personal mengenai siapa yang paling banyak buku atau paling hebat secara retorika.

“Kalau mau adu buku, silakan. Kalau mau adu gagasan, kami dukung. Tapi kalau buku baru dijadikan alasan untuk meremehkan tokoh lain, kami akan kritik. Cak Imin tidak perlu direndahkan untuk membuat Bahlil terlihat tinggi,” tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elite politik untuk menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

“Politik itu bukan perlombaan siapa yang paling pandai membangun citra. Politik adalah tentang siapa yang paling mampu memperjuangkan kepentingan rakyat. Jadi, mari adu gagasan, bukan adu gengsi,” pungkas Sekretaris DPD GMNI DKI Jakarta.

Berita Terkait

Promo Miras Berbalut Ayat Al-Qur’an, Sekda GMNI DKI Jakarta: Moral Anak Bangsa Jangan Dijadikan Permainan Marketing
Wasekjen DPP AMPI Leriadi: Produk Rapat Pleno IX Cacat Hukum Organisasi dan Tidak Memiliki Legitimasi
Tokoh Muda Tanah Abang Bela Kinerja Wali Kota Arifin: Kritik Harus Berbasis Fakta
Forum Pemred Kecam Sikap Arogan Hotman Paris Usai Lontarkan Ucapan ‘Lo Punya Otak Gak’ Ke Wartawan
Genmuda ISRI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Diasma Swandaru Ditunjuk Jadi Ketum
Pengurus DPC GMNI Jakarta Timur Periode 2025–2027 Resmi Dilantik
Peran Jurnalisme Dalam Memitigasi Persoalan Kemanusiaan
Menakar Batas Kebebasan Pers di Tengah Jerat UU ITE Era Digital
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:28 WIB

Sekretaris GMNI Jakarta Sebut Buku Baru Bahlil Jangan Jadi Alat Merendahkan Tokoh Lain: Cak Imin Tak Perlu Diajari Soal Gagasan dan Karya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:12 WIB

Promo Miras Berbalut Ayat Al-Qur’an, Sekda GMNI DKI Jakarta: Moral Anak Bangsa Jangan Dijadikan Permainan Marketing

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:13 WIB

Wasekjen DPP AMPI Leriadi: Produk Rapat Pleno IX Cacat Hukum Organisasi dan Tidak Memiliki Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:20 WIB

Tokoh Muda Tanah Abang Bela Kinerja Wali Kota Arifin: Kritik Harus Berbasis Fakta

Senin, 20 Juli 2026 - 08:11 WIB

Forum Pemred Kecam Sikap Arogan Hotman Paris Usai Lontarkan Ucapan ‘Lo Punya Otak Gak’ Ke Wartawan

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Polda Metro Jaya Amankan Enam Terduga Pelaku Curas Nasabah Bank

Senin, 10 Agu 2026 - 19:24 WIB