Krisis Sampah Tangsel Jadi Rapor Merah Pemerintahan Benyamin-Pilar di Akhir 2025

Krisis Sampah Tangsel Jadi Rapor Merah Pemerintahan Benyamin-Pilar di Akhir 2025

- Author

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat berat dikerahkan untuk mengangkut gunungan sampah di wilayah Tangsel (Foto: Istimewa)

Alat berat dikerahkan untuk mengangkut gunungan sampah di wilayah Tangsel (Foto: Istimewa)

JEJAKNARASI.ID. TANGSEL – Persoalan sampah yang kian memprihatinkan beberapa hari terakhir di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) jadi rapor merah pemerintahan Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan di penghujung tahun 2025 ini.

Tumpukan sampah yang menggunung di sudut-sudut kota Tangsel viral dan menjadi perbincangan di media sosial dan di masyarakat.

Dengan anggaran APBD besar, Ben-Pilar dinilai belum mampu memberi solusi yang kongkrit atas krisis pengelolaan sampah yang kian mengkhawatirkan. Terutama kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang saat ini kian mengkhawatirkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bau tak sedap yang sudah bertahun-tahun dirasakan warga disekitar TPA, bahkan sebagian warga ada yang menggunakan air galon untuk mandi dan lainnya. Karena menurut mereka air yang mereka gunakan sehari-hari sudah tercemari dampak dari tumpukan sampah yang telah menggunung di TPA tersebut.

Masalah sampah di Tangsel bukan hal baru, sejumlah pihak menilai persoalan ini sudah menjadi permasalahan kronis yang selalu berulang beberapa tahun ini.

Salah satu aktivis lingkungan, Helmi AR menilai, berbagai solusi strategis yang dijanjikan pemerintah belum menunjukan hasil yang signifikan.

Seharusnya masalah lingkungan jadi prioritas utama. Helmi mengatakan, wajar jika kami menilai, permasalahan sampah ini sebagai rapor merah kinerja Ben-Pilar di penghujung tahun 2025.

“Janji Ben-Pilar soal penanganan sampah belum terwujud, artinya tidak signifikan, seharusnya masalah sampah di Tangsel jadi prioritas utama. Wajar jika persoalan sampah yang belum maksimal sebagai rapor merah pemerintahan Ben-Pilar di akhir 2025 ini,” ujar Helmi kepada redaksi, Rabu (17/12/2025).

Baca Juga :  Guru Besar UIN Jakarta dorong Diplomasi Islam Indonesia untuk Keterbukaan Afganistan

Helmi menambahkan, program optimalisasi bank sampah, hingga pengelolaan sampah dengan teknologi modern sampai saat ini hanya sebatas konsep, belum terasa dampaknya bagi masyarakat.

Keseriusan pemerintah ralam perencanaan jangka panjang juga patut dipertanyakan. Rencana pembangunan fasilitas pengelolaan sampah alternatif maupun kerja sama dengan daerah lain kerap dinilai hanya sebatas wacana.

Lebih lanjut, Helmi menekankan bahwa tanpa kebijakan progresif dan berkelanjutan. Permasalahan sampah ini jadi bom waktu yang dapat mencoreng kinerja pemerintahan Ben-Pilar.

DPRD Tangsel Usul Perwal Darurat Sampah

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Tangsel, Paramitha, mendorong wali kota tangsel untuk segera menetapkan status darurat sampah.

Dia menilai, persoalan ini sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan dan membutuhkan langkah yang luar biasa dari kepala daerah.

Lebih lanjut, Paramitha mengusulkan agar Wali Kota segera menerbitkan Peraturan Walikota (Perwal) darurat sampah sebagai dasar hukum penanganan yang lebih tegas dan terukur.

“Wali Kota harus mengeluarkan Perwal darurat sampah yang memuat langkah-langkah taktis dan terintegrasi dalam penanganan sampah di Tangsel,” ucap Paramitha.

Dari pantauan di lapangan, sampah-sampah yang sebelumnya menggunung seperti di bawah flyover Ciputat saat ini sudah dilakukan pengangkutan secara bertahap.

menurut pengakuan warga, sampah tersebut dipindahkan ke lahan kosong aset milik Pemkot Tangsel di lahan Roxy Ciputat.

Berita Terkait

Lahan PSEL Tangsel Tunggu Appraisal, Pilar: Pembebasan 2,3 Hektare Ditargetkan 2026
Mahasiswa Flores di Tanah Rantau Berkumpul Saling Menguatkan di Tengah Duka Pasca Gempa
Antisipasi Abu Vulkanik, Polres Tangsel Bagikan 1.000 Masker di Jalan BSD
Pastikan Bangunan Aman dan Laik Huni, DCKTR Tangsel Gencar Sosialisasikan SLF
DCKTR Tangsel Gerak Cepat: Ribuan Liter Air Bersih Mengalir ke 160 Keluarga Terdampak Kekeringan di Keranggan
Dari 7,52% ke 8,58%: Rahasia Tangsel dalam Menambah Ruang Hijau di Tengah Kota Padat
Harga Daging Meroket di Pasar Ciputat, Pedagang Mengeluh Ditinggal Pembeli
DPD Muda Bergerak Tangsel Kolaborasi dengan HIPMA Jakarta: Solidaritas Kemanusiaan Bagi Korban Bencana di NTT
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:17 WIB

Lahan PSEL Tangsel Tunggu Appraisal, Pilar: Pembebasan 2,3 Hektare Ditargetkan 2026

Senin, 14 September 2026 - 08:40 WIB

Mahasiswa Flores di Tanah Rantau Berkumpul Saling Menguatkan di Tengah Duka Pasca Gempa

Selasa, 8 September 2026 - 14:54 WIB

Antisipasi Abu Vulkanik, Polres Tangsel Bagikan 1.000 Masker di Jalan BSD

Kamis, 3 September 2026 - 23:21 WIB

Pastikan Bangunan Aman dan Laik Huni, DCKTR Tangsel Gencar Sosialisasikan SLF

Rabu, 2 September 2026 - 21:54 WIB

DCKTR Tangsel Gerak Cepat: Ribuan Liter Air Bersih Mengalir ke 160 Keluarga Terdampak Kekeringan di Keranggan

Berita Terbaru