Koordinator BEM Banten Bersatu Ikut Menyoroti Kelangkaan Gas LPG 3 Kg

Koordinator BEM Banten Bersatu Ikut Menyoroti Kelangkaan Gas LPG 3 Kg

- Author

Rabu, 5 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto ( Foto : Istimewa)

Koordinator BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto ( Foto : Istimewa)

JEJAKNARASI.ID, BANTEN – Koordinator BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto, turut menyoroti soal kelangkaan Gas LPG 3 kg yang beberapa hari ini sedang viral di media sosial.

Saat ini masyarakat mengeluh karena kelangkaan LPG 3 kg tanpa disertai aturan main yang jelas dari penyalur yang ada di setiap wilayah Kabupaten/kota.

Bahkan yang mengejutkan saat ini yaitu Pemerintah resmi melarang pembelian LPG 3 kilogram di warung atau pengecer mulai 1 Februari 2025. Kini, pembelian gas melon tersebut hanya bisa dilakukan di pangkalan saja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagas Yulianto yang merupakan Koordinator Bem Banten Bersatu mengatakan, kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang melarang pengecer menjual tabung gas LPG 3 kg merupakan kebijakan yang dibuat ugal-ugalan.

“Kebijakan yang diterapkan sekarang adalah kebijakan yang dibuat ugal-ugalan. Kita melihat ketidaksiapan pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan ini, terlihat bagaimana antrian panjang yang begitu banyak di beberapa daerah” Ucap Bagas Yulianto, Selasa (04/02/2025).

Baca Juga :  BEM Banten Bersatu Tolak Pengesahan RUU TNI Jadi Undang - Undang

Menurutnya, kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 37 Tahun 2023, yang mengatur bahwa hanya subpenyalur dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diperbolehkan menjual LPG 3 kilogram.

Bagas pun mengungkapkan, hal ini akan membuat masyarakat semakin sulit dan susah. Bahkan akan berdampak besar bagi masyarakat, ketika keputusan kementerian ini di terapkan apalagi jika melihat kepelosok-pelosok desa di setiap kabupaten/kota.

“Rasa-rasanya arah gerak kabinet merah putih para menteri-menteri tidak selaras dengan kebijakan presiden. Ini bagian evaluasi besar-besar dalam tahap 100 HARI KINERJA KABINET MERAH PUTIH YANG MEMBUAT RAKYAT MERINTIH,” tegasnya. **

Berita Terkait

Pilar Saga Ingatkan Lurah Se-Tangsel Jaga Integritas, Keluarga Diminta Jadi Pengingat
Temui Wawalkot Serang, Pemuda Berdampak Dorong Kolaborasi Petani Gen Z dan Pemberdayaan Pemuda
Forpamnas: FPP Tirta Benteng Jadi Jembatan Pelanggan dan Perumda
Lahan PSEL Tangsel Tunggu Appraisal, Pilar: Pembebasan 2,3 Hektare Ditargetkan 2026
Mahasiswa Flores di Tanah Rantau Berkumpul Saling Menguatkan di Tengah Duka Pasca Gempa
Camat Dadang Apresiasi Siswi SMPN 2 Kelapa Dua yang Tampil di Jambore Nasional XII
Ribuan Pelari Ramaikan Tangerang 10K, The Ultimate10K Series Berlanjut ke Semarang
Kota Tangerang Suguhkan Culinary Day di The Ultimate 10K Series
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:28 WIB

Pilar Saga Ingatkan Lurah Se-Tangsel Jaga Integritas, Keluarga Diminta Jadi Pengingat

Rabu, 16 September 2026 - 07:21 WIB

Forpamnas: FPP Tirta Benteng Jadi Jembatan Pelanggan dan Perumda

Senin, 14 September 2026 - 14:17 WIB

Lahan PSEL Tangsel Tunggu Appraisal, Pilar: Pembebasan 2,3 Hektare Ditargetkan 2026

Senin, 14 September 2026 - 08:40 WIB

Mahasiswa Flores di Tanah Rantau Berkumpul Saling Menguatkan di Tengah Duka Pasca Gempa

Minggu, 13 September 2026 - 15:15 WIB

Camat Dadang Apresiasi Siswi SMPN 2 Kelapa Dua yang Tampil di Jambore Nasional XII

Berita Terbaru