BPS Catat Angka Kemiskinan Menurun, Legislator KH Maman Imanulhaq : Pemerintah Jangan Berpuas Diri

BPS Catat Angka Kemiskinan Menurun, Legislator KH Maman Imanulhaq : Pemerintah Jangan Berpuas Diri

- Author

Sabtu, 26 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB KH Maman Imanulhaq (Foto : Ist)

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB KH Maman Imanulhaq (Foto : Ist)

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data jumlah penduduk miskin di Indonesia. Disebutkan jika angka kemiskinan hingga Maret 2025 sebesar 23,85 juta jiwa atau 8,47 persen. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode tahun lalu.

Atas data BPS tersebut  Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanul Haq menilai capaian itu sebagai indikator perbaikan kondisi ekonomi nasional.

Oleh karena itu dia menekankan, pemerintah tidak boleh berpuas diri. Pasalnya, angka kemiskinan yang masih berada di kisaran hampir 9 persen tetap merupakan tantangan serius yang membutuhkan kerja keras dan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat kecil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penurunan angka kemiskinan ini patut disyukuri, tapi jangan sampai membuat pemerintah lengah. Masih ada hampir 24 juta saudara-saudara kita yang hidup dalam kondisi miskin. Ini bukan sekadar angka, tapi manusia yang harus kita perhatikan secara serius,” kata legislator yang akrab disapa Kiai Maman itu, Jumat (25/7/2025).

Kiai Maman menegaskan, pentingnya program pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan jaminan sosial untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Korupsi Penyaluran Beras Kembali Diungkit KPK, Begini Respon Kemensos

Bahkan, dirinya mendorong pemerintah agar lebih transparan dan tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan sosial, serta memperkuat sinergi antara pusat dan daerah.

“Pemerintah harus bekerja lebih keras lagi. Jangan hanya fokus pada angka statistik, tetapi pastikan kebijakan benar-benar menyentuh dan mengubah kehidupan masyarakat miskin. Penguatan data tunggal sosial nasional dan ekonomi nasional (DTSEN) dan kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci penting,” tegasnya.

Pengasuh Pondok pesantren Al Mizan Jatiwangi Majalengka berharap, dengan kerja keras dan keberpihakan yang nyata kepada rakyat kecil, Indonesia bisa mencapai target pengurangan angka kemiskinan yang lebih signifikan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono menyatakan, jumlah angka kemiskinan itu turun 0,2 juta jika dibandingkan September 2024. Dari sisi persentasenya, jumlah penduduk miskin terhadap total penduduk pada Maret 2025 mencapai 8,47 persen. Jika dibandingkan dengan September 2024 turun sebesar 0,1 persen

Menurut Ateng, profil kemiskinan Maret 2025 dihitung berdasarkan survei sosial ekonomi nasional atau Susenas Maret 2025. Susenas dilakukan setiap tahun dua kali yaitu Susenas Maret dan Susenas September.**

Berita Terkait

Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri
Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya
Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?
Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga
Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan
Mahfud MD Desak KPU dan Dit Dikdasmen Diperiksa Pasca MA Batalkan Suket Penyetaraan SMA Gibran
Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Ikuti Sanggabiz
Waskita Beton Precast Dorong Perempuan Berkarya di Konstruksi melalui Girls on Site
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:35 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri

Selasa, 3 November 2026 - 20:03 WIB

Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya

Selasa, 3 November 2026 - 18:22 WIB

Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?

Senin, 2 November 2026 - 22:54 WIB

Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga

Senin, 2 November 2026 - 15:02 WIB

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan

Berita Terbaru

Nasional

Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:03 WIB