Dewan Pembina JMSI Banten Encop Sopia Raih Gelar Doktor Ilmu Politik UI

Dewan Pembina JMSI Banten Encop Sopia Raih Gelar Doktor Ilmu Politik UI

- Author

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Pembina JMSI Banten, Encop Sopia meraih gelar Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia. (Foto: Istimewa)

Dewan Pembina JMSI Banten, Encop Sopia meraih gelar Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia. (Foto: Istimewa)

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Dewan Pembina Jaringan Media Siber (JMSI) Banten, Encop Sopia resmi menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan promotor, Co promotor, dan Tim Penguji dalam Sidang Senat Terbuka di Auditorium Juwono Sudarsono, Kampus FISIP Universitas Indonesia, Selasa (28/04/2026).

Sidang dipimpin oleh Prof.Dr. Ricardi S. Adnan, M.Si didampingi Promotor Prof. Dr.phil. Aditya Perdana, M.Si., Co Promotor, Dr. Sri Budi Eko Wardani, M.Si (Merangkap sebagai penyanggah), dan Tim  Penguji: Prof. Dr. Nurliah Nurdin, S.Sos, M.A;   Dra. Chusnul Mar’iyah, Ph.D’ Riaty Rafiudin, M.A., Ph.D; Irwansyah. S.I.P., Ph.D.

Pada sidang terbuka yang dihadiri Wakil Ketua Perempuan Indonesia Raya (PIRA), Dr. Paramitha WK; Direktur Eksekutif The Habibie Center, DR. Mohammad Hasan Ansori, Ph.D.;  Wakil Rektor 3 UIN Ciputat, Prof. Ali Munhanif,M.A., Ph.D;  Wakil Rektor Universitas Insan Cita Indonesia, Lely Pelitasari, S.P., M.E; Wakil Ketua DPRD Banten, Yudi Budi Wibowo; anggota Ombudsman RI, Nurzan Joher’ KPID Banten Dr. Efi Afifi; Direktur Kapal Perempuan, Misiyah; Ketua JMSI Banten, Wahyu Hariyadi; Ketua Eksekutif Kerajaan dan Keraton se-Indonesia, Shri Lalu Gde Pharma; dan para aktivis FORHATI Nasional, PB.HMI periode 1992, Komnas Perempuan, Kaukus Perempuan Politik Indonesia,  aktivis LSM, dan undangan lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Sidang Senat Terbuka itu, Encop Sopia  berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Mendorong Representasi Substantif Perempuan di Tingkat Lokal: Studi Lahirnya Peraturan Daerah Berperspektif Gender di DPRD Kabupaten Pandeglang, Banten, dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Periode 2019 – 2024).” walaupun dihujani dengan sejumlah pertanyaan kritis.

Disertasi tersebut  menyimpulkan,  representasi substantif perempuan dalam proses legislasi Perda Pengarusutamaan Gender (PUG) di Pandeglang dan Karawang tidak dapat dipahami hanya dari jumlah perempuan yang duduk di DPRD. Kehadiran perempuan melalui kebijakan afirmasi memang membuka pintu representasi formal dan deskriptif, tetapi transformasi menuju representasi substantif sangat bergantung pada kapasitas aktor perempuan, dukungan kelembagaan, serta konteks sosial-politik lokal.

“Dengan mengintegrasikan teori representasi terintegrasi dan pendekatan Historical Institutionalism, penelitian ini menunjukkan bahwa representasi substantif muncul melalui hubungan kausal yang tidak linier, melainkan dipengaruhi oleh dinamika aktor, struktur, dan legitimasi simbolik,” jelasnya.

Temuan penelitian ini, ujarnya,  menegaskan struktur kelembagaan di kedua daerah masih sangat dipengaruhi oleh warisan historis patriarki. Path dependency membentuk pola interaksi politik, resistensi terhadap isu gender, serta keterbatasan ruang bagi perempuan dalam proses legislasi.

Baca Juga :  Buka 3JICF, Ketua KPPU Beberkan Urgensi Reformasi Hukum Persanigan Usaha di Era Algoritama

Namun, hambatan struktural tersebut tidak bersifat deterministik. Aktor perempuan di legislatif dan eksekutif mampu memanfaatkan celah institusional melalui strategi bertahap seperti layering, conversion, dan negosiasi lintas aktor.

Di Pandeglang, lanjutnya, strategi legislatif dan dukungan eksekutif menjadi kunci; sementara di Karawang, penguatan kelembagaan eksekutif dan tata kelola responsif gender menjadi jalur utama lahirnya Perda PUG. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa representasi substantif tidak hanya ditentukan oleh aktor perempuan di lembaga formal, tetapi juga oleh kekuatan koalisi lintas sektor.

Lebih lanjut, wanita yang menyelesaikan gelar S-2  di University of Hawai‘i at Mānoa, Amerika Serikat ini menegaskan, organisasi perempuan, termasuk yang berbasis keagamaan, memainkan peran penting dalam membangun legitimasi sosial, memperkuat advokasi, dan menjembatani aspirasi masyarakat dengan proses legislasi.

Sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat sipil menciptakan ekosistem representasi yang memungkinkan kebijakan responsif gender tumbuh meskipun struktur politik lokal masih sarat norma patriarkal.

Secara keseluruhan, imbuh sosok yang juga menjadi anggota F-Gerindra DPRD Provinsi Banten ini juga menekankan, lahirnya Perda PUG di Pandeglang dan Karawang merupakan hasil interaksi historis antara struktur dan agensi. Perubahan kebijakan gender tidak terjadi secara revolusioner, tetapi melalui proses bertahap yang konsisten, adaptif, dan kolaboratif.

Representasi substantif perempuan di tingkat lokal terbukti dapat muncul meskipun representasi deskriptif belum mencapai ambang kritis, selama terdapat aktor perempuan strategis, dukungan kelembagaan, dan koalisi sosial yang kuat. Temuan ini memperkaya teori representasi dan feminist historical institutionalism, sekaligus memberikan pijakan praktis bagi penguatan kebijakan responsif gender di daerah.

Di pengujung akhir, Promotor Prof. Dr.phil. Aditya Perdana, M.Si menyampaikan hasil penilaian Tim Penguji. Disebutkan, Encop Sopia dinyatakan berhak menyandang gelar Doktor  dengan yudisium Sangat Memuaskan.

“Encop Sopia merupakan peraih gelar Doktor Ilmu Politik ke 150 di FISIP UI, dan merupakan perempuan peraih  gelar Doktor Ilmu Politik ke-42 FISIP UI,” ungkapnya.

Usai Sidang itu, Encop mendapatkan ucapan selamat dan berfoto bersama dengan Promotor. Copromotor, Tim Penguji. dan para undangan secara bergantian. (/red)

Berita Terkait

Kenang Sosok Pejuang Hak Buruh, Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk
Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur
Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini
Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola
13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif
Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di RS Polri Belum Teridentifikasi, Polisi Fasilitasi Pengecekan oleh Keluarga
Pernah Tersandung Kasus Penyebaran Berita Bohong, Berikut Profil Menteri LH Jumhur Hidayat
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:14 WIB

Kenang Sosok Pejuang Hak Buruh, Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:05 WIB

Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:31 WIB

Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:25 WIB

13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif

Berita Terbaru