Indonesia Resmi Jadi Anggota BRICS, Begini Komentar Legislator Firman Soebagyo

- Author

Senin, 21 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Firman Soebagyo (Foto : Ist)

Anggota DPR RI Firman Soebagyo (Foto : Ist)

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA- Indonesia resmi bergabung dengan BRICS sebagai anggota penuh pada tanggal 6 Januari 2025, seperti yang diumumkan oleh pemerintah Brasil. 

Bergabungnya Indonesia ini menandai perluasan BRICS dan membuka peluang baru bagi kerja sama ekonomi dan diplomasi, meskipun juga terdapat tantangan yang perlu diwaspadai. 

Anggota DPR RI Firman Soebagyo mengatakan ada dampak positif dan negatif yang harus diamati Pemerintah karena sudah masuk dalam keanggotaan BRICS.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Firman dari peningkatan pengaruh global, BRICS merupakan kelompok ekonomi emerging yang berpengaruh, sehingga bergabung dengan BRICS dapat meningkatkan pengaruh Indonesia di forum internasional. 

Terlebih, BRICS dapat menjadi mitra dagang yang potensial bagi Indonesia, meningkatkan perdagangan dan investasi. 

“Bergabung dengan BRICS dapat membantu Indonesia mengurangi ketergantungan pada ekonomi Barat dan meningkatkan diversifikasi ekonomi,” kata Firman kepada wartawan, Minggu (20/7/2025). 

Baca Juga :  Ratusan Pelajar Ditangkap Saat Demonstrasi, Legislator Irma Suryani Minta Jangan Ditahan

Disisi lain, Firman berpandangan Amerika Serikat (AS) mungkin tidak senang dengan bergabungnya Indonesia ke BRICS, karena BRICS dianggap sebagai kelompok yang menantang dominasi ekonomi Barat. 

Apalagi, lanjut legislator dapil Jateng III ini  BRICS memiliki kepentingan yang berbeda-beda, sehingga Indonesia perlu memastikan bahwa kepentingannya sejalan dengan kelompok tersebut. 

“Bergabung dengan BRICS memerlukan implementasi kebijakan yang efektif untuk memanfaatkan peluang dan mengatasi tantangan,” tegas politikus senior Golkar ini. 

Untuk itu, Firman yang juga Waketum KADIN ini mengingatkan dalam membuat keputusan, Indonesia perlu mempertimbangkan kepentingan nasional dan melakukan analisis yang komprehensif tentang potensi manfaat dan risiko bergabung dengan BRICS.

Berita Terkait

OJK Batalkan Izin MP3E Neo Bank, Ini Konsekuensinya
Luncurkan Bundling Flagship Bersama Xiaomi, XL SMART Hadirkan Jaringan Digital Premium
Sempat Ditunda, KPPU Kembali Gelar Sidang Pemeriksaan Operator Seluler Jepang NTT DOCOMO Minggu Depan.
Bertemu Menteri Desa dan PDT, Ketua KPPU Siap Dukung dan Kawal Penguatan Kopdes Merah Putih
Sempat Tertunda, KPPU Kembali Sidangkan Perkara Dugaan Pelanggaran UU Nomor 5 Tahun 1999
Uji Coba Pertama, Sumur Libo SE 86 Pertamina Hulu Rokan Hasilkan 1.274 Barel per Hari
Parking Outlook 2026, Centrepark Perkuat Peran Parkir dan Dorong Mobilitas Perkotaan Indonesia
Bertemu Investor, Kemenko Perekomian Sampaikan Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:19 WIB

OJK Batalkan Izin MP3E Neo Bank, Ini Konsekuensinya

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:49 WIB

Luncurkan Bundling Flagship Bersama Xiaomi, XL SMART Hadirkan Jaringan Digital Premium

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:44 WIB

Sempat Ditunda, KPPU Kembali Gelar Sidang Pemeriksaan Operator Seluler Jepang NTT DOCOMO Minggu Depan.

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:39 WIB

Bertemu Menteri Desa dan PDT, Ketua KPPU Siap Dukung dan Kawal Penguatan Kopdes Merah Putih

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:50 WIB

Sempat Tertunda, KPPU Kembali Sidangkan Perkara Dugaan Pelanggaran UU Nomor 5 Tahun 1999

Berita Terbaru

Internasional

Trump Tolak Bantuan 2 Kapal Induk Inggris: Hanya Sekelas Mainan

Jumat, 27 Mar 2026 - 17:47 WIB