JEJAKNARASI.ID, TANGSEL – Nutrifood bersama Yayasan Guru Belajar (YGB) menggelar workshop tahap lanjutan bertajuk “Desain & Implementasi Pembelajaran PJOK Bermakna: Upaya Membangun Budaya Hidup Sehat di Sekolah” bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di wilayah Tangerang Raya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Nutrifood Physical Education Teacher (NPET) 2026 yang bertujuan memperkuat peran guru PJOK sebagai agen perubahan dalam mempromosikan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
Bertempat di Nutrihub Serpong pada Minggu (10/05/2026), acara ini disambut hangat oleh Bapak Graziano Chrisma Benaya beserta tim. Pembukaan resmi dilakukan oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Kelik Mubiyanto, S.Pd.SD.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Workshop luring ini diikuti oleh guru PJOK terpilih dari berbagai sekolah di Tangerang Raya dan sekitarnya. Seluruh peserta merupakan individu yang telah dinyatakan lulus pada pelatihan Tahap 1, sehingga berhak melanjutkan ke tahap pelatihan lanjutan yang diselenggarakan secara tatap muka di Nutrihub Serpong.
Program NPET 2026 hadir sebagai respons terhadap tantangan gaya hidup anak-anak saat ini, seperti kurangnya aktivitas fisik dan tingginya konsumsi gula serta lemak. Melalui pelatihan ini, para guru dibekali strategi pembelajaran kreatif yang mengintegrasikan nutrisi seimbang dan aktivitas fisik agar murid dapat mengadopsi kebiasaan sehat secara berkelanjutan.
Dalam sesi pelatihan di Serpong, materi dipandu oleh pelatih daerah Rita Hariyanti, serta didampingi oleh pendamping daerah Rudy Eko Wijaya dan Achmad Suwondo. Para peserta mendalami desain pembelajaran PJOK yang lebih bermakna (deep learning) agar dampak perubahan perilaku pada murid tidak bersifat sementara.
Mardi Wu, CEO Nutrifood, menekankan bahwa guru PJOK memiliki peran strategis dalam membangun fondasi kesehatan jangka panjang bagi anak-anak melalui literasi hidup sehat dan penguatan karakter. Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Operasional Yayasan Guru Belajar, Maman Basyaiban, menegaskan bahwa peran guru PJOK kini bertransformasi menjadi pemimpin perubahan gaya hidup, bukan sekadar pengajar keterampilan olahraga teknis semata.
Setelah workshop ini, para peserta akan melanjutkan ke tahap implementasi pembelajaran di sekolah masing-masing dengan pendampingan berkelanjutan hingga tahap akhir program. (/red)





















