Pengamat Politik Ini Sebut Langkah UI Anulir Gelar Doktor Bahlil Sangat Tepat

Pengamat Politik Ini Sebut Langkah UI Anulir Gelar Doktor Bahlil Sangat Tepat

- Author

Rabu, 5 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelar Doktor Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dianulir oleh UI (Foto: Humas Kemen ESDM)

Gelar Doktor Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dianulir oleh UI (Foto: Humas Kemen ESDM)

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Keputusan Universitas Indonesia (UI) menganulir gelar dan disertasi Bahlil Lahaladia dianggap sudah tepat. Pasalnya, jika tidak akan berisiko bagi perguruan tinggi di Indonesia, apalagi UI yang merupakan salah satu kampus ternama dan memiliki reputasi yang di akui di Asia bahkan di dunia.

Bukan hanya itu, DPR pun turut mengkritisi gelar doktor Bahlil yang menurut DPR ini menciderai sistem pendidikan Indonesia.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, peneliti American Global University (AGU),  Dr Jerry Massie, ikut mengomentari terkait disertasi Bahlil yang tengah menjadi sorotan Publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya sangat ajaib jika Bahlil bisa diterima UI yang memiliki klasifikasi pendidikan minimal cumlaude.

“Saya kira disertasinya itu bukan buatannya atau tak dikerjakan Bahlil. Satu contoh yang ajaib IPK Bahlil 2,7 mana mungkin mau diterima UI yang punya klasifikasi pendidikan minimal cumlaude atau IPK 3,5- 4.” Ungkap Jerry.

“Saya kira kemampuan otak yang katanya mantan sopir angkot atau mikrolet ini tak pantas menyandang gelar doktor di UI yang sudah melahirkan lulusan ternama dan terbaik seperti mantan Preaisen ke-3 mendiang Prof DR BJ Habibie, Menteri Keuangan DR Sri Mulyani, Prof DR Emil Salim, Prof DR (alm) Widjojo Nitisastro, Prof DR (Alm) Ali Whardana dan sebagainya.” Sambungnya, dikutip dari terasistana.com, Rabu (05/03/2025).

Baca Juga :  Hasil Investigasi, UI Resmi Tangguhkan Gelar Doktor Bahlil

Menurut Jerry, Bahlil pikir dengan jabatan Menteri ESDM maka otomatis dia bisa meraih gelar doktor dengan mudah atau ada kompensansi.

Ia menambahkan, dari tahun akademik saja sudah keliru. Belum lagi kemampuan bahasa asingnya (bahasa Inggris) kacau balau baru ijasah S1 dan S2 diduga tak terdaftar dipangkalan DIKTI.

“Ada banyak pelanggaran akademik maka dewan guru besar UI sangat profesional dalam menangani kasus Bahlil, ” pungkas Jerry.

“Barangkali kalau Jokowi masih presiden saya pastikan gelar Bahlil tak akan dibekukan atau disertasinya aman walau scopus-nya aneh dan dipublikasikan pun dijurnal yang aneh juga, ” tambahnya.

Lebih lanjut, jerry menilai pihaknya sebagai dosen yang pernah mengajar di sejumlah kampus maka dia meyakini Bahlil tak akan mampu menulis disertasi selain copy paste tulisan orang. Kata Jerry, untuk Tesis (S2) saja barangkali dia tak mampu menulisnya apalagi disertasi.

“Sudah Bahlil, Presiden Prabowo saja tak ada embel-embel doktor padahal dia orang cerdas dan kuliah disejumlah kampus ternama di luar negeri, ” tutur Jerry.

“Kredibilitas kampus UI dipertaruhkan dengan kasus Bahlil ini. Tapi baguslah UI mengedepankan aspek Tut Wuri Handayani dan juga sisi profesinalitas dan kredibilitas perguruan tinggi dijaga, ” tutupnya.

Berita Terkait

Politikus PDIP Sebut Negara Ikut Picu Konflik Agraria Lewat Kesalahan Penetapan Izin
Kasus Dugaan Gratifikasi Tambang Mengarah Ke Ketua Harian PSI, Pengamat: Ini Ujian
Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi
Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi
Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029
Wacana Prabowo Dua Periode, Arifki Chaniago Sebut Berpotensi Menggeser Fokus Kerja Kabinet
Jokowi Turun Gunung untuk PSI, Begini Komentar Pengamat Politik Arifki Chaniago
Indonesia Gabung Board of Peace, Begini Tanggapan Pengamat Ujang Komarudin
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WIB

Politikus PDIP Sebut Negara Ikut Picu Konflik Agraria Lewat Kesalahan Penetapan Izin

Jumat, 11 September 2026 - 12:22 WIB

Kasus Dugaan Gratifikasi Tambang Mengarah Ke Ketua Harian PSI, Pengamat: Ini Ujian

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:01 WIB

Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:19 WIB

Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:38 WIB

Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029

Berita Terbaru

Lifestyle

5 Oleh-oleh Favorite dari Jakarta yang Wajib Kamu Bawa Pulang

Sabtu, 19 Sep 2026 - 20:37 WIB

Kesehatan

Vaksin Meningitis Jadi Syarat Umrah, Kapan Waktu yang Tepat?

Sabtu, 19 Sep 2026 - 12:12 WIB