Mulai Hari Ini Pemerintah Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis, Berikut Cara Daftarnya

Mulai Hari Ini Pemerintah Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis, Berikut Cara Daftarnya

- Author

Senin, 10 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi : Cek Kesehatan (Foto : Istimewa)

Ilustrasi : Cek Kesehatan (Foto : Istimewa)

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia ,Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini akan dilaksanakan serentak  pada 10 Februari 2025  di 10.000 Puskesmas dan 15.000 klinik swasta yang telah bekerja sama dengan BPJS di seluruh Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini, sehingga dapat mencegah dampak yang lebih serius dan mengurangi biaya pengobatan di kemudian hari.

“Sebagian besar masyarakat baru pergi ke rumah sakit ketika kondisi sudah parah, yang tentunya membutuhkan biaya besar. Dengan pemeriksaan gratis ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatannya,” ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/2/2025).

Terpisah,Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas dr. Maria Endang Sumivi menghimbau masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan ini.

“Banyak orang tidak sadar memiliki masalah kesehatan hingga kondisinya memburuk. Dengan program ini, kami ingin masyarakat lebih peduli terhadap kesehatannya sejak dini,” pungkasnya.

Dengan adanya Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemerintah berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan rutin demi hidup yang lebih sehat dan berkualitas.


Siapa Saja yang Bisa Mengikuti Program Ini?

Program CKG terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bayi hingga lanjut usia. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan siklus hidup, dengan tiga kategori utama:

1. CKG Ulang Tahun

Usia 0-6 tahun dan 18 tahun ke atas

Dilaksanakan di Puskesmas dan klinik setiap ulang tahun hingga satu bulan setelahnya

2. CKG Sekolah

Usia 7-17 tahun

Dilaksanakan langsung di sekolah setiap awal tahun ajaran baru (Juli)

3. CKG Khusus

Ditujukan bagi ibu hamil dan balita

Dilaksanakan di Puskesmas dan Posyandu

Jenis Pemeriksaan yang Ditawarkan

Program ini mencakup berbagai pemeriksaan kesehatan berdasarkan kelompok usia. Berikut adalah 20 pemeriksaan utama bagi masyarakat dewasa (18-59 tahun) dan lansia (60 tahun ke atas):

 

1. Skrining merokok
2. Tekanan darah
3. Gula darah
4. Tuberkulosis
5. Risiko stroke & jantung (>40 tahun)
6. Fungsi ginjal (>40 tahun)
7. Kanker payudara (>30 tahun)
8. Kanker leher rahim (>30 tahun)
9. Kanker paru (>45 tahun)
10. Kanker usus besar (>50 tahun)
11.Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
12.Pemeriksaan telinga
13.Pemeriksaan mata
14. Pemeriksaan gigi
15.Pemeriksaan hati (Hepatitis B, C, Sirosis)
16. Skrining calon pengantin (Hb, Sifilis, HIV)
17. Status gizi
18. Kesehatan mental
19.Tingkat aktivitas fisik
20. Pemeriksaan geriatri (>60 tahun)

Sementara itu, untuk kelompok bayi dan balita, pemeriksaan mencakup skrining kekurangan hormon, deteksi penyakit jantung bawaan, penglihatan, pendengaran, dan gizi.

Cara Mendaftar Program CKG

Masyarakat dapat mendaftar melalui dua cara utama:

1️. Aplikasi SATUSEHAT Mobile

Unduh aplikasi melalui Google Play Store atau App Store

Buat akun/login, lalu isi data diri

Pilih tanggal pemeriksaan dan dapatkan tiket pemeriksaan digital


2️. WhatsApp Resmi Kemenkes

Kirim pesan ke nomor WhatsApp yang disediakan

Ikuti instruksi pendaftaran dan isi data diri

Dapatkan notifikasi tiket pemeriksaan

Peserta akan menerima pengingat otomatis H-30, H-7, dan H-1 sebelum jadwal pemeriksaan. Khusus H-7, peserta wajib mengisi kuesioner skrining kesehatan melalui aplikasi.

Pada hari pemeriksaan, peserta hanya perlu datang ke Puskesmas atau klinik dengan membawa:
1. KTP (18 tahun ke atas)
2. Kartu Keluarga (KK)
3.Kartu Identitas Anak (KIA) atau Buku Kesehatan Ibu & Anak (balita & ibu hamil).**

Berita Terkait

Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Dewan Pembina JMSI Banten Encop Sopia Raih Gelar Doktor Ilmu Politik UI
10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di RS Polri Belum Teridentifikasi, Polisi Fasilitasi Pengecekan oleh Keluarga
Pernah Tersandung Kasus Penyebaran Berita Bohong, Berikut Profil Menteri LH Jumhur Hidayat
Faktor Utama Gaji Ke-13 Pensiunan Batal Cair Bulan Juni 2026
Aturan Baru Alokasi Gaji Ke-13 Tahun 2026 Bagi PNS dan Pensiunan
Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Belum Tentu Cair Bulan Juni 2026, Ini Dasar Hukumnya
Menteri Nusron Pastikan Pembangunan Industri di Indramayu Tidak Merambah Lahan LSD
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 14:42 WIB

Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Selasa, 28 April 2026 - 20:37 WIB

Dewan Pembina JMSI Banten Encop Sopia Raih Gelar Doktor Ilmu Politik UI

Selasa, 28 April 2026 - 11:55 WIB

10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di RS Polri Belum Teridentifikasi, Polisi Fasilitasi Pengecekan oleh Keluarga

Senin, 27 April 2026 - 16:38 WIB

Pernah Tersandung Kasus Penyebaran Berita Bohong, Berikut Profil Menteri LH Jumhur Hidayat

Minggu, 26 April 2026 - 14:49 WIB

Faktor Utama Gaji Ke-13 Pensiunan Batal Cair Bulan Juni 2026

Berita Terbaru

Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel. (Foto: Istimewa)

Opini

Sunyi dalam Pernikahan

Senin, 4 Mei 2026 - 09:53 WIB