Menu

Mode Gelap

Kab Tangerang

Banjir Meluas di Kabupaten Tangerang, Ribuan Keluarga Terdampak

badge-check


					Ilustarasi Banjir (Foto : Pixabay) Perbesar

Ilustarasi Banjir (Foto : Pixabay)

Kabupaten Tangerang dilanda bencana banjir, hingga meluas di delapan kecamatan. Akibatnya lebih dari 5.500 kepala keluarga tempat tinggalnya tergenang air.

Fenomena ini diduga terkait erat dengan proyek pengembangan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) yang tengah berlangsung di kawasan tersebut.

Dullah, seorang warga Kecamatan Kronjo, mengungkapkan keprihatinannya atas situasi ini. “Sebelum adanya proyek PIK2, walaupun hujan sangat lebat banjir tidak setinggi seperti sekarang ini. Saat ini, daerah resapan banyak yang hilang karena diuruk,” tuturnya dikutip Kamis (30/1/2025).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ujar Sudrajat, membenarkan pernyataan tersebut. Ia melaporkan bahwa dalam dua hari terakhir, ribuan rumah di Kabupaten Tangerang terendam banjir.

“Lima kecamatan yang terendam banjir berada di wilayah pesisir Pantai Utara Kabupaten Tangerang. Pertama, Kecamatan Kronjo, Mauk, Sepatan, Sepatan Timur, Pakuhaji, dan Kosambi,” jelas Sudrajat.

Ketinggian air bervariasi, mulai dari setinggi lutut orang dewasa hingga mencapai satu meter di beberapa lokasi. Tiga kecamatan lainnya yang terkena dampak banjir adalah Pasar Kemis, Rajeg, dan Gunung Kaler.

“Jumlah warga yang terdampak banjir sedikitnya ada 5.535 KK. Sebagian di antaranya terpaksa mengungsi,” tambah Sudrajat.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Tangerang,Agun Guntara menjelaskan, banjir di Kecamatan Pasar Kemis dan Rajeg disebabkan oleh jebolnya tanggul. Namun, situasi paling parah terjadi di Perumahan Duta Bandara Permai, Kecamatan Kosambi.

“Permukiman di RW 09 hingga 13 yang terdampak banjir sebanyak 2.500 KK. Kemudian, di Desa Gelam Jaya RT 01 RW 015, Kecamatan Pasar Kemis sebanyak 410 KK,”bebernya.

Sebagai informasi, banjir yang melanda Kabupaten Tangerang ini tidak hanya disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, tetapi juga akibat meluapnya sungai-sungai yang melintasi wilayah tersebut. Situasi ini semakin diperparah dengan berkurangnya daerah resapan air akibat proyek pengembangan yang sedang berlangsung. **

 

Penulis : Ardhi 

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.
Lainnya

Bupati Tangerang Ikut Berbagi Kebahagiaan Dengan Anak Yatim di Rangkaian HUT JMSI Ke 6

5 Februari 2026 - 15:44 WIB

Dalam Rangka HUT Ke-6 dan HPN 2026, JMSI Banten Gelar Baksos Hingga Tanam Pohon di Sungai Cisadane

5 Februari 2026 - 11:44 WIB

Bangun Akhlak Pramuka, 350 Peserta Ikuti Junior Scout Festival di PP Daar el-Huda

27 Januari 2026 - 21:25 WIB

Tinjau Lokasi Banjir di Teluknaga, Bupati Maesyal: Kami Akan Panggil Pihak Pengembang

21 Januari 2026 - 21:00 WIB

Trending di Kab Tangerang