BPOM Bongkar Gudang Kosmetik Impor Ilegal Bernilai Rp 27 Miliar di Bojong Nangka Tangerang

BPOM Bongkar Gudang Kosmetik Impor Ilegal Bernilai Rp 27 Miliar di Bojong Nangka Tangerang

- Author

Sabtu, 6 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI, ID, TANGERANG – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap keberadaan gudang penyimpanan kosmetik impor ilegal asal Tiongkok di wilayah Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dalam pengungkapan tersebut, BPOM menemukan jutaan produk kosmetik tanpa izin edar yang diduga beredar secara ilegal di Indonesia dengan nilai ekonomi mencapai Rp27,6 miliar.

‎Pengungkapan dilakukan langsung oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, bersama jajaran BPOM, Jumat (05/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Dalam keterangannya kepada awak media, Taruna Ikrar menyebut gudang tersebut menjadi tempat penyimpanan berbagai produk kosmetik impor yang tidak memiliki izin edar resmi dan tidak memenuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia.

‎“Hari ini kita temukan gudang kosmetik impor ilegal. Jumlahnya tentu sangat besar, sehingga di tempat ini sangat jelas terlihat gudang penyimpanan kosmetik impor yang ilegal, yang tidak memiliki izin, tidak memiliki bahan kandungan, dan isi dari semuanya ini kita tidak tahu apa isinya,” ujar Taruna.

‎Berdasarkan hasil pemeriksaan, BPOM menemukan 956 item kosmetik dengan jumlah mencapai 2.082.039 pieces. Mayoritas produk yang diamankan merupakan kosmetik dekoratif atau produk rias wajah impor yang berasal dari Tiongkok.

‎Dari total temuan tersebut, sebanyak 890 item merupakan kosmetik tanpa izin edar dengan jumlah mencapai 1.818.245 pieces. BPOM memperkirakan nilai ekonomi dari seluruh barang yang ditemukan mencapai Rp27,6 miliar.

‎Menurut Taruna, peredaran kosmetik ilegal tersebut berpotensi menimbulkan kerugian masyarakat yang ditaksir mencapai Rp22,1 miliar, terutama dari sisi kerugian materi akibat penggunaan produk yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu.

‎Selain itu, negara juga berpotensi mengalami kerugian sekitar Rp5,5 miliar akibat praktik impor ilegal yang dilakukan melalui jalur tidak resmi tanpa memenuhi kewajiban perpajakan dan ketentuan impor yang berlaku.

Baca Juga :  Richard Lee Resmi Dilimpahkan ke Kejari Kota Tangerang, Jaksa Sebut Perkara Sudah Terang Benderang

‎ “Jadi jalur tidak resmi, ilegal, berarti dia tidak bayar pajak dan tidak memenuhi kewajiban lainnya. Nilai risiko kerugian negara diperkirakan mencapai Rp5,5 miliar,” jelasnya.

‎Ancaman Serius bagi Kesehatan Masyarakat

‎BPOM menegaskan bahwa bahaya kosmetik ilegal tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga dapat mengancam kesehatan masyarakat. Produk kosmetik yang tidak diketahui kandungannya berpotensi mengandung bahan berbahaya yang dapat menimbulkan iritasi, alergi, kerusakan kulit, luka permanen, hingga kecacatan.

‎Taruna menekankan bahwa perlindungan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pengawasan dan penindakan terhadap peredaran produk ilegal.

‎ “Kalau sudah merusak wajah, melukai, bahkan bisa membuat cacat, nilainya tidak bisa dihitung. Karena itu kami fokus pada perlindungan masyarakat,” tegasnya.

Hingga kini, BPOM masih melakukan proses penyidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas impor ilegal dan penyimpanan kosmetik tanpa izin edar tersebut. Penyidik juga tengah menelusuri jalur distribusi, jaringan pemasaran, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peredaran produk ilegal tersebut.

‎BPOM mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli produk kosmetik dengan selalu memeriksa nomor izin edar BPOM, keaslian produk, komposisi bahan, serta memastikan pembelian dilakukan melalui toko atau distributor resmi.

‎Pengungkapan gudang kosmetik ilegal di Bojong Nangka ini menjadi salah satu temuan besar BPOM sepanjang tahun 2026 dan menunjukkan masih maraknya peredaran produk kosmetik ilegal yang berpotensi membahayakan kesehatan konsumen serta merugikan negara. (/hs)

Berita Terkait

Dihuni Selama 40 Tahun, Rumah Peninggalan Kakek Berpindah Tangan karena Sengketa Utang
Alfamart dan Merries Gelar Posyandu Gratis di Tangerang, Sasar Kesehatan Ibu dan Anak
Konsolidasi Pemuda Berdampak Menuju Deklarasi Wilayah Kabupaten Tangerang
32 Tahun CitraRaya, Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah
Mutasi ASN Kabupaten Tangerang Disorot, Sejumlah Pengangkatan Dipertanyakan
Reses DPRD Kabupaten Tangerang, Iqrar dapat Keluhan Warga Gading Serpong Soal Parkir Berbayar
Maggot di TPS CitraRaya Tangerang Olah 320 Kg Sampah Organik Setiap Hari
Empat Mahasiswa UNTARA Diduga Alami Kekerasan saat HUT Kabupaten Tangerang Ke-394, Siapkan Laporan Polisi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:20 WIB

Dihuni Selama 40 Tahun, Rumah Peninggalan Kakek Berpindah Tangan karena Sengketa Utang

Senin, 2 November 2026 - 14:23 WIB

Alfamart dan Merries Gelar Posyandu Gratis di Tangerang, Sasar Kesehatan Ibu dan Anak

Senin, 2 November 2026 - 06:20 WIB

Konsolidasi Pemuda Berdampak Menuju Deklarasi Wilayah Kabupaten Tangerang

Minggu, 1 November 2026 - 14:10 WIB

32 Tahun CitraRaya, Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Mutasi ASN Kabupaten Tangerang Disorot, Sejumlah Pengangkatan Dipertanyakan

Berita Terbaru