JEJAKNARASI.ID, TANGERANG — Bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang, jalan yang mulus adalah investasi, bukan sekadar aspal dan beton. Dengan visi menghapus isolasi ekonomi di wilayah tertentu, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) bersiap memperbaiki jalur-jalur strategis penghubung antar-kecamatan pada tahun 2026.
Iwan Firmansyah, Kepala DBMSDA, menegaskan bahwa jalan yang mantap adalah kunci utama untuk memutar roda ekonomi. Dengan akses yang lancar, hambatan distribusi logistik yang selama ini menghantui diharapkan bakal sirna.
“Infrastruktur jalan yang mantap menjadi kunci utama dalam menggerakkan roda ekonomi serta mempermudah akses pelayanan publik. Dengan jalan yang mulus, distribusi logistik lancar, dan ekonomi warga pun terangkat,” jelas Iwan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek di 220 titik ini diharapkan menjadi “urat nadi” baru yang mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan.
Tidak tanggung-tanggung, dana segar senilai Rp345 miliar telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menyentuh 220 titik kerusakan jalan yang tersebar di berbagai wilayah.
Iwan Firmansyah, mengungkapkan bahwa proyek ambisius sepanjang 29 kilometer ini bukan sekadar mengejar target fisik. Menurutnya, setiap rupiah yang dikucurkan telah melalui kajian matang dengan mengedepankan skala prioritas pada jalur-jalur vital masyarakat.
“Alokasi anggaran kurang lebih Rp345 miliar ini diprioritaskan untuk perbaikan jalan sepanjang 29 kilometer yang mengalami kerusakan,” ujar Iwan.
Iwan juga menjamin seluruh proses, mulai dari persiapan teknis hingga tender, akan dikawal ketat secara transparan sesuai regulasi.
Menurutnya, langkah ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bentuk investasi nyata pemerintah bagi masyarakat. Ia menegaskan, perbaikan jalan diharapkan mampu menghapus hambatan akses yang selama ini mengisolasi wilayah tertentu secara ekonomi.
Pada 2026, sebanyak 220 titik jalan akan diperbaiki. Penentuan lokasi tersebut, lanjut Iwan, telah melalui kajian dengan mempertimbangkan jalur-jalur strategis yang menjadi urat nadi penghubung antar-kecamatan.
“Penentuan titik perbaikan dilakukan secara matang dengan skala prioritas, terutama pada jalur penghubung utama,” tegasnya.
Pemerintah daerah optimistis proyek ini dapat berjalan sesuai jadwal dan memberikan dampak signifikan bagi pembangunan daerah.
“Kami memastikan seluruh prosedur pengadaan berjalan sesuai regulasi. Dengan perencanaan yang tepat dan pelaksanaan transparan, target pembangunan jalan sepanjang 29 kilometer ini dapat tercapai,” tambahnya.
Sementara itu, aspirasi masyarakat turut mengemuka. Salah satu warga Perumahan Sudirman Indah, Tigaraksa, Subandi, berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat mendorong perbaikan Jalan Citeras–Tigaraksa yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.
Ia menyoroti kondisi jalan di Kampung Katomas yang mengalami kerusakan cukup parah dan membutuhkan perbaikan permanen.
“Kami berharap pemerintah kabupaten bisa mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Banten agar Jalan Raya Citeras–Tigaraksa, khususnya di Katomas, diperbaiki permanen. Jangan hanya pemeliharaan, karena dalam dua pekan biasanya sudah rusak lagi,” ujarnya. (Adv)





















