TANGSEL, JEJAKNARASI.ID – Musim kemarau yang berkepanjangan membuat delapan titik di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, mengalami kekeringan parah.
Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan tidak tinggal diam. Mereka langsung turun tangan menyuplai air bersih ke warga yang terdampak, bekerja sama dengan berbagai pihak.
Sekretaris DCKTR Budi Rachmat menjelaskan, distribusi dilakukan menggunakan mobil tangki milik UPTD Pengelolaan Air Limbah Domestik dan Penyediaan Air Minum berkapasitas 4.000 liter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengiriman bantuan air bersih ke lokasi terdampak di Kelurahan Keranggan kami lakukan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Perumdam,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Rabu (02/09/2026).
Tak hanya menyalurkan air secara langsung, DCKTR juga mendistribusikan 135 toren berkapasitas 2.000 liter ke sejumlah lokasi terdampak.
“Penyediaan toren ini bertujuan menampung suplai air bersih sesuai kajian analisis risiko bencana sekaligus menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari warga,” tambah Budi.
Kepala Subbagian UPTD Pengelolaan Air Limbah Domestik dan Penyediaan Air Minum, Emon Suryaman, mengungkapkan bantuan sudah berlangsung sejak awal Juli hingga Agustus.
Pada Jumat (07/08/2026), suplai dilakukan secara gabungan melibatkan BPBD Kota Tangsel, Dinas Lingkungan Hidup, PDAM Tirta Traya Cisadane Serpong, PT Sinarmas Land BSD, Polsek Cisauk, PMI Tangsel, Kelurahan Keranggan, serta pengurus RW dan RT setempat.
Wilayah terdampak meliputi: – RT 001/01 (15 KK), RT 002/01 (20 KK), RT 005/02 (20 KK), RT 006/02 (20 KK), RT 009/04 (25 KK), RT 009/05 (20 KK), RT 011/05 (15 KK), RT 012/05 (25 KK) Total 160 keluarga.
“Kami distribusikan 8.000 liter menggunakan mobil tangki 4.000 liter. Secara keseluruhan, 29.050 liter air bersih dari sumber Perseroda PITS, Perumda Tirta Kerta Raharja, dan PT Sinarmas Land BSD telah disalurkan,” tandas Emon.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa kekeringan tidak dibiarkan meresahkan warga. Bantuan terus mengalir agar kebutuhan air bersih tetap terjamin. (*)
































