SERANG, JEJAKNARASI.ID – Pemuda Berdampak melaksanakan audiensi, silaturahmi, dan diskusi kebangsaan bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten dengan mengangkat tema “Merawat Nilai Kebangsaan di Tengah Dinamika Politik: Pemuda Berdampak sebagai Penggerak Pancasila dan Demokrasi di Banten”.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara generasi muda dan pemerintah dalam membahas nilai-nilai kebangsaan, Pancasila, demokrasi, dinamika politik, serta pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten, Novriyadi Purwansyah, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Pemuda Berdampak yang secara aktif membangun ruang pengabdian dan mengambil peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengapresiasi Pemuda Berdampak yang memiliki inisiatif untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Semangat anak-anak muda seperti ini harus terus dijaga dan dikembangkan, karena pemuda memiliki peran penting sebagai generasi penerus bangsa sekaligus kekuatan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ucapnya.
Novriyadi juga menilai bahwa ruang dialog dan diskusi kebangsaan antara pemerintah dan generasi muda perlu terus diperkuat. Menurutnya, pemuda harus memiliki pemahaman yang baik terhadap Pancasila, demokrasi, kehidupan politik, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
“Kami berharap semangat pengabdian ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi dapat terus diwujudkan melalui karya, kegiatan sosial, pendidikan kebangsaan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pemerintah tentu terbuka untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan generasi muda,” kata Novri
Dalam diskusi, Pemuda Berdampak menekankan bahwa generasi muda perlu memahami dinamika politik secara kritis dan objektif. Pemuda tidak boleh apatis terhadap persoalan bangsa, namun juga harus mampu menjaga etika, persatuan, dan nilai-nilai Pancasila dalam menyampaikan pandangan politik.
Perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghilangkan persaudaraan, memperkuat polarisasi, maupun mengancam persatuan bangsa.
Founder Pemuda Berdampak, Bagas Yulianto, menyampaikan bahwa pemuda harus berani mengambil peran dalam kehidupan kebangsaan.
“Kami ingin pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam perjalanan bangsa. Pemuda harus berani hadir, berdiskusi, menyampaikan gagasan, dan mengabdikan diri untuk masyarakat serta negara. Bagi kami, Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus menjadi nilai yang hidup dalam setiap gerakan dan pengabdian,” ujar Bagas, Senin (24/08/2026).
Menurut Bagas, pemuda Banten memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga suasana demokrasi yang sehat dan membangun budaya politik yang mencerdaskan.
“Kita boleh berbeda pilihan politik dan berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa. Demokrasi harus menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” ucap Bagas.
Audiensi dan diskusi kebangsaan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antara Pemuda Berdampak dan Kesbangpol Provinsi Banten dalam membangun ekosistem kepemudaan yang memiliki wawasan kebangsaan, kesadaran politik, serta komitmen terhadap Pancasila dan NKRI.
Pemuda Berdampak juga mendorong agar ruang edukasi mengenai wawasan kebangsaan, Pancasila, demokrasi, literasi politik, dan literasi digital dapat terus diperluas kepada generasi muda di berbagai daerah.
Bagi Pemuda Berdampak, pengabdian kepada bangsa tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Pengabdian dapat dimulai dari keberanian untuk peduli, berbuat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
































