PKS Sebut Gerakan Anak Abah Coblos 3 Paslon Merusak Proses Demokrasi

PKS Sebut Gerakan Anak Abah Coblos 3 Paslon Merusak Proses Demokrasi

- Author

Selasa, 10 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA. Santer isu adanya Gerakan Anak Abah coblos tiga Pasangan Calon (Paslon) pada Pilkada di Jakarta menuai berbagai tanggapan, salah satunya dari Sekretaris Pertimbangan Wilayah PKS Jakarta, M Taufik Zulkifli.

Anak abah merupakan panggilan bagi pendukung mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Panggilan tersebut sangat ramai diucapkan di media sosial, khususnya pada masa Pilpres 2024 yang lalu.

Menurut M Taufik, meskipun gerakan itu terlilhat gagah, seolah-olah membawa aspirasi rakyat, malah menurutnya memiliki dampak merusak proses demokrasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini akan merusak sistem demokrasi. Paslon yang terpilih jadi tidak legitimate dan pembangunan di Jakarta akan tersendat,” ucap M Taufik  di Jakarta, Selasa (10/09/2024).

Baca Juga :  Akui Gunakan Surat Resmi Kementrian Untuk Kepentingan Pribadi, Yandri " Maaf Tidak Akan Mengulangi Lagi"

Taufik Zoelkifli yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Jakarta dari Fraksi PKS, mendorong masyarakat untuk lebih fokus pada perbaikan regulasi Pemilu daripada mendukung langkah-langkah yang merusak proses demokrasi. 

“Lebih baik berjuang untuk perbaiki UU Pemilu,” ucap M Taufik.

Menurut M Taufik, reformasi undang-undang akan menjadi solusi jangka panjang untuk memastikan demokrasi berjalan dengan baik dan menghasilkan pemimpin yang sesuai kehendak rakyat. 

“Bukan melalui gerakan yang berpotensi menimbulkan ketidakstabilan politik,” tutupnya.

Berita Terkait

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur
Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini
Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola
13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif
Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Dewan Pembina JMSI Banten Encop Sopia Raih Gelar Doktor Ilmu Politik UI
10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di RS Polri Belum Teridentifikasi, Polisi Fasilitasi Pengecekan oleh Keluarga
Pernah Tersandung Kasus Penyebaran Berita Bohong, Berikut Profil Menteri LH Jumhur Hidayat
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:05 WIB

Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:31 WIB

Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:25 WIB

13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif

Rabu, 29 April 2026 - 14:42 WIB

Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Berita Terbaru

Opini

Fenomena Flexing: Harga Diri Diukur dari Barang Mewah

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:17 WIB