KPPU Bakal Fokus Awasi Persaingan Usaha Sektor Ekonomi Digitalisasi di 2026

KPPU Bakal Fokus Awasi Persaingan Usaha Sektor Ekonomi Digitalisasi di 2026

- Author

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisioner KPPU Eugenia Mardanugraha saat memberikan keterangan kepada awak media. (Foto/ Sirhan Jejaknarasi.)

Komisioner KPPU Eugenia Mardanugraha saat memberikan keterangan kepada awak media. (Foto/ Sirhan Jejaknarasi.)

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Persaingan bisnis melalui platform digital akan mewarnai tahun 2026, semua transaksi ekonomi akan bergantung pada sistem digital.

Atas dasar itu, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) sektor digitalisasi akan menjadi prioritas utama dalam pengawasan.

Hal tersebut disampaikan Komisioner KPPU Eugenia Mardanugraha kepada awak media usai membuka Competition Outlook 2026, Senin (26/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eugenia menyebut, jika sektor digital sudah menyatu dengan keseharian masyarakat. Seperti jasa keuangan, transportasi hingga komunikasi.

Menurutnya, trend ini akan semakin masif seiring meningkatnya penggunaan teknologi berbasis digital.

“Industri, jasa dan keuangan mayoritas berjalan digital. Sehingga diprediksi tahun 2026 ini akan naik drastis,” ucapnya.

Eugenia menegaskan, KPPU sebagai lembaga pengawasan akan terus mengawal sektor persaingan usaha.

Baca Juga :  GP UMKM Buka Layanan Hotline Bagi Pelaku Usaha yang Pengajuan KUR Diminta Agunan

“Hal ini sangat penting agar kompetisi tetap sehat di tengah potensi monopoli atau kolusi yang mengintai,” ujarnya.

Di sisi lain, terkait Indeks Persaingan Usaha (IPU), Eugenia mengungkapkan, refleksi tahun lalu IPU menunjukan sektor jasa dan perdagangan mendominasi dengan mendapatkan nilai tertinggi.

Diantaranya, akomodasi makan-minum, perdagangan besar-eceran dan jasa keuangan -asuransi menjadi yang terdepan.

Termasuk sektor kesehatan, informasi dan komunikasi yang ikut terdongkrak.

“Sedangkan, lima sektor IPU terendah mayoritas berasal dari sumber daya alam dan infrastruktur dasar,” ungkapnya.

Eugenia merinci lima sektor IPU terendah adalah, Pertanian, Kehutanan, Perikanan, konstruksi dan Pertambangan, serta penyediaan listrik dan gas.

“IPU adakah Indikator kondisi persaingan usaha Indonesia sekaligus alat susu kebijakan yang adaptif,” tukas Eugenia.

Berita Terkait

Terbukti Tawarkan Skema Gali Lubang Tutup Lubang Pinjol, Satgas PASTI Bekukan Kegiatan Malahayati Consultant
Harga Terbaru LPG Non Subsidi April 2026, Usai Pemerintah Umumkan Kenaikan
Ide Bisnis UMKM Modal Sedikit Tapi Bisa Untung Besar
OJK Batalkan Izin MP3E Neo Bank, Ini Konsekuensinya
Luncurkan Bundling Flagship Bersama Xiaomi, XL SMART Hadirkan Jaringan Digital Premium
Sempat Ditunda, KPPU Kembali Gelar Sidang Pemeriksaan Operator Seluler Jepang NTT DOCOMO Minggu Depan.
Bertemu Menteri Desa dan PDT, Ketua KPPU Siap Dukung dan Kawal Penguatan Kopdes Merah Putih
Sempat Tertunda, KPPU Kembali Sidangkan Perkara Dugaan Pelanggaran UU Nomor 5 Tahun 1999
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 21:42 WIB

Terbukti Tawarkan Skema Gali Lubang Tutup Lubang Pinjol, Satgas PASTI Bekukan Kegiatan Malahayati Consultant

Kamis, 23 April 2026 - 19:24 WIB

Harga Terbaru LPG Non Subsidi April 2026, Usai Pemerintah Umumkan Kenaikan

Selasa, 21 April 2026 - 17:33 WIB

Ide Bisnis UMKM Modal Sedikit Tapi Bisa Untung Besar

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:19 WIB

OJK Batalkan Izin MP3E Neo Bank, Ini Konsekuensinya

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:49 WIB

Luncurkan Bundling Flagship Bersama Xiaomi, XL SMART Hadirkan Jaringan Digital Premium

Berita Terbaru

Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel. (Foto: Istimewa)

Opini

Sunyi dalam Pernikahan

Senin, 4 Mei 2026 - 09:53 WIB