Tinjau Penyaluran BLTS di Bandung, Mensos Sambung Rasa dengan KPM

Tinjau Penyaluran BLTS di Bandung, Mensos Sambung Rasa dengan KPM

- Author

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mensos Saifullah Yusuf saat  berdialog dengan salah seorang penerima BLTS di Bandung (Foto : Humas Kemensos)

Mensos Saifullah Yusuf saat berdialog dengan salah seorang penerima BLTS di Bandung (Foto : Humas Kemensos)

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Bandung — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) di Kantor PT Pos Indonesia Bandung, Jalan Asia-Afrika, Jumat (28/11/2025).

Penyaluran yang berlangsung tertib ini menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak sesuai pemadanan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Setibanya di lokasi, Gus Ipul langsung duduk bersama para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan berbincang satu per satu mengenai manfaat bantuan, termasuk memastikan bahwa mereka memahami jenis bantuan yang diterima.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gus Ipul duduk berdampingan dengan salah satu KPM penerima BLTS, Febriyanti (40) dan menjelaskan terkait mengenai bantuan ini.

“Ibu tahu ini namanya bantuan apa? Ini bantuan langsung tunai sementara dari Bapak Presiden untuk Oktober, November, Desember. Sebulan dapat Rp300 ribu, totalnya Rp900 ribu,” jelasnya.

Dalam percakapan tersebut, Febriyanti menceritakan kondisi keluarganya. Suaminya bekerja sebagai penjaga rumah kos dengan pendapatan sekitar Rp1,3 juta per bulan jika kamar penuh. Sementara ia sendiri bekerja sebagai buruh laundry.

Ia mengatakan BLTS sangat membantu kebutuhan dapur dan biaya sekolah.

“Terima kasih kepada pemerintah. Bantuan ini bermanfaat bagi warga, dan terima kasih juga untuk kantor Pos yang memfasilitasi penyaluran bagi warga Jawa Barat,” kata Febriyanti.

“Dimanfaatkan dengan baik ya, bantuan dari Presiden,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul juga mendengarkan kisah Yeni, salah satu penerima BLTS lainnya. Dia menyampaikan bahwa bantuan tersebut akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anaknya. Yeni juga mengungkapkan keinginannya untuk kembali mengembangkan usaha gorengan yang sudah ia jalankan selama 10 tahun terakhir.

“Semangat ya. Bagi yang ingin usaha, mari kita diskusi lebih lanjut. Kita siap membantu sesuai arahan Presiden melalui program pemberdayaan,” kata Gus Ipul menyemangati.

Sementara itu, seorang KPM penyandang disabilitas intelektual, Muhammad Deri Ginanjar (28), datang menerima BLTS didampingi kakaknya, Ane Mulyati (45). Dengan raut gembira, Deri menerima bantuan tersebut.

Baca Juga :  Tinjau Langsung Lokasi Bencana dan Korban Longsor Cilacap, Wamensos Agus Jabo Salurkan Santunan

“Terima kasih buat Pak Prabowo, terima kasih atas bantuannya,” kata Ane mewakili sang adik.

Ketika ditanya apakah Deri senang menerima bantuan, dia mengatakan dengan singkat dan jelas, “Iya, bahagia.”

Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa penyaluran BLTS dilakukan melalui dua jalur, Himbara dan PT Pos Indonesia.

“Pada tahap kedua, lebih dari 12 juta penerima manfaat tersalurkan, dengan 11 juta di antaranya melalui PT Pos. Secara nasional, penyaluran via PT Pos telah mencapai 58% hingga akhir November 2025. Terdapat pula tambahan 1,6 juta KPM baru berdasarkan data BPS. Khusus Provinsi Jawa Barat, terdapat 1,2 juta penerima manfaat baru,” jelas Gus Ipul.

Dalam arahannya kepada para KPM, Gus Ipul menjelaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menambah cakupan bantuan di kuartal IV melalui program BLTS.

“Setiap tiga bulan sekali pemerintah menyalurkan bantuan reguler kepada sekitar 18 juta KPM. Khusus akhir tahun, jumlah penerima dinaikkan menjadi 35 juta KPM melalui BLTS,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa bantuan ini hanya boleh digunakan untuk kebutuhan pokok.

“Bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan dasar. Tidak boleh digunakan untuk kepentingan lain, apalagi judi online. Mohon dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Di Kota Bandung, penyaluran BLTS menjangkau 31 kecamatan dengan total 49.552 penerima manfaat. Adapun total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp44.596.800.000.

Pada kegiatan penyaluran ini, terdapat 70 KPM dari Kecamatan Regol, Kelurahan Cigelereng yang hadir dan menerima BLTS di PT Pos Indonesia Jalan Asia-Afrika.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Utama PT Pos Haris, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Yorisa Sativa, dan sejumlah tamu undangan. (eki)

Berita Terkait

BPK Audit LK BPI Danantara 2025, Identifikasi Resiko Kecurangan Laporan
Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional
276 Young Leaders PFmuda 2026 Ditantang Ubah Masalah Menjadi Solusi Berdampak melalui Case Challenge
KPK Dalami Dugaan Aliran Suap ATR/BPN Ratusan Miliar ke Kegiatan Muktamar Agustus Lalu
KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Ratusan Miliar di ATR/BPN
KPK Buka Peluang Bidik Proyek Pagar Laut Pasca Bongkar Skandal Dugaan Suap di ATR/BPN
Nursyahwa Syakila, Peserta Netra MTQ Nasional XXXI yang Hafal 30 Juz Lewat Metode Audio
Ini Alasan BPK Tidak Jadikan Kepala BPN Kota Tangerang Tersangka Kasus Suap HGB Ratusan Miliar
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 07:29 WIB

BPK Audit LK BPI Danantara 2025, Identifikasi Resiko Kecurangan Laporan

Jumat, 18 September 2026 - 16:16 WIB

Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 11:15 WIB

276 Young Leaders PFmuda 2026 Ditantang Ubah Masalah Menjadi Solusi Berdampak melalui Case Challenge

Kamis, 17 September 2026 - 15:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Aliran Suap ATR/BPN Ratusan Miliar ke Kegiatan Muktamar Agustus Lalu

Kamis, 17 September 2026 - 13:23 WIB

KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Ratusan Miliar di ATR/BPN

Berita Terbaru

Lifestyle

5 Oleh-oleh Favorite dari Jakarta yang Wajib Kamu Bawa Pulang

Sabtu, 19 Sep 2026 - 20:37 WIB

Kesehatan

Vaksin Meningitis Jadi Syarat Umrah, Kapan Waktu yang Tepat?

Sabtu, 19 Sep 2026 - 12:12 WIB