BEM Banten Bersatu Bersama Forkopimda Kota Cilegon Sidak Tambang dan Industri Terkait Drainase Aliran Air

BEM Banten Bersatu Bersama Forkopimda Kota Cilegon Sidak Tambang dan Industri Terkait Drainase Aliran Air

- Author

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID, BANTEN – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap empat lokasi tambang serta satu kawasan industri Krakatau Bandar Samudera (KBS). Sidak ini dilakukan sebagai respons atas dugaan kerusakan lingkungan dan persoalan drainase aliran air yang berdampak langsung terhadap meningkatnya risiko banjir di Kota Cilegon.

Dalam sidak tersebut, ditemukan sejumlah indikasi pengelolaan lingkungan yang tidak sesuai ketentuan, khususnya pada sistem drainase dan aliran air yang tertutup, menyempit, bahkan terputus akibat aktivitas pertambangan dan industri. Kondisi ini dinilai memperparah genangan dan banjir saat intensitas hujan tinggi.

Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto, menegaskan bahwa sidak ini merupakan bentuk nyata pengawalan mahasiswa terhadap kebijakan dan praktik pembangunan di daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menilai ada kelalaian serius dalam pengelolaan lingkungan, khususnya terkait drainase aliran air. Aktivitas tambang dan industri tidak boleh mengorbankan keselamatan masyarakat. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan ekonomi segelintir pihak,” tegasnya, Selasa (20/01/2026).

Baca Juga :  Bem Banten Bersatu Gelar Diskusi Bertajuk Perjalanan 6 Tahun Menuju Sejahtera di Huntara Lebak Gedong

BEM Banten Bersatu mendesak:

1. Evaluasi menyeluruh dan transparan terhadap izin operasional tambang dan industri yang disidak.

2. Penertiban dan penegakan hukum tegas bagi pelaku usaha yang melanggar aturan lingkungan.

3. Normalisasi dan perbaikan drainase aliran air yang terdampak aktivitas pertambangan dan industri.

4. Pelibatan publik dan akademisi dalam pengawasan lingkungan secara berkelanjutan.

5. Meminta kepada Pemerintah Provinsi Banten untuk melakukan Pemberhentian aktivitas tambang di musim hujan ini yang akan mengakibatkan Banjir di beberapa jumlah wilayah.

BEM Banten Bersatu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses ini hingga ada langkah konkret dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Sidak ini bukan akhir, melainkan awal dari pengawasan berkelanjutan demi keselamatan lingkungan dan masyarakat Kota Cilegon.

BEM Banten Bersatu

“Lingkungan Selamat, Rakyat Terlindungi”

Berita Terkait

Pemkot Tangerang Raih Apresiasi Nasional Anugerah Layanan Investasi 2026
Pilar Saga Ingatkan Lurah Se-Tangsel Jaga Integritas, Keluarga Diminta Jadi Pengingat
Temui Wawalkot Serang, Pemuda Berdampak Dorong Kolaborasi Petani Gen Z dan Pemberdayaan Pemuda
Forpamnas: FPP Tirta Benteng Jadi Jembatan Pelanggan dan Perumda
Lahan PSEL Tangsel Tunggu Appraisal, Pilar: Pembebasan 2,3 Hektare Ditargetkan 2026
Mahasiswa Flores di Tanah Rantau Berkumpul Saling Menguatkan di Tengah Duka Pasca Gempa
Camat Dadang Apresiasi Siswi SMPN 2 Kelapa Dua yang Tampil di Jambore Nasional XII
Ribuan Pelari Ramaikan Tangerang 10K, The Ultimate10K Series Berlanjut ke Semarang
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 22:15 WIB

Pemkot Tangerang Raih Apresiasi Nasional Anugerah Layanan Investasi 2026

Rabu, 16 September 2026 - 17:28 WIB

Pilar Saga Ingatkan Lurah Se-Tangsel Jaga Integritas, Keluarga Diminta Jadi Pengingat

Rabu, 16 September 2026 - 09:36 WIB

Temui Wawalkot Serang, Pemuda Berdampak Dorong Kolaborasi Petani Gen Z dan Pemberdayaan Pemuda

Rabu, 16 September 2026 - 07:21 WIB

Forpamnas: FPP Tirta Benteng Jadi Jembatan Pelanggan dan Perumda

Senin, 14 September 2026 - 14:17 WIB

Lahan PSEL Tangsel Tunggu Appraisal, Pilar: Pembebasan 2,3 Hektare Ditargetkan 2026

Berita Terbaru