160 Guru Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri Massal, Pengamat Pendidikan Komentar Begini

160 Guru Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri Massal, Pengamat Pendidikan Komentar Begini

- Author

Senin, 28 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi : Sekolah Rakyat  (Foto : Ist)

Ilustrasi : Sekolah Rakyat (Foto : Ist)

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Program Sekolah Rakyat (SR) besutan Kementerian Sosial (Kemensos) kini sedang menghadapi tantangan, sebanyak 160 guru telah mengundurkan diri secara massal. 

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf sapaan akrabnya Gus Ipul, mengakui salah satu penyebab utama pengunduran diri ratusan guru Sekolah Rakyat tersebut adalah penempatan yang terlalu jauh. 

“Wah, kalau catatan rinciannya enggak ada. Jadi, itu semacam, ya, salah satu alasannya itu secara umum ya itu tadi karena penempatannya terlalu jauh,” jelas Gus Ipul saat Konferensi Pers di Gedung Aneka Bakti Kemensos, Jakarta, pada Senin 28 Juli 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, pihak Kemensos mencari pengganti baru bagi para guru Sekolah Rakyat yang mengundurkan diri. 

Mensos Gus Ipul menghormati keputusan para guru Sekolah Rakyat bahwa pihaknya tidak bisa memaksakan kehendak. 

“Kita hormati, selama mereka mengikuti proses seleksi dan kemudian setelah diterima mengundurkan diri, kan kita enggak bisa maksa,” ujarnya.

Pengamat pendidikan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Jejen Mustafa, menyoroti urgensi perbaikan sistem rekrutmen guru Sekolah Rakyat yang dinilainya belum optimal. 

Baca Juga :  Panglima TNI Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Istiqlal

Menurut Jejen, perlu ada pertimbangan matang antara asal guru Sekolah Rakyat dengan lokasi penempatan di daerahnya. 

“Perlu perbaikan sistem rekrutmen yang mempertimbangkan asal guru dengan penempatan,” kata Jejen. 

Jejen mengatakan, aspek pribadi guru Sekolah Rakyat, seperti status lajang atau sudah berkeluarga, bahkan kesiapan asrama dan fasilitas di lokasi penempatan, seharusnya menjadi perhatian utama.

Adanya pengunduran diri guru Sekolah Rakyat massal ini, menurut Jejen, berpotensi mengganggu ritme proses belajar ideal di SR karena kebutuhan pengganti yang mendesak. 

Namun, ia optimistis dampak terhadap siswa dan orang tua tidak akan terlalu signifikan. 

“Siswa dan orangtua tidak akan terpengaruh signifikan karena mereka berharap banyak pada SR. Mereka berharap ada solusi cepat dan tepat,” jelasnya.

Jejen menilai pengunduran diri guru Sekolah Rakyat adalah hal yang wajar mengingat program ini digulirkan dengan sangat cepat dan di banyak titik. 

Kendati demikian, ia menegaskan harus menjadi bahan evaluasi bersama demi perbaikan ke depan.*

Berita Terkait

BPK Audit LK BPI Danantara 2025, Identifikasi Resiko Kecurangan Laporan
Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional
276 Young Leaders PFmuda 2026 Ditantang Ubah Masalah Menjadi Solusi Berdampak melalui Case Challenge
KPK Dalami Dugaan Aliran Suap ATR/BPN Ratusan Miliar ke Kegiatan Muktamar Agustus Lalu
KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Ratusan Miliar di ATR/BPN
KPK Buka Peluang Bidik Proyek Pagar Laut Pasca Bongkar Skandal Dugaan Suap di ATR/BPN
Nursyahwa Syakila, Peserta Netra MTQ Nasional XXXI yang Hafal 30 Juz Lewat Metode Audio
Ini Alasan BPK Tidak Jadikan Kepala BPN Kota Tangerang Tersangka Kasus Suap HGB Ratusan Miliar
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 07:29 WIB

BPK Audit LK BPI Danantara 2025, Identifikasi Resiko Kecurangan Laporan

Jumat, 18 September 2026 - 16:16 WIB

Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 11:15 WIB

276 Young Leaders PFmuda 2026 Ditantang Ubah Masalah Menjadi Solusi Berdampak melalui Case Challenge

Kamis, 17 September 2026 - 15:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Aliran Suap ATR/BPN Ratusan Miliar ke Kegiatan Muktamar Agustus Lalu

Kamis, 17 September 2026 - 13:23 WIB

KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Ratusan Miliar di ATR/BPN

Berita Terbaru

Lifestyle

5 Oleh-oleh Favorite dari Jakarta yang Wajib Kamu Bawa Pulang

Sabtu, 19 Sep 2026 - 20:37 WIB

Kesehatan

Vaksin Meningitis Jadi Syarat Umrah, Kapan Waktu yang Tepat?

Sabtu, 19 Sep 2026 - 12:12 WIB