Tampung Air Hujan dari Tujuh Desa, Pemkab Tangerang Bangun Polder Cibadak

Tampung Air Hujan dari Tujuh Desa, Pemkab Tangerang Bangun Polder Cibadak

- Author

Rabu, 18 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid (tengah) saat foto bersama usai acara peletakan batu pertama pembangunan Polder Cibadak di Cikupa Tangerang (Diskominfo Pemkab Tangerang)

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid (tengah) saat foto bersama usai acara peletakan batu pertama pembangunan Polder Cibadak di Cikupa Tangerang (Diskominfo Pemkab Tangerang)

JEJAKNARASI.ID.KAB.TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi memulai pembangunan kolam retensi atau Polder Cibadak di Kecamatan Cikupa sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang telah melanda wilayah tersebut selama lebih dari satu dekade. 

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, pada Selasa (17/6/2025). Polder ini akan dibangun di atas lahan seluas 2.847 meter persegi dengan daya tampung hingga 7.762 meter kubik air, berfungsi sebagai penampung air hujan dari tujuh desa sekitar dan mengalirkannya ke saluran pembuangan setelah kondisi normal.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan pembangunan polder ini merupakan salah satu prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang, khususnya dalam penanganan wilayah dengan topografi rendah yang tidak memungkinkan untuk membuang air langsung ke sungai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Wilayah ini sudah terlalu lama menjadi langganan banjir karena kondisinya berada di cekungan, lebih rendah dari jalan maupun saluran air. Maka satu-satunya solusi adalah dengan membangun tandon air atau kolam retensi yang bisa menampung air dari tujuh desa sekitar,” ujar Bupati Maesyal di lokasi.

Tandon yang akan dibangun memiliki kedalaman sekitar enam meter dan berfungsi sebagai tempat penampungan sementara saat debit air tinggi, terutama saat musim hujan. Air yang tertampung di kolam retensi ini nantinya akan dialirkan secara bertahap ke saluran pembuangan air di wilayah Cimane, setelah muka air sungai kembali normal.

Infrastruktur ini dirancang khusus untuk menampung limpahan air hujan dan mencegah meluapnya aliran air ke pemukiman warga. Selain mengurangi risiko banjir, infrastruktur ini juga dirancang sebagai ruang terbuka hijau dan sumber air baku alternatif. Proyek ini ditargetkan rampung dalam enam bulan, hingga November 2025. 

Baca Juga :  Atasi Soal Sampah Jangka Panjang Pemkab Tangerang Jalin Kerjasama dengan UI

“Proses pembangunan direncanakan membutuhkan waktu selama 6 bulan, dimulai sejak bulan ini hingga bulan November 2025 mendatang,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansah Effendi menjelaskan bahwa pembangunan polder ini bukan hanya untuk menanggulangi banjir, tetapi juga bagian dari konservasi air di wilayah yang telah mengalami alih fungsi lahan dari pertanian menjadi permukiman dan industri.

“Kolam ini menjadi tempat ‘parkir’ air sementara, karena air dari pemukiman sekitar tidak bisa langsung dibuang ke sungai. Jarak dari kolam ke saluran pembuangan sekitar 600 meter, dan ini tentu memerlukan dukungan dari semua pihak,” jelas Iwan.

Pemkab Tangerang juga akan menggandeng para pemilik lahan, pengembang, serta pemerintah desa dan kecamatan untuk bersama-sama membuka jalur air menuju saluran pembuangan. Hal ini dilakukan agar penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh dan tidak bersifat parsial, yang hanya akan memindahkan genangan ke wilayah lain.

“Harapan kami kepada masyarakat, perlu disadari bahwa banjir itu memang tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Namun setidaknya, kita bisa kurangi durasi banjirnya, kita turunkan ketinggian genangannya. Dengan begitu, aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan dan pelayanan publik dari pemerintah tetap bisa diberikan secara optimal,” tandasnya.**

Berita Terkait

Wujudkan Pelayanan Inklusif, Kecamatan Kelapa Dua Hadirkan “JEBOL KEDU” Untuk Rekam KTP-El Warga Berkebutuhan Khusus
Camat Dadang Bagikan Ratusan Masker Ke Warga Guna Antisipasi Abu Vulkanik di Kelapa Dua
Pemuda Berdampak Gelar Audiensi Bersama Wabup Tangerang, Bahas Masa Depan Generasi Muda
Gelar Dialog dengan Puluhan Leasing, Kapolresta Tangerang Tegaskan Larangan Tarik Paksa Kendaraan di Jalan
Aliran Air Kosambi Barat Kembali Normal, PERUMDAM TKR Terus Pantau Untuk Jaga Pelayanan ke Masyarakat
Dari Baksos Hingga Penanam Pohon, JMSI Tangerang Sambut Hari Kemerdekaan Bareng Warga Sovil Tigaraksa
PT Kobe Bantah Jadi Dalang Polusi, Warga Minta “Trial” Tutup Sementara
Posbankum Bojong Nangka Gelar Roadshow Perdana di RW 13, Dorong Warga Sadar Hukum
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:20 WIB

Wujudkan Pelayanan Inklusif, Kecamatan Kelapa Dua Hadirkan “JEBOL KEDU” Untuk Rekam KTP-El Warga Berkebutuhan Khusus

Selasa, 8 September 2026 - 15:36 WIB

Camat Dadang Bagikan Ratusan Masker Ke Warga Guna Antisipasi Abu Vulkanik di Kelapa Dua

Sabtu, 5 September 2026 - 09:47 WIB

Pemuda Berdampak Gelar Audiensi Bersama Wabup Tangerang, Bahas Masa Depan Generasi Muda

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Gelar Dialog dengan Puluhan Leasing, Kapolresta Tangerang Tegaskan Larangan Tarik Paksa Kendaraan di Jalan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Aliran Air Kosambi Barat Kembali Normal, PERUMDAM TKR Terus Pantau Untuk Jaga Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru