Sosok Komardin Penggugat Dosen Pembimbing Jokowi dan Rektor UGM Ke PN Sleman

Sosok Komardin Penggugat Dosen Pembimbing Jokowi dan Rektor UGM Ke PN Sleman

- Author

Minggu, 11 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Presiden RI Jokowi berbincang dengan Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: 1st)

Mantan Presiden RI Jokowi berbincang dengan Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: 1st)

Jejaknarasi.id, Jakarta – Polemik kasus dugaan Ijazah palsu Jokowi memasuki babak baru, setelah seseorang bernama Ir H Komardin SH MH menggugat Kasmujo, dosen pembimbing skripsi Jokowi semasa kuliah dulu.

 

Bukan hanya Kasmujo, Komardin turut melaporkan Rektor UGM, Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2, Wakil Rektor 3, Wakil Rektor 4, Dekan Fakultas Kehutanan, serta Kepala Perpustakaan Fakultas Kehutanan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Juru bicara PN Sleman, Cahyono SH MH, membenarkan adanya gugatan yang dilayangkan oleh seseorang bernama Karmadin SH MH.

 

“Benar, ada gugatan itu (Soal Ijazah Jokowi). Kebetulan saya ditunjuk sebagai ketua majelis hakimnya.” Dikutip dari Tribunjogja.com, Jumat (09/05/2025).

 

Cahyono turut menyampaikan bahwa saat ini masih dalam proses pemanggilan para tergugat untuk persidangan.

 

“Proses saat ini masih pemanggilan saksi-saksi, cuma terkendala salah satu alamat itu tidak ditemukan,” terangnya.

 

Lalu siapa sebenarnya sosok Komardin Penggugat Dosen Pembimbing Jokowi ?

 

Dalam keterangannya, Juru Bicara PN Sleman, Cahyono, menyampaikan bahwa sosok Komardin merupakan seorang pengacara disalah satu kantor hukum yang berada di Makasar.

 

Selain sebagai pengacara, ia menyebut Komardin juga dikenal sebagai pengamat sosial.

 

Baca Juga :  Mengusung Tema 'Bikin Terang Indonesia', JMSI Siap Selenggarakan Munas Ke-2

Dalam prosesnya, Cahyono menyebut sidang gugatan akan digelar pada tanggal 22 Mei 2025.

 

Sebelumnya, terkait gugatan dugaan ijazah palsu ini, awalnya Jokowi hanya diam, tetapi kini ia pun mulai bereaksi dengan polemik yang berkepanjangan ini.

 

Jokowi bersama didampingi tim pengacaranya telah melaporkan beberapa orang ke Polda Metro Jaya, Rabu (30/04/2025).

 

Dalam keterangannya, Jokowi menilai bahwa tuduhan ijazah palsu miliknya ini sebenarnya sudah terjadi sejak ia masih menjabat sebagai Presiden Indonesia.

 

Namun saat itu dirinya tidak melaporkannya ke kepolisian dan berfikir kalau tuduhan itu sudah selesai.

 

Tetapi kenyataanya, tuduhan itu masih terus terjadi, sehingga dirinya memilih untuk mengambil langkah hukum dengan melaporkannya ke kepolisian.

 

“Dulu kan masih menjabat. Saya pikir sudah selesai, ternyata masih berlarut-larut. Sehingga dibawa ke ranah hukum lebih baik,” kata Jokowi di Polda Metro Jaya seperti yang dikutip dari Kompas.com.

 

Jokowi menganggap tudingan ini sebenarnya adalah masalah ringan.

“Tetapi memang perlu dibawa ke ranah hukum agar semuanya jelas dan gamblang,” ucapnya.

Terkait siapa saja yang dilaporkan ke polisi, Jokowi tidak menyampaikannya.

“Nanti ditanyakan kepada tim kuasa hukum detailnya,” ujarnya.

Berita Terkait

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur
Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini
Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola
13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif
Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Dewan Pembina JMSI Banten Encop Sopia Raih Gelar Doktor Ilmu Politik UI
10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di RS Polri Belum Teridentifikasi, Polisi Fasilitasi Pengecekan oleh Keluarga
Pernah Tersandung Kasus Penyebaran Berita Bohong, Berikut Profil Menteri LH Jumhur Hidayat
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:05 WIB

Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:31 WIB

Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:25 WIB

13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif

Rabu, 29 April 2026 - 14:42 WIB

Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Berita Terbaru

Opini

Fenomena Flexing: Harga Diri Diukur dari Barang Mewah

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:17 WIB

Hukum & Kriminal

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis Ekstasi dan Sabu di Jakarta Utara

Senin, 11 Mei 2026 - 18:44 WIB